Prosiding Seminakel
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal
FTIK - Universitas Hang Tuahid-IDProsiding SeminakelPERAHU NELAYAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN MEMANFAATKAN ENERGI SURYA SEBAGAI SUMBER PENGGERAK
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/133
<p>Indonesia merupakan Negara maritime yang sebagian besarnya adalah daerah perairan. Tentu pekerjaan sebagai nelayan banyak kita jumpai didaerah pesisir, namun penggunan perahu nelayan dengan bahan baku BBM tentu membuat biaya operasional nelayan bertambah, ditambah lagi BBM yang kian naik harganya. Saat ini sudah banyak pengembangan tentang energi terbarukan, salah satunya adalah energi listrik dengan memanfaatkan energi matahari. Penerapan teknologi panel surya sudah banyak diterapkan seperti sebagai penerangan jalan, mobil listrik dan juga memungkinkan digunakan sebagai penggerak perahu. Penggunaan panel surya pada perahu nelayan sebagai penggerak utama tentu juga akan menggantikan jenis penggerak berbahan BBM dengan penggerak bersumber tenaga listrik. Ini tentu menjadi kelebihan dibanding mesin perahu nelayan dengan menggunakan penggerak konvensional (diesel) yang dapat menimbulkan suara bising yang merambat ke dalam air laut, sehingga ikan bergerak menjauhi perahu. Pada paper ini dirancang perahu nelayan dengan menggunakan penggerak motor listrik dengan sumber listrik tenaga surya. Motor DC sebagai penggerak perahu tidak menimbulkan suara bising dan tidak membuat ikan menjauh dari perahu nelayan. Penerapan sumber listrik ramah lingkungan menggunakan tenaga matahari untuk sumber listrik pengisian baterai motor sehingga penggunaan perahu nelayan dapat lebih lama dan nelayan tidak perlu khawatir kehabisan daya listrik selama panel surya mendapat paparan energi matahari.</p>Iradiratu Diah PBelly Yan Dewantara
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-1015IMPLEMENTASI PROSES LEARNING DAN RUNNING SISTEM KECERDASAN BUATAN (JARINGAN SYARAF TIRUAN) BERBASIS MIKROKONTROLER
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/134
<p>Kecerdasan buatan <em>(Artificial Intelligent)</em> merupakan sistem kecerdasan yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan pengolahan komputasi menggunakan komputer. Salah satu sistem kecerdasan buatan yang biasa diaplikasikan adalah kecerdasan buatan Jaringan Syaraf Tiruan. Proses komputasi pada jaringan syaraf tiruan pada umumnya menggunakan media komputer, dikarenakan saat proses komputasi tersebut diperlukan ruang memori yang cukup besar. Mikrokontroler adalah sebuah chip mikroprosesor yang memiliki ruang memori yang terbatas. Sehingga proses komputasi kecerdasan buatan tidak dapat sepenuhnya dijalankan di sistem mikrokontroler. Pada penelitian ini sudah dapat merancang dan membangun sebuah sistem mikrokontroler yang mampu menjalankan proses komputasi kecerdasan buatan jaringan syaraf tiruan sepenuhnya, yaitu proses <em>learning</em> dan <em>running</em>. Dengan menambahkan memori eksternal berupa SD Card pada sistem mikrokontroler,untuk menyimpan parameter pengaturan yang digunakan serta untuk menyimpan nilai bobot akhir dari proses <em>learning</em> dan mengambil data bobot akhir untuk digunakan proses <em>running</em>. Hasil ujicoba sistem kecerdasan buatan yang dibuat memiliki tingkat akurasi sebesar 71,42 %, untuk implementasi mengenali jenis warna objek.</p>Joko Subur
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-10615ANALISA DROP VOLTAGE DAN SHORT CIRCUIT PADA KAPAL TRIMARAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/135
<p>Kapal trimaran merupakan kapal yang memiliki tiga lambung yang saling terhubung. Kapal trimaran juga memiliki bermacam-macam kondisi operasional yaitu bongkar muat <em>(cargo handling),</em> lego jangkar <em>(anchoring),</em> bermaneuver <em>(maneuvering),</em> dan berlayar <em>(sailing) </em>dengan kebutuhan listrik yang beragam. Pada penelitian kali ini akan menganalisa kondisi <em>cargo handling</em> dikarenakan kondisi tersebut membutuhkan daya yang besar. Berbagai macam kondisi operasional kapal dapat menyebabkan gangguan sistem kelistrikan. Oleh karena itu kualitas tegangan listrik dan pencegahan terjadinya short circuit menjadi salah satu faktor penting pada sebuah sistem kelistrikan kapal. Buruknya kualitas tegangan yang dihasilkan dapat mengakibatkan penurunan keandalan sistem tenaga listrik dan dapat mengurangi <em>lifetime</em> dari peralatan listirk tersebut. Tegangan jatuh yang terjadi pada beban listrik di kapal sering dihiraukan oleh ABK dan jarang mendapat perhatian khusus. Untuk mengatasi short circuit diperlukan analisa arus <em>short circuit </em>pada sistem kelistrikan kapal trimaran ini. Pada penelitian ini akan dilakukan beberapa perbedaan pembebanan generator untuk mengetahui <em>drop voltage </em>dan <em>short circuit</em> yang terjadi di kapal trimaran.</p>Indra Ranu KusumaSardono SarwitoSemin SanuriM. Badrus ZamanSoedibyoAnggita Primaysandy P.P.
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-101619PENGGUNAAN ZETA CONVERTER UNTUK PERBAIKAN RESPON KECEPATAN DAN TINGKAT PEMBEBANAN PADA MOTOR BRUSHLESS DC DI KAPAL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/136
<p>Motor brushless DC telah banyak digunakan dalam berbagai bidang di kehidupan sehari hari seperti peralatan rumah tangga maupun peralatan industri dan transportasi darat maupun laut, dikarenakan motor ini memiliki struktur yang sederhana, effisiensi, tidak berisik dan torsi yang tinggi, serta menggunakan konsep komutasi elektris yang berbeda dari motor DC lainnya. Namun pengoperasian pada umumnya yang menggunakan sumber AC, dimana kurang baik dalam pengaplikasiannya. Pada penelitian ini akan dikaji ulang mengenai proses kontrol kecepatan dan tingkat pembebanan dengan menggunakan Zeta Converter dalam pengaplikasian pada motor brushless DC, serta pengoperasian motor dengan mengamati respon motor terhadap kecepata referensi yang berubah-ubah dan mengamati kestabilan motor terhadap tingkat pembebanan yang bervariasi. Dalam menerapkan metode yang dilakukan pada penelitian ini, pengoperasian motor brushless DC yang telah dirancang dapat bekerja dengan baik serta respon motor yang dapat mengikuti kecepatan referensi yang berubah-ubah dan kestabilan motor dalam mempertahankan kecepatan pada pembebanan yang berubah-ubah. Proses kontrol kecepatan pada motor brushless DC akan meningkatkan kualitas putaran pada berbagai kecepatan dan metode penerapan yang bervariasi.</p>Dicky Bayu Aji PratamaFaiz Chandra HervianRozy Muchlis MisbachudinIradiratu Diah PBelly Yan Dewantara
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-102028ANALISA PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN BUCK BOOST KONVERTER
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/137
<p>Motor DC merupakan salah satu motor listrik yang sering digunakan mulai dari penggerak utama pada mesin industri, penggerak utama pada sistem transportasi darat maupun laut bahkan untuk memenuhi kebutuhan penggerak peralatan rumah tangga. Untuk memenuhi setiap kebutuhan tersebut, diperlukan kontrol untuk mengatur kecepatan motor DC. Untuk jenis kontrol kecepatan motor DC bervariasi, mulai dari konverter <em>buck,</em> konverter <em>boost</em>, konverter <em>buck boost</em> dan lain-lain. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan konverter <em>buck boost</em> untuk mengatur kecepatan motor DC karena memiliki daya yang relatif rendah, efisien dan ekonomis. Kenggulan lainnya adalah desain yang sederhana, kecepatan respon sangat cepat, dan faktor daya tinggi. Dengan merancang konverter <em>buck boost </em>terkontrol, dapat mengatur kecepatan motor DC secara otomatis dengan acuan kecepatan referensi yang telah ditetapkan pada berbagai variasi pembebanan. Sehingga kecepatan dapat dipertahankan meskipun dengan berbagai nilai pembebanan.</p>Muhammad Imam SafiiAisyah Nabila Putri FMoch Cahyo PujiantoBelly Yan DewantaraIradiratu Diah P
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-102935RANCANG BANGUN CUK CONVERTER PADA KAPAL BOAT TENAGA SURYA MENGGUNAKAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) ANN-LEVENBERG MARGUARDT
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/138
<p>Pembangkit listrik tenaga surya adalah salah satu pembangkit tenaga listrik alternatif yang banyak dikembangkan, panel surya sebagai pembangkit listrik terbaharukan, di masa mendatang akan semakin memiliki peranan penting sebagai pengganti energi fosil untuk memenuhi kebutuhan listrik. Penerapan yang belum dilakukan panel surya ini akan di aplikasikan pada kapal boat bertenaga listrik. Kendala utama dari panel surya adalah daya dan teganagn keluaran panel yang dipengaruhi radiasi matahari yang selalu berubah-ubah (Darmawan, 2010). Akibat tidak stabilnya tegangan panel surya tersebut baik diatas maupun dibawah dari standart tegangan pengisian baterai maka tidak akan terjadi pengisisan baterai dari panel surya. Pada penelitian ini peneliti merancang converter untuk memaksimalkan suplai daya panel surya dengan cara menstabilkan tegangan keluaran panel surya pada baterai sehingga pengisian daya menjadi optimal. Tipe converter yang digunakan adalah <em>Cuk converter</em>. Pada tipe <em>converter</em> ini bisa mengkontrol tegangan keluarannya naik dan turun hingga dua kalilipat diatas dan dibawah tegangan masukannya. Cuk converter akan ditanam Artifial Intelegence berupa Artificial Neural Network (ANN). Hal ini digunakan utuk mengenali besaran tegangan yang dikeluarkan panel surya dan mengkonversinya ketegangan standart pengisian baterai. Pada kasus ini kami stabilkan ditengnngan 14 Volt dengan cara mengatur duty-cycle dari <em>switching</em> Cuk Convereter. Dengan ANN yang tertanam didalam <em>Cuk Convereter</em> maka secara otomatis tegangan keluaran panel surya akan di konversi ke tegangan 14 Volt dengan daya yang paling optimal. Pada penelitian ini didapat nilai ripel tegangan pada <em>cuk converter</em> ANN yaitu 2,365% terhadap nilai tegangan refrensi 14 volt dibandingkan tanpa ANN sebesar 5,87% terhadap tegangan refrensi.</p>Muhammad TaufiqurrohmanDaeng Rahmatullah
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-103644PENGATURAN KECEPATAN MOTOR PENGGERAK PROPELLER PADA KAPAL MENGGUNAKAN METODE PID KONTROL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/139
<p>Salah satu pengembangan teknologi perkapalan adalah pada sistem penggerak baling-baling pada kapal atau biasa disebut <em>propeller. Propeller</em> berfungsi sebagai alat untuk menghasilkan gaya dorong gerak kapal. Untuk menghasilkan daya dorong tersebut maka <em>propeller</em> harus berputar, <em>propeller</em> diputar dengan poros yang digerakkan oleh penggerak utama dalam kamar mesin yaitu motor listrik. Untuk menghasilkan kecepatan gerak kapal yang konstan dan stabil maka motor penggerak harus dapat memutar <em>propeller</em> dengan kecepatan putar yang disesuaikan dengan kecepatan gerak kapal yang diinginkan, walaupun terkadang pada pergerakan kapal ada hambatan berupa arus air ataupun hambatan lain. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka pada penelitian ini dibuat alat sistem kontrol pengaturan kecepatan motor penggerak <em>propeller</em> pada kapal menggunakan suatu metode kontrol PID (<em>Proportional, Integral,</em> <em>Derivative</em><em>)</em><em>. </em>Metode kontrol PID adalah suatu kontroler yang digunakan untuk menentukan sistem tersebut presisi atau tidak dengan menggunakan karakteristik <em>feedback </em>(umpan balik) pada sistem, sehingga akan didapatkan kecepatan putar motor penggerak yang stabil. Sistem kerja kontrol PID yang digunakan bekerja berdasarkan nilai <em>setpoint </em>atau nilai kecepatan laju kapal yang diinginkan, dan membandingkan dengan kecepatan laju kapal yang sebenarnya, dari kedua nilai tersebut akan dibandingkan untuk mendapatkan nilai selisih (<em>error) </em>untuk selanjutnya digunakan sebagai proses komputasi dari metode kontrol PID. Hasil komputasi dari metode PID adalah berupa nilai untuk penentuan besarnya nilai <em>Pulse Width Modulation (PWM) </em>yang digunakan untuk mengatur besar tegangan yang disalurkan ke motor penggerak <em>propeller.</em> Dengan menggunakan metode kontrol PID kecepatan gerak laju kapal dapat dengan mudah dikendalikan atau dikontrol.</p>SuryadhiJoko Subur
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-104554GRACIFUEL SEBAGAI INOVASI PROSES PRODUKSI BIOETANOL BERBAHAN LIMBAH AGAR GRACILARIA SP. DENGAN SAKARIFIKASI MENGGUNAKAN H2SO4
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/140
<p>Konsumsi bahan bakar pada 2018 mencapai 75 juta kiloliter seiring dengan peningkatan kendaraan bermotor, yang sebesar 21,17%. Bioetanol adalah bahan bakar terbarukan. Biomassa adalah salah satu yang berpotensi menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan. Biomassa berupa rumput laut kelas Rhodophyceae (ganggang merah) yang diolah untuk menghasilkan produk samping berupa limbah agar. Limbah untuk Gracilaria sp. dapat menjadi substrat untuk menghasilkan bioetanol, karena biomassa memiliki banyak kandungan polisakarida jenis selulosa dan galaktan ketika difermentasi oleh ragi S. cereviseae yang sebelumnya diproses dengan sakarifikasi. GRACIFUEL (Gracilaria Biofuel): inovasi dalam produksi bioetanol berbasis limbah sehingga Gracilaria sp. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang dilakukan uji lanjutan Duncan. Penelitian ini dilakukan dengan perbedaan konsentrasi asam H<sub>2</sub>SO<sub>4</sub> (0%: 0,75%: 1,5% dan 2,25%). Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan (P> 0,05) pada konsentrasi asam yang digunakan dalam sakarifikasi (gula total, gula reduksi, pH, dan total spora). Jadi limbah agar-agar memiliki potensi untuk menjadi energi terbarukan.</p>Nela A. KhoiriyahM. JannahA. Rosul ArifA.A. Jaziri
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-1016ANALISA RISIKO TUBRUKAN KAPAL DAN PEMODELAN PERSEBARAN TUMPAHAN MINYAK DI SELAT BALI
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/122
<p>Selat Bali merupakan salah satu selat yang penting di Indonesia dikarenakan tingginya densitas kapal yang melewati Selat Bali khususnya untuk kapal penumpang yang beraktivitas secara rutin. Dengan tingginya volume lalu lintas kapal terutama kapal penumpang dengan jumlah penyebrangan sebanyak 190.820 <em>trip</em> yang berada di Selat Bali, maka hal tersebut memiliki kemungkinan untuk terjadinya kecelakaan kapal khususnya tubrukan kapal dengan kapal. Untuk melakukan penilaian risiko tubrukan kapal diperlukan analisis frekuensi tubrukan kapal dan analisis konsekuensi dengan melakukan simulasi tumpahan minyak yang terjadi akibat dari tubrukan kapal pada kapal tanker. Analisa frekuensi tubrukan kapal dilakukan berdasarkan <em>IWRAP Theory </em>secara perhitungan manual untuk skenario head-on collision, crossing collision dan overtaking collision. Dimana pengaruh nilai probabilitas untuk mendapatkan nilai frekuensi tubrukan kapal di Selat Bali menggunakan metode <em>Bayesian Network</em>. Analisis konsekuensi dilakukan dengan membuat permodelan persebaran tumpahan minyak dari kapal tanker akibat tubrukan kapal yang terjadi dengan menggunakan <em>software GNOME</em>. Dari perhitungan pada studi ini dapat menghasilkan nilai risiko yang akan dilakukan pemetaan pada matriks risiko akibat dari tubrukan kapal yang terjadi di Selat Bali. Apabila level risiko berada di atas ALARP maka perlu dilakukan mitigasi untuk meminimalisir risiko yang terjadi di Selat Bali.</p>Dhanang Aji PurnomoA.A.B. DinariyanaKetut Buda Artana
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-06110OPTIMASI PERALATAN BONGKAR MUAT SEMIAUTOMATIC CONTAINER DI TERMINAL TELUK LAMONG (TTL) BERDASARKAN RENCANA PENGEMBANGAN PELABUHAN BARU
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/123
<p>Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup stabil selama beberapa tahun di titik 5% memberi dampak pada seluruh komponen sektor perdagangan, khususnya pelabuhan. Terminal Teluk Lamong (TTL) sebagai salah satu pelabuhan di Jawa Timur mengalami dampak signifikan, khususnya pada tahun 2017 mengalami kenaikan nilai <em>container</em> <em>throughput</em> sebesar 103,31 %. Sejalan dengan peningkatan jumlah <em>container, </em>TTL sedang melakukan pengembangan pelabuhan dalam 4 tahap berupa pengembangan infrastruktur dan peralatan bongkar muat. Agar dapat melayani <em>container</em> yang jumlahnya meningkat tiap tahun dengan optimal, maka perlu dilakukan optimasi dalam pengembangan pelabuhan. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan optimasi peralatan bongkar muat khusus <em>container</em> pada tahap akhir pengembangan menggunakan metode simulasi. Simulasi dilakukan menggunakan <em>software</em> ARENA. Tahap awal penelitian adalah membuat model simulasi pada saat ini (<em>existing</em>) berdasarkan proses bongkar muat TTL. <em>Input </em>dari model simulasi adalah waktu jeda (<em>delay</em>) kedatangan kapal, kedatangan <em>container</em>, dan waktu proses tiap peralatan bongkar muat. Model simulasi kemudian divalidasi agar dapat mewakili proses bongkar muat di TTL. Peralatan bongkar muat yang akan dioptimasi adalah STS (<em>Ship-to-shore crane</em>) dan CTT (<em>Combined Terminal Trailer</em>). Penelitian ini akan mengkomparasi STS dengan performa B/C/H (<em>box/crane/hour</em>) yang berbeda untuk mengetahui kebutuhan minimum penambahan STS agar dapat melayani hingga 5.500.000 TEUs tiap tahunnya. Selanjutnya adalah menentukan jumlah penambahan CTT yang optimal untuk sesuai dengan penambahan blok CY pada pengembangan tahap akhir. Berdasarkan penelitian ini, didapat hasil jumlah penambahan CTT perlu ditambah sebanyak 70 buah dengan sistem operasional <em>dedicated</em> ke tiap blok CY. STS ditambah sebanyak 23 jika dioperasikan pada performansi 24 B/C/H dengan batas kinerja pelabuhan 60% dan sebanyak 28 pada performansi 22 B/C/H dengan batas kinerja pelabuhan 50%.</p>I Gede Widya MahardikaR.O. Saut GurningA. A. B. Dinariyana. D. P.
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-101118INVENTARISASI PENGGERAK UTAMA KAPAL TARADISIONAL DI GRESIK – JAWA TIMUR
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/124
<p>Kapal tradisional merupakan kapal yang di buat oleh galangan kapal tradisional yang proses pembangunan berdasarkan turun-temurun. Pemilihan penggerak utama kapal umumnya tidak dilengkapi data dan perhitungan secara matang, Sehingga risiko terjadinya kerusakan sangat besar. Sehingga, untuk dapat meminimalisir terjadinya kerusakan mesin, dilakukan dengan cara inventarisasi, Inventarisasi merupakan kegiatan proses pendataan yang dengan tujuan untuk mendata mesin penggerak utama kapal tradisional agar dapat memenuhi aturan yang ditetapkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Biro Klasifikasi Indonesia atau yang sering disebut BKI adalah sebuah badan organisasi yang bertugas untuk memberikan surat layak jalan untuk kapal-kapal di Indonesia dan kapal asing. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mengambil 30 sampel kapal tradisional yang memiliki karakteristik berbeda dari beberapa wilayah pesisir di Gresik, Jawa Timur. Berdasarkan analisa data yang dilakukan yaitu dengan cara menghitung tahanan total kapal dan daya yang dibutuhkan oleh kapal yang digunakan untuk menentukan daya mesin kapal, Maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa kapal tradisional yang memiliki penggerak utama kapal lebih dari satu mesin umumnya sudah memenuhi aturan yang ditetapkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Sedangkan kapal yang memiliki penggerak utama satu banyak yang tidak memenuhi standart yang ditetapkan, Dengan demikian dilakukannya inventarisasi ini dapat sebagai acuan untuk pemilihan penggerak utama kapal dan dengan tujuan keselamatan dalam pelayaran</p>Adharu Rahmat DaniArif WinarnoPutri Dyah Setyorini
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-101928PENGARUH VARIASI JARAK POROS PROPELLER YANG BERBEDA PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL KM. SRI MULYO DI BRONDONG LAMONGAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/125
<p>Kabupaten lamongan tepatnya di daerah brondong terdapat kapal ikan KM. Sri Mulyo dengan 3 mesin penggerak utama, dimana mesin tersebut menggerakkan 3 poros <em>propeller</em> yang berfungsi mendorong kapal untuk dapat beroperasi dilautan. Poros tersebut memiliki ketidakakuratan dalam menempatkan jarak poros yang semestinya dilakukan. Ketidakakuratan tersebut mempengaruhi aliran fluida kapal yang berpotensi pada daya dorong kapal (<em>thrust</em>). Dalam hal ini dilakukan penganalisaan terhadap jarak poros <em>propeller</em> kapal dengan membuat 3 model percobaan dengan bertujuan untuk mendapatkan daya dorong (<em>thrust</em>) yang lebih optimal. Percobaan model 1 ialah kondisi nyata (<em>real</em>) dilapangan dengan posisi jarak poros kanan 0,95 meter ke poros tengah dan posisi jarak poros kiri 1 meter ke poros tengah. Percobaan model 2 dengan variasi (maksimum) penambahan 15 centimeter dari model pertama. dan percobaan model 3 dengan variasi (minimum) pengurangan 15 centimeter dari model pertama. Percobaan model atau simulasi dilakukan dengan <em>software</em> <em>ANSYS</em> 14,5 untuk mengetahui hasil daya dorong (<em>thrust</em>) dan tahanan kapal total dengan metode Harvard. Dalam simulasi model 1 didapatkan tahanan total kapal sebesar 15,5477914 kN, <em>thrust</em> kapal sebesar 24,2672609 kN dan <em>thrust propeller</em> sebesar 19,1711361 kN, kemudian simulasi model 2 didapatkan tahanan total kapal sebesar 15,0678853 kN <em>thrust</em> kapal sebesar 23,5182152 kN dan <em>thrust propeller</em> sebesar 18,57939 kN. kemudian simulasi model 3 didapatkan tahanan total kapal sebesar 15,6597348 kN <em>thrust</em> kapal sebesar 24,4419841 kN dan <em>thrust propeller</em> sebesar 19,3091674 kN. Maka hasil <em>thrust</em> yang paling optimum merujuk kepada model ke 3 dengan tahanan total kapal sebesar 15,6597348 kN kN <em>thrust</em> kapal sebesar 24,4419841 kN dan <em>thrust propeller</em> sebesar 19,3091674 kN.</p>Muchamad Fachrul RoziArif WinarnoMuhammad Riyadi
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-102939ANALISA PENAMBAHAN SKEG PADA PERAHU PENYEBERANGAN GILI KETAPANG TERHADAP THRUST
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/126
<p>Pulau Gili Ketapang terletak pada kabupaten Probolinggo, Kecamatan Sumberasih, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sarana transportasi yang digunakan berupa perahu Penyeberangan. Sistem propulsinya menggunakan semi-outboard, Oleh karena itu, dilakukan modifikasi baru berupa skeg menggunakan NACA Airfoil 4 series dengan tipe 0024. Adanya penambahan skeg tersebut, dapat diketahui mengenai laju aliran dan gaya dorong (thrust) perahu yang paling optimal. Metode pada penelitian ini menggunakan software ANSYS R.14.5 untuk simulasi model. Dari hasil simulasi tersebut didapatkan perhitungan tahanan kapal model 1 sebesar 10,957 kN, model 2 sebesar 11,241 kN, dan model 3 sebesar 11,280 kN. Serta didapatkan perhitungan gaya dorong (thrust) perahu model 1 sebesar 11,105 kN, model 2 sebesar 11,393 kN, dan model 3 sebesar 11,433 kN.</p>Dwi ArdiansyahArif Winarno
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-104049PERBANDINGAN CAT YANG MENGANDUNG ZINC CHROMATE DAN CAT YANG MENGANDUNG URETHANE DALAM PENGENDALIAN LAJU KOROSI PELAT BAJA GRADE A 36
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/127
<p>Korosi merupakan kejadian yang sering terjadi di plat kapal karena proses kimiawi yang diakibatkan oleh pengaruh lingkungan terutama adalah air laut. Salah satu perlindungan korosi dengan mengguakan metode <em>Paint Coating </em>dan cat yang digunakan mengandung <em>Zinc Chromate </em>dan cat yang mengandung <em>Urethane</em>. Kemudian pelat baja yang dilapisi akan di uji dalam laboraturium dengan pengujian mengunakan metode <em>America Society of Testing Materials </em>dengan pengujian <em>salt spra</em>y dan pengujian <em>Adhesion test</em>. Dalam penulisan ini disajikan hasil penelitian tentang analisa ketahanan korosi pada pelat baja yang biasa yang digunakan sebagai material kapal dengan mengamati perubahan massa yang hilang. Penentuan dalam pemilihan cat adalah fokus dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa <em>Urethane </em>memiliki laju korosi 450 % lebih baik dari <em>Zinc Chromate</em> dan <em>Urethane</em> memiliki daya lekat lebih baik dari pada <em>Zinc Chromate</em></p>Bagas PrakosoDwisetiono
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-105057ANALISIS HUMAN ERROR SEBAGAI PENYEBAB KECELAKAAN TUBRUKAN KAPAL DI AREA PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HFACS DAN AHP
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/128
<p>Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia. Dimana pelabuhan Tanjung Perak menduduki posisi pelabuhan terbesar kedua setelah pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Pelabuhan Tanjung Perak juga memegang posisi yang sangat penting dalam proses penyaluran logistic dari Indonesia bagian barat ke Indonesia bagian timur. Berdasarkan laporan tahunan dari PT. Pelindo III gerbang utama pelabuhan Tanjung Perak akan melalui pintu utama di area APBS dengan lebar 100 meter dan juga panjang sepanjang 25 Nm. Pada tahun 2017 terdapat pergerakan kapal sebanyak 26901 dan akan terus bertambah setiap tahunnya. Dengan area yang sempit dan juga pergerakan kapal yang sangat padat, akan dapat meningkatkan terjadinya kecelakaan tubrukan kapal di area ini. Berdasarkan laporan dari Mahkamah Pelayaran, penyebab kecelakaan kapal di dominasi oleh adanya faktor manusia atau <em>human error</em>. Oleh karena itu metode <em>Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) </em>akan digunakan pada penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya <em>human error.</em> Klasifikasi didapatkan berdasarkan kajian dari data-data kecelakaan tubrukan kapal pada tahun-tahun sebelumnya. Pada metode ini didapatkan bahwa faktor tertinggi penyebab adanya <em>human error</em> terletak pada level <em>pre-condition for unsafe acts</em> sebanyak 9 faktor, <em>unsafe supervision </em>sebanyak 6 faktor, <em>unsafe acts</em> sebanyak 5 faktor dan 4 faktor pada level <em>organizational influences. </em>Kemudian masing-masing faktor akan dibobotkan dengan menggunakan metode <em>Analytical Hierarchy Process (AHP)</em> untuk mengetahui bobot tertinggi pada masing-masing penyebab <em>human error</em> pada kecelakaan tubrukan kapal di area pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.</p>Dheo Cakra Satya PutramanKetut Buda ArtanaTrika Pitana
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-105867ANALISA ALIRAN TEKANAN PADA PENAMBAHAN 3 SKEG KAPAL IKAN JON – JON DI BRONDONG LAMONGAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/129
<p>JON-JON salah satu jenis kapal nelayan khas daerah Pantai Utara khususnya di Brondong Lamongan. yang mana dari waktu kewaktu mengalami perkembangan bentuk semakin besar mendekati ukuran kapal modern. Salah satu perkembangan modifikasi bentuk pada kapal ini adalah penambahan <em>skeg</em> dengan menggunakan <em>foil </em>seri 4 simetris NACA 0006 untuk membantu kinerja dari kapal JON-JON tersebut. Penambahan struktur <em>skeg</em> akan secara langsung dapat membantu fluida mengalir lebih <em>smooth </em>melewati lambung kapal menuju <em>propeller. </em>Arus ikut yang terjadi pada tiap baling-baling cukup berpengaruh pada <em>thrust</em> kapal. Maka dari itu akan diadakan analisa penambahan <em>skeg</em> pada kapal KM SRI MULYO utuk mendapatkan hasil <em>thrust </em>optimal. Metode yang di gunakan untuk menyelesaikan masalah diatas dengan perhitungan dan di bantu dengan pemodelan menggunakan program <em>ANSYS</em> 14.5 dengan bertujuan mengetahui nilai <em>thrust. </em>Hasil simulasi dari <em>ANSYS </em>14.5 di dapatkan hasil tahanan model <em>real </em> kapal sebesar 15,5477kN dan pada model kapal yang sudah di tambahkan <em>skeg </em>sebesar 15,561 kN. Dan diperoleh nilai <em>trhust </em>dari hasil simulasi pada model kapal <em>real </em>sebesar 24,267 kN dan pada kapal yang sudah ditambahkan <em>skeg </em>sebesar 24,287 kN.</p>Mochamad AriskyArif Winarno
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-106875KEKUATAN POROS YANG DILAPISI EPOXY ADHESIVE
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/130
<p>Poros merupakan salah satu bagian terpenting dari instalasi penggerak kapal. Putaran mesin ditransmisikan ke <em>propeller</em> melalui poros, maka poros sangat mempengaruhi kerja mesin bila terjadi kerusakan. Pada poros transmisi secara bersamaan akan mengalami beban puntir dan beban lentur. Dengan digunakannya poros transmisi secara terus menerus akan mengakibatkan poros itu terkikis. Untuk memperbaiki poros transmisi yang terkikis dapat dilakukan dengan cara melapisi bagian yang terkikis dengan <em>epoxy adhesive</em>. <em>Epoxy adhesive</em> dapat melekat dengan kuat pada poros. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh <em>epoxy adhesive</em> terhadap kekuatan poros. Metode yang digunakan untuk mengetahui daya tahan poros dengan melakukan uji tarik dan uji <em>fatigue.</em> Hasil dari pengujian tarik dengan penambahan <em>epoxy adhesive</em> sebesar 2 mm menambah kekuatan tegangan tarik s<sub>u </sub>poros 2,4% dan menambah kekuatan <em>fatigue </em>sebesar 1,7 %</p>Danny RachmadiDwisetiono
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-107686ANALISA TEKNIS PENGARUH JUMLAH SUDU PROPELLER BEBAS PUTAR TERHADAP GAYA DORONG KAPAL TUNDA DPS IX
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/131
<p><em>Propeller </em>bebas putar adalah <em>propeller </em>yang berputar secara bebas pada poros <em>propeller </em>utama. Kelebihan dari <em>propeller </em>bebas putar yaitu bisa sebagai turbin yang memanfatkan energi putaran aliran bebas (<em>sliptream</em>) dari <em>propeller </em>utama dan juga sebagai <em>propeller </em>biasa yang dapat mengubah energi dari aliran bebas kedalam gaya dorong/<em>thrust</em>. Dengan memanfaatkan aliran bebas dari <em>propeller </em>utama dapat meningkatkan gaya dorong/<em>thrust, </em>torsi dan efisiensi <em>propeller. </em>Untuk mendapatkan nilai gaya dorong/<em>thrust </em>yang maksimal hal yang perlu diperhatikan ialah diameter, jumlah sudu (daun), <em>pitch, </em>dan juga <em>design </em>dari profil daun <em>propeller. </em>Jumlah sudu (daun) pada <em>propeller </em>sangat berpengaruh terhadap gaya dorong/<em>thrust. </em>Dengan parameter putaran <em>propeller </em>yang sama dengan jumlah sudu (daun) yang berbeda maka akan menghasilkan nilai gaya dorong/<em>thrust </em>yang berbeda pula. Sehingga dalam penelitian ini dibuat modifikasi jumlah sudu (daun) 8 (model 1), 10 (model 2) dan 11 (model 3) pada <em>propeller </em>bebas putar dengan penyelesaian menggunakan metode <em>Sv. Aa. Harvald. </em>Hasil nilai <em>thrust </em>yang didapatkan dari model 1 sebesar 40,284 kN, model 2 sebesar 55,906 kN dan pada model 3 sebesar 56,837 kN. Selain itu juga didapatkan persentase kenaikan <em>thrust </em>dari setiap model yaitu, pada model 1 mengalami kenaikan <em>thrust </em>sebesar 0,0139882%, pada model 2 persentase kenaikan <em>thrust </em>yang didapat sebesar 0,36866%, sedangkan pada model 3 didapat nilai persentase kenaikan <em>thrust </em>sebesar 0,3911180%.</p>Dewi Nurma YunitaArif WinarnoBimo Darmadi P.
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-108796ANALISA PENAMBAHAN SPRING PRESSURE PLATE SEBAGAI USAHA MEMPERPENDEK IGNITION DELAY TIME TERHADAP PERFORMANCE DIESEL ENGINE
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/132
<p>Penambahan plat pada pegas injektor adalah untuk menambah tekanan kerja fluida bahan bakar untuk mengangkat jarum nozzle. Hal tersebut untuk mengetahui pada tekanan injeksi <em>nozzle</em> hingga di dapat performance yang baik, selanjutnya dilakukan pengujian langsung pada motor diesel. Pengujian dilakukan pada konstan speed variabel beban. Data hasil percobaan akan diolah untuk mendapatkan karakteristik motor diesel yang berupa: daya, sfoc dan effisiensi thermis. Penambahan plat pada sisi pegas injektor mempunyai akibat pada panjang pegas kondisi terpasang menjadi pendek. Pengujian menunjukkan bahwa hubungan tersebut adalah linear yaitu jumlah plat sebanding dengan tekanan kerja pegas injektor. Penambahan satu plat mengakibatkan penambahan 5 bar. Pengoperasian diesel engine percobaan dapat dikatakan lebih effiesien jika menggunakan tekanan injektor 120 bar. Hal tersebut telah dibuktikan pada sisi jumlah bahan bakar yang dibutuhkan dan daya yang dihasilkan.</p>Hadi PrasutiyonToto Soeharmono
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-102022-10-1097108PENINGKATAN PRODUKTIFITAS DAN KAPASITAS PRODUKSI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL PACIRAN LAMONGAN SEBAGAI INDUSTRI KAPAL NASIONAL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/97
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting galangan kapal tradisional yang ada di daerah Paciran Lamongan. Hal tersebut di lakukan untuk menentukan kemampuan galangan kapal tradisional pada saat ini, penentuan kondisi eksisting dapat menjadi tolak ukur pertimbangan pengambilan keputusan dalam menentukan galangan mana saja yang dapat ikut serta berperan dalam pengadaan kapal penangkap ikan berskala nasional. Data-data yang dipakai untuk analisis didapatkan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan yaitu proyek pengadaan kapal dari tahun 2016 sampai tahun 2018 berjumlah 3.349 kapal dengan ukuran 5 GT - 30 GT. Kelengkapan data lain sebagai pendukung penelitian didapatkan secara langsung dari responden dan pemilik galangan kapal tradisional di Daerah Paciran Lamongan. Metode yang dipakai dalam penelitian menggunakan metode pendekatan teknis dalam menghitung produkfititas dan kapasistas produksi pembangunan kapal penangkap ikan pada galangan kapal tradisional. Hasil analisis didapatkan rata – rata kapasitas produksi kapal – kapal penangkap ikan, dengan tinkat produktifitas sebesar 157,25 JO/GT, kebutuhan kayu 1,304 mᶟ/GT, dan lama waktu pengerjaan 0, 952 waktu/GT. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa peningkatan produktifitas dan kapasitas produksi, perlu meningkatkatkan dalam hal lay out galangan, fasilitas galangan, manajemen galangan, sumber daya manusia, serta material.</p>Jaumar Dwi FirganantoMinto BasukiMaria Margareta Beu
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-052022-10-05110ANALISIS POTENSI PASAR TENTANG GREEN SHIP RECYCLING YARD DI INDONESIA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/98
<p>Kapal atau kapal laut memiliki masa hidup normal sekitar 30 - 40 tahun setelah perbaikan atau renovasi menjadi tidak ekonomis. Setelah umur kapal tidak ekonomis diharuskan daur ulang di tempat pemotongan kapal yang biasa disebut <em>Ship Breaking Yard. </em>Namun dalam lingkungan kerja di <em>Ship Breaking Yard</em>, banyak hal yang tidak sesuai dengan Peraturan Lingkungan Hidup dan Keselamatan Kerja. Maka dalam perjalanan bisnis <em>Ship Breaking Yard </em>nantinya akan terganti oleh <em>Green Ship Recycling Yard </em>yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan Peraturan Lingkungan Hidup dan Keselamatan Kerja. Dalam merencanakan <em>Green Ship Recycing Yard </em>maka harus dilihat potensi pasar yang dapat dicakup agar nantinya proses bisnisnya berjalan lancar. Potensi pasar Ship Recycling Yard di Indonesia sangat besar, hal itu dapat dilihat dari data yang diambil dari <em>Ship </em>Register di Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Tahun 2019. Melalui metode <em>sort</em> dan <em>filter</em> data, maka didapatkan jumlah kapal yang sudah di atas 25 tahun adalah sebesar 8516 unit, dengan rincian Bulker sebanyak 68 unit, Container sebanyak 168 unit, Ferry sebanyak 339 unit, Tanker sebanyak 737 unit, General Cargo 1908 unit, Barge sebanyak 1123 unit, Tug Boat sebanyak 1543 unit, Lainnya sebanyak 2630 unit, dan jumlah tonase volume ruang tertutup kapal (Gross Tonnage) sebesar 11.895.653 Ton.</p>Mohammad Zanuar LukmanMinto BasukiErifive Pranatal
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-052022-10-051116IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP HARGA PEMBANGUNAN KAPAL BARU BERBASIS PENTAPLE BOTTOM LINE PLUS R
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/99
<p>Pekerjaan pembangunan kapal baru termasuk dalam pekerjaan komplek dengan sistem pembayaran <em>multy years</em> atau lebih dari satu tahun anggaran, sehingga sangat penting untuk menyusun anggaran biaya atau harga yang dibutuhkan dalam membangun kapal baru. Harganya harus disesuaikan dengan kebutuhan material dan jasa dengan standar harga pasar selama waktu penyelesaian pekerjaan. Perhitungan harga pembangunan kapal baru sangat dipengaruhi oleh beberapa factor internal dan eksternal perusahaan. Tujuan penelitian ini melakukan identifikasi data primer dan sekunder yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi harga pembangunan kapal baru, berbasis <em>Pentaple Bottom Line</em>. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey lapangan dan studi pustaka dengan menelaah literatur yang bersumber dari buku, artikel, laporan penelitian dan media elektronik terkait masalah yang akan dipecahkan. Konsep yang diusulkan berkaitan dengan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi harga pembangunan kapal baru berbasis <em>Pentaple Bottom Line </em>akan disimplifikasi dan diklasifikasikan yang mengadopsi serta mengakomodasi faktor-faktor yang berpengaruh. Hasil yang diperoleh berupa faktor <em>Pentaple Bottom Line plus R (5P plus R</em>) yaitu: <em>People, Planet</em>, <em>Profit, Phenotechnology</em>, <em>Prophe</em>t, <em>Regulation</em>.</p>Ali AzharTri Agung Kristiyono
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-061726ANALISA INVESTASI KAPAL IKAN TRADISIONAL DI DESA PASONGSONGAN KABUPATEN SUMENEP
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/100
<p>Pasongsongan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pasongsongan dan termasuk wilayah paling barat pantai utara di Kabupaten Sumenep dimana mayoritas penduduk umumnya berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan kapal ikan dengan jenis alat tangkap <em>purse sein</em>. Tujuan dari penulisan ini yaitu mengetahui jangka waktu pengembalian modal dan analisa investasi kapal ikan tradisional dengan jenis alat tangkap <em>purse sein </em>15 GT untuk mengetahui layak atau tidaknya investasi tersebut dijalankan. Studi dilakukan dengan pengambilan data biaya investasi dan biaya operasional serta hasil tangkapan yang diperoleh dari nelayan pemilik kapal dan nelayan <em>purse sein </em>15 GT di UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Pasongsongan. Perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal dengan menggunakan metode <em>payback period</em> (PP) dan metode yang digunakan sebagai pertimbangan analisis kelayakan investasi adalah <em>net present value</em> (NPV), <em>benefit cost ratio</em> (BCR), dan <em>internal rate of return </em>(IRR). Hasil analisis bisnis: nilai NPV RP 621,293,355,-., (NPV bernilai positif); BCR 1,70. (BCR > 1); IRR adalah 18,53% > <em>i </em>(<em>i </em>= 7%), dan <em>payback period</em> selama 4,86 tahun. Oleh karena umur ekonomis kapal 10 tahun maka dari sisi <em>payback period</em>-nya investasi investasi kapal <em>purse sein </em>15 GT di Desa Pasongsongan, Kabupaten Sumenep dikatakan layak dilanjutkan dan dari sisi analisis kelayakan investasi dapat dikatakan menguntungkan karena melebihi kriteria kelayakan yang telah ditentukan pada metode tersebut</p>Moh. Ainur RohimIntan BarorohAli Munazid
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-062736ANALISA BIAYA PERBAIKAN PADA SISTEM BAHAN BAKAR DAN SISTEM PENDINGIN (STUDI KASUS KAPAL KMP. SMS SWARAYA)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/101
<p>KMP SMS SWAKARYA merupakan kapal tipe <em>Ro-Ro</em> yang beroperasi di pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Lancarnya kinerja dari mesin tidak lepas dari peran sistem pendingin dan sistem bahan bakar juga dibutuhkan perbaikan pipa yang biasanya dikerjakan di galangan kapal, galangan kapal mendapatkan pekerjaan tersebut dibantu oleh jasa konsultan perencana. Konsultan perencanaan perpipaan harus merencanakan tentang berapa biaya jasa dan jam orng (JO) yang dibutuhkan untuk perbaikan pipa Skripsi ini menyajikan perhitungan dan analisa biaya perbaikan pada sistem bahan bakar dan sistem pendingin (studi kasus kmp sms swakarya), untuk mendapatkan data baru digunakan metode <em>scoring</em> guna untuk mendapatkan nilai harga jasa baru sebagai acuan dasar pada konsultan jasa di FTIK khususnya dibidang perpipaan, pengolahan data dalam skripsi ini dibantu oleh software <em>Mikrosoft Excel. </em>Hasil dan perhitungan analisa biaya mendapatkan nilai jam orang (JO) total waktu dari bongkar pasang sistem pendingin dan bahan bakar 11003 menit dan data baru berupa biaya harga jasa tertingi yaitu pada perbaikan perpipaan sistem pendingin sebesar Rp. 169.976.487,50, pada perpipaan sistem bahan bakar sebesar Rp. 73.306.994,00, biaya harga jasa terendah pada perpipaan sistem pendingin sebesar Rp. 122.290.533,03, pada perpipaan sistem bahan bakar sebesar Rp. 5.358.863,00 dan juga didapatkan harga jasa sedang ini didapatkan dari antara harga jasa tertinggi sampai harga jasa terendah</p>Irfan Aditya PratamaDwisetionoBimo Darmaji
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-063742INVENTARISASI BENTUK LAMBUNG KAPAL TRADISIONAL DI GRESIK – JAWA TIMUR
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/102
<p>Sebagian wilayah Kabupaten Gresik merupakan daerah pesisir pantai, dimana banyak ditemukan kapal nelayan tradisional. Pada proses pembuatan kapal tradisional tidak menggunakan data dan perhitungan desain yang baku sehingga belum sesuai dengan standar yang ada. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk lambung kapal tradisional yang sesuai dengan aturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dengan cara inventarisasi. Terdapat 3 pembahasan yang dilakukan yaitu: ukuran lunas, jarak antar gading, dan tebal kulit luar. Metode y.ang digunakan adalah mengambil data kapal di Gresik Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan pengambilan 10 data kapal dari masing-masing 3 kecamatan yaitu Kecamatan Panceng, Kecamatan Ujung Pangkah, dan Kecamatan Gresik. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk lambung kapal tradisional di Gresik, Jawa Jimur memiliki ukuran lunas yang tidak memenuhi standar BKI, untuk jarak antar gading juga tidak memenuhi standar BKI, sedangkan untuk tebal kulit luar telah memenuhi standar BKI.</p>Fathur Akhmad RezkiArif WinarnoPutri Dyah Setyorini
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-064352ANALISA BIAYA JASA OVERHAUL MOTOR POKOK
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/103
<p>Perkembangan transportasi air telah banyak kemajuan, dari perahu kayu sampai dengan kapal berbahan logam. Kapal menggunakan tenaga motor sebagai sarana olah gerak. Motor perlu diadakan perawatan dan perbaikan untuk mencapai performa maksimal sesuai standart klas, tiap tahun diadakan pengerjaan <em>top overhaul</em> dan setiap 4 tahun diadakan <em>general overhaul</em> yang dikerjakan di galangan perkapalan. Peneliti mengambil data primer pada perusahaan pengampuh untuk mendapatkan jam orang selanjutnya bisa didapatkan harga satuan dan jasa <em>overhaul</em>, dari harga satuan bisa didapatkan rencana anggaran biaya untuk <em>overhaul</em> motor di kapal. Hasil penelitian bisa berguna sebagai acuan dasar pada konsultan di FTIK, khususnya di bidang <em>overhaul</em> motor kapal. Didapatkan dari penelitian standar jam orang kerja 1,5HP/jam/orang, dan harga satuan biaya jasa baru dengan motor putaran tinggi sebesar Rp72.500, motor putaran sedang Rp 93.750, dan motor putaran rendah Rp 115.000.</p>Giovanni Charles DDwisetionoBimo Darmaji
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-065358ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN DI BENGKEL FABRIKASI
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/104
<p>Dalam menjaga kondisi kapal agar tetap layak jalan sesuai standar Biro Klasifikasi Indonesia maka kapal harus rutin melakukan pengedokan. Bagian yang rawan mengalami kerusakan adalah plat lambung. Pekerjaan reparasi pembentukan bahan matrial pengganti plat lambung dipengaruhi oleh tenaga kerja di bengkel fabrikasi. Tenaga kerja merupakan salah satu tenaga penggerak yang berperan dalam pelaksanaan proyek reparasi dan permasalahan yang sering muncul di dalamnya adalah mengenai kurangnya kecekatan tenaga kerja selama bekerja, sehingga bisa menghambat pelaksanaan jadwal yang sebelumnya telah direncanakan (time schedule). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan hubungan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja bengkel fabrikasi di PT Dok dan Perkapalan Surabaya. Metode yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan program SPSS 25. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 30 responden yang berkompeten dalam pekerjaan di bengkel fabrikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa hipotesis yang menyatakan ada pengaruh antara motivasi kerja dan hubungan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja bengkel fabrikasi di PT Dok dan Perkapalan Surabaya diterima dengan sumbangsih 20,2%. Hipotesis minor pertama ada pengaruh signifikan antara motivasi kerja terhadap produktivitas tenaga kerja bengkel fabrikasi diterima dengan sumbangsih 17,1%. Hipotesis minor kedua ada pengaruh signifikan antara hubungan kerja terhadap produktivitas tenaga kerja bengkel fabrikasi diterima dengan sumbangsih 8.8%.</p>Armedy Putraq Fajar RezaIntan Baroroh
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-065968ANALISA BIAYA KERUGIAN PEMBANGUNAN KAPAL COASTER 2000 GT FABRIKASI PASCA KEBAKARAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/105
<p>Proses pembangunan kapal baru sering kali terjadi beberapa hambatan yang dapat mempengaruhi kegiatan produksi sehingga tidak mencapai target yang diharapkan. Kebakaran merupakan salah satu hambatan yang rentan terjadi pada proses pembangunan kapal yang sangat merugikan banyak pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis biaya kerugian pembangunan kapal <em>C</em><em>oaster</em> 2000 GT pasca kebakaran yang terjadi disalah satu galangan kapal nasional. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan untuk mendapatkan data material, <em>outfitting</em>, sistem perpipaan, dan kelistrikan. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dibantu <em>software </em><em>M</em><em>icrosoft </em><em>E</em><em>xcel. </em>Hasil perhitungan dan analisis biaya deviasi pembangunan kapal <em>C</em><em>oaster 2000 </em>GT pasca kebakaran diperoleh: biaya material sebesar Rp. 2,070,173,039, biaya jasa galangan Rp. 429,689,833 dan biaya <em>overhead </em>Rp. 53,747,051, sehingga diperoleh HPP <em>(harga pokok produksi)</em> sebesar Rp. 4,527,903,380 yang artinya biaya pembangunan kapal mengalami kenaikan atau kerugian sebesar 6.15% dari biaya awalnya sebesar Rp. 73,600,000,000 menjadi Rp. 78,127,903,380.</p>Irhas RihsyatAli AzharIntan Baroroh
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-066973EFISIENSI BIAYA REPOWERING DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/106
<p>Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan dibawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah. Kapal Angkutan Penyeberangan atau kapal feri adalah Kapal Motor Penyeberangan (KMP) merupakan kendaraan air yang digerakkan tenaga mekanik, berfungsi sebagai jembatan bergerak untuk mengangkut penumpang dan kendaraan beserta muatannya yang masuk dan keluar melalui pintu rampa yang berbeda, memiliki konstruksi lambung dasar ganda (<em>double bottom</em>) serta memiliki paling sedikit 2 (dua) mesin induk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendiskripsikan tingkat efisiensi biaya <em>repowering</em> menggunakan metode <em>activity based costing</em> (ABC), menganalisis dan mendiskripsikan biaya repowering yang lebih efisien, dan mengetahui perbandingan biaya awal hasil evaluasi menggunakan metode <em>activity based costing</em> (ABC). Metodelogi penelitian yang digunakan adalah metodelogi studi lapangan dan studi literatur. Studi lapangan didapatkan berupa data primer berisi <em>repair list</em>, <em>schedule</em> pekerjaan dan wawancara dengan pihak galangan yang berhubungan dengan proses <em>repowering</em>. Sedangkan, studi literatur didapatkan dari tugas akhir, jurnal dan website resmi terpercaya. Dari hasil perhitungan efisiensi biaya dengan metode <em>Activity Based Costing </em>(ABC) didapatkan penururan Harga pokok produksi sebesar 0,08 %, kenaikan profit 0,24 % dan penurunan biaya <em>overhead </em>0,08 %.</p>MR. Shinta Kurnia Cahya MaulandariIntan Baroroh
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-067480ANALISA DURASI WAKTU DAN JAM ORANG PENYELESAIAN KOSNTRUKSI KAPAL COASTER 2000 GT AKIBAT TERJADINYA KEBAKARAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/107
<p>Pembanguan kapal Coaster 2000 GT telah mengalami kebakaran di bangunan atas ruang penumpang ekonomi, yang berlokasi di salah satu galangan kapal nasional sehingga mengakibatkan keterlambatan penyelesaian kapal. Kondisi tersebut memerlukan penjadwalan ulang pada proses produksinya. Tujuan penelitian adalah menganalisis jadwal penyelesaian produksi dengan menggunakan <em>Software Microsoft Project</em> dengan metode <em>Critical Path Method </em>(CPM). Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan untuk mendapatkan data material, outfiting, sistem perpipaan dan kelistrikan. Pengolahan data menggunakan metode statistik deskriptif dibantu <em>Software Microsoft Excel.</em> Proses penjadwalan menggunakan <em>Critical Path Method</em> (CPM) pada <em>Software Microsoft Project </em>setelah itu menghitung Jam Orang (JO) lalu di deviasi dengan jadwal yang sudah direncanakan oleh galangan dan jadwal yang sudah terealisasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu menentukan titik kritis agar pembangunan kapal terlambat, yang akan mempengaruhi pembangunan block-block selanjutnya. Hasil perhitungan deviasi waktu pengerjaan pembangunan block-block yang terbakar pada bangunan atas ruang penumpang ekonomi, waktu efektif pembangunan menggunakan metode <em>Critical Path Method </em>(CPM) dengan menambah waktu lembur 4 jam, dari 4 block dengan tota 33512 (JO) Jam Orang, sedangkan waktu tercepat penyelesaian pembangunan 13 hari, lebih cepat dibanding sebelumnya.</p>Eko JuliantoAli Azhar
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-068188ANALISIS PRODUKTIVITAS KERJA REPARASI PADA FLOATING DOCK MENGGUNAKAN MODEL OBJECTIVE MATRIX (OMAX)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/108
<p>Produktivitas adalah salah satu faktor yang penting dalam proses berkembangnya industri galangan kapal. Salah satu fasilitas yang digunakan untuk reparasi kapal adalah floating dock. Floating Dock V Surabaya milik PT Dok dan Perkapalan Surabaya dapat menampung sekitar 6000 TLC. Namun karena Dock V Surabaya yang merupakan salah satu dock yang berumur karena mulai beroperasi pertama kali pada tahun 1981, dock ini sering mengalami masalah yang dapat mempengaruhi frekuensi docking kapal. Dalam 1 tahun Dock V Surabaya memiliki target 24 kali pengedokan kapal (15 hari / pengedockan kapal) akan tetapi karena permasalahan tersebut, Dock V Surabaya hanya mampu melakukan 12 kali pengedokan (tahun 2018). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kriteria produktivitas pada floating dock, mengukur tingkat produktivitas kerja floating dock, dan untuk mengetahui faktor faktor yang menyebabkan keterlambatan docking kapal yang didasarkan pada 2 kriteria yaitu kriteria efisiensi dan kriteria inferensial. Yang selanjutnya dapat digunakan sebagai data untuk melakukan perbaikan produktivitas dimasa yang akan datang. Metode yang digunakan adalah <em>Objective Matrix</em> (OMAX). Periode bulan April merupakan periode yang memiliki indeks produktivitas yang sangat tinggi sebesar 1,21667 %, hal ini disebabkan karena beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas. Pada periode April nilai rasio 2 sebesar 0,0101 ( ton / JO ) dan nilai rasio 4 sebesar 0,1190 % merupakan pencapaian yang cukup baik, bahkan nilai rasio 1 sebesar 0,4399 ( ton / orang ) dan nilai rasio 3 sebesar 0,0560 ( ton / Kwh ) menunjukkan nilai rasio yang sangat baik.</p>Juniar Rizky ArdiansyahIntan Baroroh
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-068897SIMULASI ALIRAN DAYA PADA SISTEM KELISTRIKAN KAPAL DYNAMIC POSITIONING MENGGUNAKAN MATLAB
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/109
<p><em>Dynamic Position</em> merupakan sistem pengendalian yang dapat mengatur posisi kapal secara otomatis dengan menggunakan mekanisme baling-baling, thruster, sensor posisi yang dikombinasikan dengan sensor angin dan sensor gerak yang memberikan informasi pada komputer yang berhubungan langsung dengan posisi kapal. Pada Penilitian ini dilakukan simulasi aliran daya sistem kelistrikan tertutup pada kapal <em>dynamic positioning</em> menggunakan software matlab yang bertujuan untuk mengetahui aliran daya listrik yang ditransfer dari generator ke beban yang berupa nilai daya aktif (P) dan daya reaktif (Q) pada generator ataupun beban, mengetahui nilai rugi daya yang ada pada sistem kelistrikan apakah memenuhi batas-batas yang telah ditentukan, dan mendapatkan solusi pada permasalahan yang timbul. Setelah dilakukan simulasi pada software matlab pada Skenario ke satu (dengan variasi beban 60% dan 75%) diketahui daya generator yang harus dikeluarkan untuk menyuplai beban adalah 357 kW dan 167 kVar sementara pada sisi beban (bow thruster) dengan variasi (60% dan 75%) diketahui 309 kW dan 141 kVar untuk beban 60%, 386 kW dan 176 kVar untuk beban 75% . Metode perbaikan dilakukan dengan metode pergantian kabel dari segi spesifikasi kabelnya. Kabel diubah, dari keadaan awal kabel dengan diameter 70 mm<sup>2</sup> dengan Z = 0,325 Ω/km diubah menjadi 95 mm<sup>2</sup> untuk diameternya dan Z = 0,248 Ω/km. Upaya tersebut meminimalkan rugi daya<em> (losses)</em> yang terjadi pada skenario satu dengan variasi beban 100%, yang awalnya 6,74% (diatas standart IEC (+/- 5%)) setelah dilakukan pergantian kabel turun menjadi 3,61% (dibawah standart IEC (+/- 5%)) dan bisa dikatakan aman.</p>Sardono SarwitoM. Badrus ZamanSoedibyoJuniarko PranandaRanndy Zakaria
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-0619METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMILIHAN TIPE TERMINAL LNG : STUDI KASUS WILAYAH AMBON
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/110
<p>Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk, kebutuhan listrik di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya. Salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mengalami kekurangan pasokan listrik yaitu wilayah Maluku. Mengacu pada RUPTL PLN 2018 terjadi kekurangan cadangan listrik sebesar 30% di sistem kelistrikan Ambon dan untuk mengatasi kurangnya pasokan listrik tersebut, PLN mencanangkan pembangunan pembangkit berjenis PLTG/MG/GU di wilayah Maluku dengan LNG sebagai bahan bakarnya. Pemanfaatan LNG sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik di wilayah Maluku tentu harus ditunjang dengan tersedianya fasilitas terminal penerima LNG. Pada studi ini terdapat dua lingkup penelitian, yaitu menentukan kapasitas terminal hub LNG berdasarkan skenario distribusi LNG di Maluku dan memilih tipe terminal hub yang nantinya akan diletakkan di Ambon. Penentuan skenario distribusi LNG dilakukan dengan mengklusterkan seluruh pembangkit listrik bertenaga gas di wilayah Maluku dengan metode <em>K-Means Clustering</em> kemudian menentukan kapal LNG yang sesuai sehingga diketahui <em>round trip</em> dan kapasitas tanki penyimpanan. Proses pemilihan tipe terminal hub LNG dilakukan dengan menggunakan metode <em>Fuzzy Analytical Hierarchy Process</em>. <strong><em>Fuzzy-</em>AHP </strong>merupakan pengembangan dari metode AHP dengan pendekatan konsep <em>fuzzy.</em> Terdapat lima pertimbangan dalam pemilihan tipe terminal LNG diantaranya yaitu aspek teknis, aspek finansial, aspek <em>safety </em>& <em>security</em>, aspek lingkungan dan aspek sosial ekonomi. Sedangkan alternatif pemilihan tipe terminal yang digunakan diantaranya yaitu <em>onshore receiving terminal</em> dengan <em>flat bottom tank</em>, <em>onshore receiving terminal</em> dengan <em>vertical tank</em>, FSU dengan <em>floating regasification</em>, dan FSRU. Penelitian ini menghasilkan usulan konsep terminal hub LNG dengan pertimbangan kapasitas tanki dan pola distribusi LNG di wilayah Maluku.</p>Putu Widhi ApriliaKetut Buda ArtanaA.A.B. Dinariyana
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-061017PERANCANGAN AUTOMATIC CHANGE OVER SWITCH GENERATOR PADA KAPAL PENYEBRANGAN KMP. SMS SWAKARYA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/111
<p><em>Black Out </em>merupakan suatu kondisi dimana penyuplai daya utama mengalami masalah sehingga aliran listrik terputus dan mengakibatkan tidak berfungsinya peralatan yang membutuhkan suplai daya listrik. Untuk sistem pemindah suplai daya sendiri masih banyak menggunakan sistem pemindah manual seperti pemencetan tombol. Seperti pada salah satu kapal yang ada di Banyuwangi masih tedapat kapal yang masih menggunakan pemindah secara manual. Cara tersebut dinilai kurang efisien mengingat kondisi <em>black out </em>yang minim akan penerangan. Untuk itu penulis melakukan penelitian dengan pemanfaatan <em>Automatic Change Over Switch </em>sebagai sistem pemindah otomatis untuk meningkatkan efisiensi kinerja <em>generator </em>pada kapal.</p>Arisandy Rochmanto Yusuf
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-061822STUDI ALIRAN DAYA PADA SISTEM KELISTRIKAN KAPAL DYNAMIC POSITIONING DALAM SKALA LABORATORIUM
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/112
<p>Peralatan yang menggunakan energi listrik di kapal sangatlah banyak, maka dari itu suplai yang tersedia harus dapat mencukupi kebutuhan pada kapal tersebut. Salah satu sistem yang membutuhkan energi listrik yang besar adalah sistem <em>Dynamic Positioning</em>, sistem ini merupakan teknologi yang berfungsi untuk mempertahankan posisi kapal pada sauatu titik yang telah ditentukan secara otomatis ataupun dengan kontrol manual. <em>Dynamic Positioning</em> menggunakan sensor gerak dan sensor posisi sebagai penyalur informasi perpindahan kapal ke komputer yang mengendalikan <em>thruster </em>dan <em>rudder </em>secara otomatis sebagai usaha untuk mempertahankan posisi kapal pada titik yang telah ditentukan. Sistem <em>Dynamic Positioning</em> menggunakan motor listrik yang terpasang dengan <em>propeller </em>sebagai <em>thruster</em>, maka dari itu dibutuhkan distribusi tegangan dan daya yang baik agar komponen bekerja optimal dan mencegah kerusakan pada sistem. Studi aliran daya pada sistem <em>Dynamic Positioning</em> dibutuhkan untuk memastikan daya dan tengangan yang di suplai dari generator-generator yang ada di kapal menuju beban atau motor listrik memenuhi standard yang telah ditentukan. Pada studi aliran daya sistem <em>Dynamic Positioning</em> sistem tertutup ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan memodelkan rangkaian dari kapal yang memiliki <em>Dynamic Positioning</em> dengan peralatan laboratorium, dan juga dilakukan analisis terhadap besarnya rugi daya (<em>losses</em>) dan tegangan jatuh yang terjadi pada tiap jalur transmisi pada skenario yang telah ditentukan serta mencari apakah solusi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki permasalahan yang muncul pada aliran daya yang terjadi pada sistem <em>Dynamic Positioning</em>.</p>Sardono SarwitoSeminM. Badrus ZamanSoedibyoEddy Setyo KCatur Rizaldi F
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-062328PENGEMBANGAN SISTEM OTOMASI TERINTEGRASI DENGAN ALAT SAFETY DARURAT UNTUK MENGATUR START/STOP MESIN DIESEL DI KAPAL YANG MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR GAS
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/113
<p>Perkembangan pesat dari sistem otomasi di teknologi perkapalan memberikan kontribusi berbagai keuntungan dari aspek-aspek seperti; kemudahan pengoperasian kapal, perawatan rendah, umur mesin semakin panjang, awak kapal semakin sedikit, dan dampak ekonomis terhadap biaya operasionalnya. Integrasi sistem otomasi akan menghasilkan tingkat keselamatan yang semakin tinggi. Pada riset ini dikembangkan alat safety darurat yang terintegrasi didalam sistem otomasi untuk mengendalikan fungsi start dan stop mesin induk di kapal. Kemampuan ini dapat dikembangkan dengan sistem kendali jauh sebagai teknologi pendamping di kapal otonom atau drone laut. Pada penelitian ini pengembangan sistem untuk alat safety darurat hanya ditujukan untuk mendukung safety di mesin diesel yang berbahan bakar gas. Penggunaan gas sebagai bahan bakar motor diesel beresiko terhadap kerusakan material, ledakan, dan kebakaran. Alat safety darurat yang dirancang diharapkan dapat mencegah secara lebih dini terjadinya bencana tersebut. Alat Safety Darurat dikembangkan didalam sistem otomasi terintegrasi yang meliputi <em>module board</em>, PLC, <em>data acquisition</em>, dan GUI-<em>based programming</em>.</p>Agoes SantosoIndra Ranu KusumaMuhammad Irsyad Saihilmi
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-062935ANALISA TEKNIS PERENCANAAN SISTEM PENDINGIN RUANG PALKAH IKAN DI KM. BINTANG MAS MURNI DARI REFRIGERAN R-22 (HCFC-22) KE R 134A
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/114
<p>Perikanan sebagai suatu kegiatan ekonomi merupakan usaha manusia untuk memanfaatkan sumber daya perikanan dengan cara memanfaatkan kaidah teknologi secara ekonomis. Pemanfaatan hasil perikanan diupayakan melalui nilai pengawetan kesegaran ikan, gizi, dan nilai biologis pada ikan itu sendiri dengan cara pengawetan. Upaya pengawetan hasil perikanan adalah dengan dilakukannya teknik pendinginan dan pembekuan. Dalam proses mendinginkan dan membekukan ikan yang dilakukan berdasarkan PerMenDag Nomor: 84/M-DAG/PER/10/2015 pasal 1 ayat 2 yaitu sistem pendingin refrigeran yang digunakan tidak mengandung senyawa hydrochlorofluorocarbon (HCFC) terutama R-22 atau HCFC-22 yang berotensi dapat merusak molekul ozon d lapisan stratosfer. Sebelum adanya peraturan PerMenDag Nomor 84/M-DAG/PER/10/2015 pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan 3 regulasi yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 3/M-DAG/per/1/2012 tentang ketentuan impor bahan perusak ozon (BPO); Peraturan Menteri Perindustrian Nomor: 41/M-Ind/per/5/2014 tentang larangan penggunaan HCFC dibidang perindustrian dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 55/M-Dag/per/9/2014 tentang impor barang berbasis pendingin. Berdasarkan peraturan tersebut maka R-22 harus diganti ke R-134A dengan total beban yang sudah di perhitungkan yaitu 19,55 kw dengan biaya yang akan ditentukan.</p>Muchammad Fazrul ChoirudinUrip Prayogi
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-063657ANALISA GANGGUAN TEGANGAN JATUH PADA SYSTEM KELISTRIKAN TERTUTUP KAPAL DYNAMIC POSITIONING DENGAN SKALA LABORATORIUM
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/115
<p>Kapal dengan <em>dynamic positioning </em>memiliki kemampuan khusus antara lain, menjaga posisi kapal pada lokasi yang ditetapkan, mengikuti <em>refrence point </em>untuk bergerak sesuai dengan jalur yang ditentukan dan pekerja lainnya. Beberapa pekerjaan kapal dengan <em>dynamic positioning</em> memiliki risiko tinggi jika terjadi kegagalan dalam hal ini kehilangan posisinya. Hampir seluruh peralatan penunjang <em>dynamic positioning </em> merupakan instalasi kelistrikan, menurut data statistic tahun 1994-2003 kegagalan kehilangan posisi yang fatal akibat suplai daya sebesar 10,6% dan sistem elektrikal 6,1% (Li, 2013). Oleh karena itu kualitas tegangan listrik menjadi Salah satu faktor penting pada sebuah sistem kelistrikan kapal. Buruknya kualitas tegangan yang dihasilkan dapat mengakibatkan penurunan keandalan sistem tenaga listrik dan dapat mengurangi <em>lifetime</em> dari peralatan listirk tersebut. Tegangan jatuh yang terjadi pada beban listrik di kapal sering dihiraukan oleh ABK dan jarang mendapat perhatian khusus. Pada penelitian ini dilakukan uji laboratorium tegangan jatuh untuk mengetahui tegangan jatuh. Uji laboratorium ini dilakukan pada beberapa konfigurasi suplai daya dan variasi beban. Hasil uji laboratorium didapatkan tegangan jatuh pada setiap skenario konfigurasi dan variasi beban. terdapat 2 skenario konfigurasi yang mengalami tegangan jatuh melewati standar IEC (+/-5%). Upaya perbaikan dilakukan pada semua skenario salah satunya skenario 3 konfigurasi suplai daya yaitu <em>closed bus (dua generator thruster+satu diesel generator)</em>. Metode perbaikan dengan perhitungan penambahan kapasitor diterapkan pada beban <em>bow thruster 1 dan 2, </em>masing-masing sebesar 194.48 volt. Upaya ini meminimalkan tegangan jatuh yang terjadi pada <em>bow thruster 1</em> 5,5 % turun menjadi 2,7595 %, <em>bow thruster 2 </em>dari 5,5% turun menjadi 2,7595 %,</p>Sardono SarwitoSemin SanuriM. Badrus ZamanSoedibyoIndra Ranu KusumaPrasetyawan
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-065862RANCANG BANGUN ALAT UJI PERFORMANCE MESIN DIESEL DENGAN BEBAN GENERATOR 1 PHASE DI LABORATORIUM MESIN KAPAL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/116
<p>Mesin diesel adalah salah satu tipe dari mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) yang panasnya dihasilkan dari pembakaran bahan bakar oleh udara bertekanan. Penggunaan mesin diesel sangat dibutuhkan khususnya di bidang perkapalan dan perlu sekali menjaga performance mesin diesel agar mampu bekerja dengan optimal. Oleh karena itu penulis merancang alat uji performance dan melakukan pengujian dengan menggunakan mesin diesel tipe JF R180. Adapun tujuan pengujian adalah menambah wawasan pembelajaran teknik sistem perkapalan dan untuk mengetahui nilai daya, torsi, BMEP dan FOC mesin diesel dengan metode pengambilan data dari putaran RPM 1700, 1800, 1900, 2000, 2100 dan variasi beban lampu 1000, 1500, 2000, 2500, 3000 watt. Setelah pengambilan data sebagai acuan awal untuk proses kalibrasi alat uji performance yang baru agar valid digunakan. pada penelitian sebelumnya daya outputnya tidak sama, oleh karena itu penulis awalnya memakai generator 3 phase di ganti dengan 1 phase sedangkan daya beban lampu 1 phase selisihnya hampir sama.</p>Achmad Rizal HabibiUrip PrayogiMuhammad Taufiqurrohman
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-066369MODIFIKASI SISTEM PENGGERAK KEMUDI KAPAL IKAN TRADISIONAL JENIS JON-JON 27 GT KM. SRI MULYO DENGAN JANTRA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/117
<p>Banyak kapal nelayan yang masih menggerakkan daun kemudi secara manual langsung, salah satu contohnya kapal jenis jon-jon di pesisir pantai Brondong, Lamongan. Nelayan di pesisir pantai Brondong, Lamongan tersebut menggunakan 2 daun kemudi yang dikemudikan secara langsung. Keluhan yang terjadi yaitu susahnya mengatur gerak kemudi kapal. Hal itu sangat tidak efektif dari segi keamanan juga fungsi kerja sistem kemudi kapal tersebut. Pada penelitian yang berjudul “MODIFIKASI SISTEM PENGGERAK KEMUDI KAPAL IKAN TRADISIONAL JENIS JON-JON 27 GT KM. SRI MULYO DENGAN JANTRA” di rencanakan sistem pengerak kemudi mekanis pada kapal ikan jenis jon-jon di pesisir pantai Brondong, Lamongan yang menggunakan jantra. Sistem kemudi jantra menggunakan rangkaian poros, rantai, seling baja dan roda gigi sebagai sistem transmisi gerak. Sistem jantra memiliki fungsi untuk mempermudah juru mudi untuk menggerakkan dan mengarahkan daun kemudi. Dengan sistem kemudi jantra diharapkan kemudi pada kapal dapat bekerja dan bergerak secara bersamaan tanpa harus mengendalikan daun kemudi secara manual. Pada perhitungan gaya dan torsi kemudi yang menggunakan 6 variasi sudut belok 10o, 15o, 20o, 25o, 30o, dan 35o. Pada sudut terbesar 35o didapatkan gaya 2.443,716 Newton dan torsi 1.344,043 Newton meter. Untuk rangkaian roda gigi 17 milimeter dan jumlah gigi 15 didapatkan daya 171,9 watt dan torsi 9,8 Newton</p>Ferdy Fitriando HiaDwisetionoBimo Darmaji
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-067079PENGARUH PROPELLER TIDAK CENTER DENGAN LINGGI TERHADAP ARAH GERAK PADA KM. SRI MULYO DI BRONDONG LAMONGAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/118
<p>Di desa Brondong Kabupaten Lamongan terdapat banyak kapal tradisional, salah satunya adalah kapal jenis jon-jon yang bernama KM. Srimulyo. KM. Srimulyo memiliki tiga <em>propeller</em>, namun propeller yang berada di tengah atau propeller nomor 2 (dua) dari kanan tidak tepat berada di tengah linggi buritan kapal melainan berada di sisi kiri linggi buritan yang berjarak 1,5 cm dari linggi buritan, hal ini dapat mempengaruhi arah gerak kapal ketika berlayar. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi aliran fluida dengan bantuan <em>software ansys</em> 14.5. setelah di lakukan simulasi dan perhitungan-perhitungan manual maka di tentukan hasil tahanan total kapal sebesar 15,547792 kN, nilai<em> thrust</em> total propeller sebesar 15,759121 kN dan nilai thrust dari masing-masing propeller sebesar : <em>propeller </em>1 = 15,621338 kN, <em>propeller</em> 2 = 15,621419 kN, <em>propeller</em> 3 = 15,621329 kN, untuk thrust kapal didapatkan hasil sebesar 20,5512 kN. Dari hasil perhitungan dapat di simpulkan bahwa <em>propeller</em> 1(satu) yang berada di kanan linggi buritan memiliki <em>thrust </em>paling rendah di bandingkan dengan <em>propeller</em> 2(dua) dan 3(tiga) yang berada di posisi kanan linggi buritan, karena posisi poros dan propeller nomor 2(dua) tidak<em> center</em> dengan linggi, maka pada sisi kiri linggi buritan menghasilkan thrust yang lebih besar dari sisi kanan buritan kapal yang membuat arah gerak kapal lebih condong kearah kanan. Namun nilai thrustdari tiap propeller tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh</p>Muhammad Ahadin AbdillahArif WinarnoMuhammad Riyadi
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-068089ANALISA TEKNIS PENGARUH PANJANG POROS YANG BERBEDA TERHADAP THRUST PADA KAPAL NELAYAN DI LAMONGAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/119
<p>Daerah Paciran kabupaten Lamongan adalah salah satu daerah penghasil ikan yang ada di jawa timur. Nelayan di Lamongan mayoritas menggunakan kapal ikan tradisional dengan rata rata menggunakan dua mesin sebagai penggerak utama. Bentuk badan kapal kebanyakan di pengaruhi oleh budaya sekitar sehingga bentuk badan kapal yang dibangun memiliki ciri-ciri sesuai kebudayaan dan tradisi daerah mereka berasal. Pada kapal ikan ini memiliki panjang poros yang berbeda. Perbedaan panjang poros mengindikasikan perbedaan gaya dorong(<em>thrust</em>) yang berbeda sehingga penulis disini ingin menganalisa perbedaan panjang poros terhadap gaya dorong(<em>thrust</em>) yang dihasilkan. Dalam penganalisaan ini akan menggunakan software <em>ANSYS</em> 14,5 untuk mengetahui hasilnya. Setelah dilakukan Analisa dan perhitungan dengan mengunakan bantuan metode <em>computational fluid dynamic</em> (CFD) dapat disimpulkan Hasil perhitungan nilai gaya dorong (<em>thrust</em>) dari masing-masing <em>propeller</em>. <em>Propeller</em> kanan menghasilkan gaya dorong (<em>thrust</em>) sebesar 7,625923 kN dan <em>Propeller</em> kiri menghasilkan gaya dorong (<em>thrust</em>) sebesar 7,821062 kN</p>Errie Tria FaizalArif WinarnoMuhammad Riyadi
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-069098KARAKTERISTIK HASIL PENGECORAN PROPELLER KAPAL NELAYAN BERBAHAN DASAR PADUAN ALUMINIUM DENGAN PENAMBAHAN CUPRUM (CU) DAN MAGNESIUM (MG)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/120
<p>Pembuatan <em>propeller</em> pada industri kecil banyak memanfaatkan bahan dasar <em>aluminium</em>. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik paduan aluminium jika diberi tambahan unsur tembaga (Cu) dan magnesium (Mg) dengan beberapa macam komposisi. Dari hasil pengecoran paduan tersebut dilakukan pengujian mekanis yang meliputi uji kekerasan, uji tarik dan uji impak. Selain ketiga uji mekanis tersebut juga dilakukan pengamatan metalografi baik secara makro maupun mikro. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh penambahan unsur Magnesium dan Cuprum terhadap sifat mekanik propeler dari paduan Alumunium adalah meningkatnya kekerasan propeler, menurunnya kekuatan tarik dan keuletan propeler sehingga karakteristiknya adalah lebih tahan terhadap gesekan tetapi lebih mudah patah akibat benturan dan puntiran.</p>DwisetionoRaga Nyangsang
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-0699105KARAKTERISTIK REFRIGERAN R-22 PADA SISTEM PENDINGIN RUANGAN DI KAPAL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/121
<p>Refrigeran R-22 merupakan zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara (AC). Zat ini berfungsi untuk menyerap panas dari benda atau udara yang didinginkan dan membawanya kemudian membuangnya ke udara sekeliling di luar ruangan yang didinginkan. Refrigeran R-22 dalam siklus kompresi uap memiliki karakteristik yang perlu diketahui. Pembuatan alat percobaan sistem kompresi uap kemudian melakukan uji coba dengan mengisi refrigeran R-22. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik refrigeran R-22 sistem pendingin kompresi uap. Untuk itu melakukan percobaan dengan membuat sistem pendingin dengan refrigeran R-22 dengan menempatkan pressure gauge dan thermometer pada bagian yang akan diukur tekanan dan suhunya. Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan refrigeran R-22 mengalami proses de-superheating, temperature refrigeran tetap 48,33 ˚C, tidak mengalami perubahan wujud, refrigeran masih dalam bentuk gas dan tekanannya tinggi yaitu 15,78 bar. Refrigeran R-22 memilik rasio kompresi terendah yaitu sekitar 3,70. sehingga penurunan prestasi kondensor dapat dihindarkan, selain itu dengan tekanan kerja yang lebih rendah, mesin dapat bekerja lebih aman karena kemungkinan terjadinya kebocoran, kerusakan, ledakan dan sebagainya menjadi lebih kecil.</p>Urip Prayogi
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-062022-10-06106116PENGARUH ARUS PENGELASAN GTAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN CACAT PENGELASAN PADA ALUMINIUM 5083
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/83
<p>Aluminium A-5083 merupakan material pokok pada industri perkapalan, untuk kapal berukuran kecil, misalnya seperti kapal cepat, bangunan pada kapal cargo baja yang berukuran kecil, serta tangki pada kapal ikan. Salah satu penyambungan aluminium tersebut menggunakan jenis pengelasan TIG (<em>tungsten inert gas</em>) dengan jenis sambungan pengelasan <em>double</em> V <em>butt joint</em> 60<sup>o</sup>. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cacat pengelasan dan kekuatan tarik terhadap pengaruh variasi arus pada pengelasan GTAW pada aluminium 5083 pada posisi pengelasan <em>down hand. </em>Data-data yang dipakai dalam penelitian variasi arus pada pengelasan dimana arus yang digunakan adalah 80 ampere, 95 ampere, 125 ampere, dan 150 ampere sebagai acuan dalam pengelasan. Metodean alisis menggunakan cacat pengelasan menggunakan proses NDT dan kekuatan tarik menggunakan standar ASTM E8. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian tarik tingkat kekuatan pengelasan pada ampere 125 untuk ketebalan 6 mm dan pada ampere 95 pada ketebalan 4 mm adalah hasil yang paling optimal dibandingkan dengan variasi ampere yang lainnya. Sedangkan pada hasil pengujian cacat las rata-rata jenis cacat yang terjadi adalah <em>tungsten inclusion</em> dimana yang dipengaruhi oleh <em>tungten</em> yang sudah tumpul.</p>Abdul KadirMinto BasukiSoejitno
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-1118SIFAT FISIK PERMUKAAN MATERIAL BAJA KARBON GRADE A36 BUCKET KAPAL KERUK DENGAN METODE HARD SURFACING
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/84
<p>Kualitas permukaan material bucket kapal keruk setelah dilakukan proses perlakuan panas perlu dilakukan pengamatan secara fisik untuk mengetahui perubahan struktur mikro yang terjadi pada material. Perubahan strukrur mikro dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanik, keuletan dan kekerasan pada material setelah dilakukan proses perlakuan panas. Penelitian ini untuk mengkaji sifat fisik kekerasan material baja <em>grade</em> A36 setelah mengalami berbagai perlakuan pengerasan permukaan dengan pengujian makro etsa dan mikro etsa. Pengerasan permukaan baja <em>grade </em>A36 dilakukan dengan variasi metode <em>hard facing</em>, <em>buttering, </em>dan<em> buttering </em>berlapis. Hasil foto makro etsa menunjukkan nilai dilusi lapisan logam las paling tinggi pada metode <em>buttering</em> 28,7% sedangkan metode<em> hard facing</em> 27,7% dan <em>buttering</em> berlapis 20,3%. Pada hasil foto mikro etsa untuk pengelasan <em>overlay</em> menggunakan metode <em>buttering</em> tidak terlihat perbedaan butiran antara <em>weld metal</em> dengan HAZ sehingga terjadi homogenitas material yang baik. Dari hasil penelitian dengan pengujian makro etsa dan mikro etsa didapatkan bahwa dari ketiga metode pengerasan permukaan dapat direkomendasikan bahwa dengan metode <em>buttering</em> adalah yang paling tepat untuk proses pengerasan permukaan pada material <em>bucket</em> kapal keruk.</p>Nur Yanu NugrohoAdi Setiawan
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-11916PENGARUH KELEMBABAN BASE METAL DAN ELEKTRODA TERHADAP SIFAT MEKANIK HASIL PENGELASAN SMAW BAJA KARBON A36
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/85
<p>Pada kegiatan pembangunan kapal, kualitas hasil las sangat diperhatikan terutama pengkondisian benda kerja yang akan dilas dan pengkondisian elektroda yang akan digunakan. Namun tempat kerja yang terbuka terkadang menyebabkan tingkat kelembaban pada base metal dan elektroda meningkat. Sehinga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tingkat kelembaban base metal dan elektroda terhadap sifat mekanik hasil pengelasan SMAW pada baja A36. Pengelasan menggunakan posisi 1G dengan arus 125 A dan tegangan 72 V menggunakan elektroda E6013 berdiameter 4 mm. Dalam penelitian terdapat hasil tegangan tarik plat A36 yang digerindra yang terbesar adalah 640 Mpa dengan regangan tarik 7,5% menggunakan elektroda baru dan hasil uji tegangan tarik yang terkecil adalah 579,2 Mpa dengan regangan tarik 2,5% menggunakan elektroda basah. Sedangkan hasil uji tegangan tarik plat A36 yang digerindra dilembabkan semalaman yang terbesar adalah 691,2 Mpa dengan regangan tarik 10% menggunakan elektroda baru dan hasil uji tegangan tarik yang terkecil adalah 153,6 Mpa dengan regangan tarik 2,5% menggunakan eletroda basah. Semakin lembab atau basah pada perlakuan base metal dan elektroda semakin mempengaruhi hasil nilai pada hasil uji tarik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kelembaban base metal dan perlakuan elektroda mempengaruhi hasil pengelasan SMAW</p>Jefry Eko WaluyoPramudya Imawan SantosaErifive Pranatal
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-111724PENGARUH PENYAMBUNGAN PELAT LAMA DENGAN BARU PADA REPARASI PELAT BAJA BADAN KAPAL DARI ASPEK TEKNIS
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/86
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik pada sambungan las pada proses reparasi pelat baja badan kapal dimana terjadi perbedaan ketebalan material, serta cacat las yang timbul akibat dari posisi pengelasan horizontal dan vertikal. Data yang dipakai dalam penelitian ini didapatkan dari hasil pengujian tarik yang menggunakan standart ASTM (American Standart Testing and Material) dan metode NDT (Non Detructive Test) atau pengujian cacat las tanpa merusak material dengan bantuan cairan penetrant. dari pengujian tarik didapatkan nilai dari tegangan maximal pada pelat 10 mm dengan 9 mm dengan posisi pengelasan vertikal sebesar 0,12 kN/mm² tegangan luluh sebesar 0,8 kN/mm² serta nilai elongation sebesar 0,4 %. Pada sambungan las vertikal sambungan pelat 8 mm dengan 7 mm, tegangan maximal sebesar 0,10 kN/mm², tegangan luluh sebesar 0,6 kN/mm² dan nilai elongation-nya 0,2 %. Pada pengelasan horizontal dengan ketebalan pelat 10 mm dan 9 mm didapatkan nilai tegangan maximal sebesar 0,24 kN/mm², tegangan luluh sebesar 0,11 kN/mm² dan elongation sebesar 0,3%. Pada sambungan pelat 8 mm dengan 7 mm posisi pengelasan horizontal didapatkan nilai tegangan maximal sebesar 0,12 kN/mm², tegangan luluh sebesar 0,8 kN/mm² serta elongation sebesar 0,4 %. Dari hasil pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan kekuatan tarik sambungan pengelasan masih dalam katagori standart ASTM yaitu sebesar 5% dari tegangan maximal walaupun terjadi perbedaan ketebalan pelat pada sambungan las. Cacat las yang sering timbul pada posisi pengelasan vertikal dan horizontal adalah undercut atau kurang terisi penuh pada bagian pinggir las. Hal ini dapat diatasi dengan meratakan permukaan yang terkena undercut dengan gerinda.</p>Galang Pandu SadewoMinto BasukiSoejitno
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-112529DISTRIBUSI TEGANGAN PADA SAMBUNGAN PENGELASAN BUSHING DAN STERN TUBE DENGAN VARIASI BEVEL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/87
<p><em>Bushing </em>merupakan satu kesatuan daripada sistem propulsi yang berhubungan dengan <em>stern tube</em> yang berfungsi sebagai pelindung poros <em>propeller</em> dari benturan-benturan benda keras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengelasan <em>bushing</em> dan <em>stern tube </em>terhadap distribusi tegangan yang terjadi pada struktur material dan struktur hasil pengelasan. Bentuk sambungan <em>bushing</em> dan <em>stern tube</em> divariasikan dengan tiga variasi <em>bevel</em> yakni <em>v-groove</em>, <em>bevel groove</em>, dan <em>square groove</em>. Hasil yang didapatkan melalui pemodelan menggunakan <em>autodesk inventor</em> 2016 dengan metode elemen hingga. Didapatkan nilai maksimal tegangan terendah dan distribusi tegangan yang merata ialah <em>bevel v-groove</em> dengan bentuk mahkota las (<em>capping</em>) cekung dengan nilai tegangan maksimal 0,004251Mpa.</p>Monica Ritasari CangkatNur Yanu NugrohoDidik Hardianto
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-113036ANALISA KEKUATAN TARIK DAN CACAT PENGELASAN BUTT JOINT DENGAN PENGELASAN SMAW POSISI 3G VERTICAL UP DAN VERTICAL DOWN MATERIAL BAJA ASTM A36
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/88
<p>Dalam penelitian ini dilakukan analisa tentang kekuatan tarik dan cacat las yang terjadi pada sambungan <em>butt joint </em>tipe pengelasan SMAW pada material baja ASTM A/SA 36. Metode yang digunakan dalam proses uji cacat las menggunakan <em>Liquid Penetrant Test, </em>pada pengujian tarik menggunakan standart ASTM E8. Uji cacat las yang paling banyak terjadi pada pengelasan <em>Vertical Up </em>adalah cacat las <em>Undercut </em>dan <em>Incomplete Fusion </em>yang disebabkan oleh arus <em>ampere </em>yang cukup tinggi dan posisi sudut kawat las yang kurang baik. Pada pengelasan <em>Vertical Down</em>, cacat las yang paling banyak terjadi di antaranya <em>Undercut, Incomplete Penetration, Incomplete Fusion </em>dan <em>Porosity </em>yang disebabkan oleh prosedur pengelasan yang kurang baik terutama pada kecepatan tangan pengelas maupun kotoran pada daerah kampuh. Uji tarik pada pengelasan <em>Vertical Up </em>dengan nilai terbesar terjadi pada Sampel C dengan nilai 0,84 kN/mm² dengan dan pada pengelasan <em>Vertical Down </em>dengan nilai terbesar terjadi pada Sampel I didapatkan nilai 0,48 kgf/mm² dengan Dari hasil pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa uji cacat las menggunakan <em>Penetrat Test </em>adalah Cacat Las <em>Undercut </em>yang terdapat pada 2 posisi pengelasan dan hasil uji tarik mendapatkan 0,84 kN/mm² dan 0,48 kN/mm²</p>Fiqi Qofi AMaria Margareta Zau BeuSoejitno
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-113743KEKUATAN PEMASANGAN PROFILE BOTTOM SECARA SIMETRIS DAN ASIMETRIS DENGAN METODE ELEMEN HINGGA (STUDI KASUS KAPAL OCEANA CATAMARAN)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/89
<p>Kapal katamaran memiliki dua lambung (U dan V) atau badan kapal yang dihubungkan oleh geladak atau <em>briging platfor</em>. Pemasangan <em>bottom profile</em> pada kapal Oceana Catamaran dilakukan dengan dua cara yaitu, Simetris dan Asimetris. Pemasangan Asimetris merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan mengikuti bagian lambung kapal, Sedangkan Simetris dilakukan dengan mengikuti <em>Frame Spacing</em>. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan pemasangan <em>profile Bottom</em> secara simetris dan asimetris pada Kapal Katamaran. Analisa dilakukan dengan Metode Elemen Hingga (MEH) berbasis <em>software Autodesk inventor</em>. Berdasarkan hasil analisa didapatkan sebagai berikut: (1) nilai <em>von misses stress </em>model <em>profile bottom</em> Asimetris 191,18% dari model <em>profile bottom</em> simetris. (2) nilai <em>Maximum strain</em> model <em>profile bottom</em> asimetris 185,71% dari model <em>profile bottom</em> simetris, (3) nilai <em>displacement</em> model asimetris 123,35% dari model <em>profile bottom</em> simetris. (4) nilai berat model <em>profile bottom</em> asimetris 98,53% dari model <em>profile bottom</em> simetri</p>Vindy JuniaNur Yanu NugrohoDidik Hardianto
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-114453SIFAT MEKANIK PENGELASAN SMAW PADA BAJA ASTM A36 TERHADAP VARIASI PREHEATING
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/90
<p>Masalah yang timbul akibat proses pengelasan adalah terjadinya tegangan sisa berlebih akibat panas yang dihasilkan pada proses pengelasan, sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan atau cacat pada hasil las. <em>Preheating</em> yang dilakukan sebelum proses pengelasan bertujuan untuk mengurangi perbedaan temperatur spesimen agar tidak terjadi cacat las karena panas yang timbul pada saat pengelasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu <em>preheating</em> pada hasil pengelasan SMAW terhadap sifat fisik dan mekanik serta untuk mengetahui berapa temperatur <em>preheating</em> yang sesuai diberikan pada baja ASTM A36. Pada penelitian ini, perlakuan yang diberikan oleh peneliti adalah pengelasan dengan suhu <em>preheating. </em>Pengelasan dilakukan dengan metode SMAW pada baja ASTM A36 dengan kampuh V 60<sup>0</sup>. Variasi suhu <em>preheating</em> yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>non preheating</em>, variasi <em>preheating</em> 100<sup>0</sup>C, variasi <em>preheating</em> 200<sup>0</sup>C, variasi <em>preheating</em> 300<sup>0</sup>C. dari hasil pengelasan SMAW dilakukan pengujian dengan menggunakan uji kekerasan, dan uji struktur makro. Berdasarkan hasil pengujian struktur makro dapat diketahui bahwa spesimen dengan variasi <em>preheating</em> 200<sup>0</sup>C mendapatkan hasil terbaik dan pada hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa nilai kekerasan mengalami peningkatan seiring ditingkatkannya temperatur <em>preheating. </em>Nilai kekerasan terbaik didapatkan pada temperatur<em> preheating </em>200<sup>o</sup> C yaitu dengan nilai kekerasan 173,5 pada daerah HAZ</p>Viktor Dana PrimazdaNur Yanu Nugroho
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-115460SIFAT FISIK DAN MEKANIK BAJA ASTM A36 PENGELASAN SMAW DENGAN KETEBELAN PELAT BERBEDA TERHADAP VARIASI JENIS KAMPUH MENGGUNAKAN METODE CHAMFERING
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/92
<p>Pengelasan merupakan suatu cara untuk menyambung dua buah logam tanpa mengurangi kekuatan dan bentuk material logam tersebut. Sambungan <em>butt joint </em>adalah jenis sambungan yang paling efisien dan banyak diaplikasikan pada pengerjaan pengelasan konstruksi kapal dengan jenis kampuh yang sering digunakan ialah V <em>groove</em> , U <em>groove, </em>dan <em>bevel groove</em>,. Penyambungan pelat dengan <em>type butt joint </em>pada umumnya dijumpai antara pelat yang mempunyai ketebalan yang sama, tetapi didaerah tertentu sering juga dijumpai penyambungan antara pelat yang berbeda ketebalan. Penelitian ini akan meneliti sifat fisik dan mekanik baja ASTM A36 pada pengelasan <em>Shielded Metal Arc Welding</em> (SMAW) dengan ketebalan pelat yang berbeda menggunakan metode <em>chamfering</em>. <em>Chamfering</em> adalah jenis penyambungan <em>type butt joint</em> dengan menyamakan ketebalan pelat pada tepi yang akan dilas. Kualitas material pelat dapat diketahui melalui pengujian sifat fisik dan mekanik. Pengujian struktur makro merupakan pengujian sifat fisik dan uji kekerasan (<em>Hardness Test) </em>merupakan pengujian sifat mekanik. Selanjutnya dapat diketahui jenis kampuh yang paling efektif pada sambungan las dengan metode <em>chamfering</em>, sehingga dapat diterapkan dalam proses pengelasan konstruksi kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian struktur makro jenis kampuh V <em>groove </em>tidak ditemukan cacat las dan pada uji kekerasan didapatkan nilai uji yang tinggi dibanding dua jenis kampuh lainnya.</p>Yayan Cahyo Eko SuwarsonoNur Yanu Nugroho
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-116168SIFAT FISIK DAN MEKANIK SAMBUNGAN LAS ALUMINIUM DENGAN VARIASI PROSES CLEANING ACTION
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/93
<p>Aluminium mempunyai panas jenis dan daya hantar yang tinggi, mudah teroksidasi dan membentuk oksida aluminium Al<sub>2</sub>O<sub>3</sub> yang mempunyai titik cair yang tinggi sehingga mengakibatkan peleburan antara logam induk dan logam las menjadi terhalang. Karena itu dilakukan upaya yaitu perlakuan <em>cleaning action</em> sebelum pengelasan aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik dari proses cleaning action pada sambungan las aluminium, dengan membandingkan hasil pengujian tarik, tekuk, kekerasan dan struktur makro pada variasi <em>cleaning action</em> menggunakan alkohol, aseton dan gerinda. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah aluminium 5083, preparasi spesimen dilakukan sesuai standar AWS, dan pengolahan data hasil pengujian menggunakan <em>analysis of varience </em>(ANOVA). Hasil pengujian tarik dengan kekuatan tarik maksimal terdapat pada spesimen dengan perlakuan <em>cleaning action</em> menggunakan aseton dengan nilai 243,31 Mpa. Pengujian tekuk yang tidak mengalami <em>open defect </em>dan <em>crack</em> adalah spesimen dengan perlakuan <em>cleaning action</em> menggunakan alkohol dan spesimen dengan perlakuan <em>cleaning action</em> menggunakan aseton. Uji kekerasan dengan nilai kekerasan terendah pada area base metal terdapat pada spesimen dengan perlakuan <em>cleaning action </em>menggunakan alkohol dengan nilai 70,93 HVN, sedangkan untuk area HAZ dan<em> weld metal</em> terdapat pada spesimen dengan perlakuan <em>cleaning action</em> menggunakan aseton dengan nilai 72,49 HVN dan 68,84 HVN. Hasil pengujiaan <em>Analisys of Variance </em>(ANOVA) bahwa setiap pengujian baik itu uji tarik dan uji kekerasan yang dihasilkan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap hasil dari proses <em>cleaning action</em> sebelum pengelasan.</p>Wachid Riky Miftachul Ilmi Nur Yanu Nugroho
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-116978PENGARUH MODEL PADEYE TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/94
<p>Benturan pada sebuah kapal dapat diminimalisir dengan adanya dampra. Pada kapal <em>tugboat</em> terdapat dampra yang berbahan karet berupa <em>rubber fender</em> dan ban bekas kendaraan.Bentuk kontruksi <em>design padeye</em> yang kuat dan efisien diperlukan untuk tempat digantungkanya sebuah dampra yang serng mengalami benturan. Pengelasan merupakan bentuk penyambungan antara kontruksi <em>padeye</em> dengan lambung kapal. Untuk mengetahui terjadinya pengaruh dari bentuk <em>design padeye</em> dengan sambungan pengelasan dilakukan dengan metode elemen hingga dibantu menggunakan <em>software inventor</em> 2016. Simulasi dilakukan dengan tinggi lubang padeye dengan alas yaitu 25 mm dan panjang pengelasan yaitu 150 mm. Sudut <em>design load </em>50˚ untuk arah pembebanan <em>padeye</em>. Bentuk <em>design</em> variasi <em>padeye</em> yang digunakan untuk simulasi yaitu bentuk <em>design padeye</em> <em>oval</em>, segitiga, trapesium, <em>elips</em> dan setengah lingkaran. Hasil simulasi yang dilakukan bahwa nilai minimum <em>safety factor</em> pada <em>padeye oval</em> sebesar 5,7, <em>padeye</em> segitiga sebesar 4,46, <em>padeye</em> trapesium sebesar 5,08, <em>padeye elips</em> sebesar 2,24, dan setengah lingkaran sebesar 4,3. Jadi bentuk kontruksi <em>design padeye </em>mempunyai pengaruh terhadap sambungan pengelasan.</p>Rendy YusufNur Yanu NugrohoDidik Hardianto
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-052022-10-057986PERUBAHAN SIFAT FISIK DAN MEKANIK PADA PELAT GRADE A YANG MENGALAMI FAIRING PASCA TERJADINYA KEBAKARAN DI KAPAL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/95
<p>Baja grade A atau A36 termasuk kedalam baja karbon rendah dengan komponen-komponen paduan yang terdiri dari karbon dan beberapa jenis paduan lainnya yang dapat mempengaruhi jenis serta sifat fisik dan mekanik dari baja tersebut. Sifat fisik dari baja terdiri dari berat, masa jenis, daya hantar panas dan konduktivitas listrik. Sedangkan sifat mekanik dari baja merupakan kemampuan baja tersebut memberikan perlawanan apabila diberian perlakuan pada baja tersebut. Atau dapat dikatakan sifat mekanik adalah kekuatan baja didalam memikul beban yang berasal dari luar. Pada kasus kali ini kebakaran merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan pada material. Kebakaran dianggap sangat merugikan dikarenakan akibat dari kebakaran tersebut material pelat mengalami perubahan struktur, oleh karena itu material tersebut belum tentu dapat kembali digunakan pada proses pembangunan kapal. Dari masalah tersebut penelitian ini delakukan dengan variasi material pasca kebakaran, material pasca dengan perlakuan <em>fairing</em> dan material normal dengan perlakuan <em>fairing</em>. Dari berbagai pengujian fisik dan mekanik yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa ketiga variasi dari material tersebut sudah tidak layak lagi untuk digunakan dikarenakan memiliki nilai <em>elongation </em>yang memiliki penurunan yang sangat signifikan, sehingga tidak lagi mampu melewati batas minimal yang ditetapkan oleh BKI, meskipun nilai <em>yield strength </em>dan <em>tensile strength </em>masih diatas nilai minimal ketetapan BKI.</p>Fitra AdriansyahNur Yanu Nugroho
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-052022-10-058794SIFAT FISIK DAN MEKANIK PENGELASAN FCAW TERHADAP TEKANAN ALIR GAS PADA BAJA ASTM A36
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/96
<p>Pengelasan dapat diartikan dengan proses penyambungan dua buah logam sampai titik cair logam, baja karbon rendah adalah logam yang mudah diproses dengan teknik pengelasan. penyetelan tekanan alir gas pengelasan akan mempengaruhi hasil las, bila tekanan yang di gunakan terlalu sedikit akan menyebabkan hasil pengelasan cacat, sebaliknya bila tekanan yang digunakan terlalu banyak maka akan terjadi pemborosan gas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil pengelasan dari variasi tekanan alir gas menggunakan pengelasan FCAW pada baja ASTM A36.jenis penelitian dilakukan jenis penelitian eksperimen, proses penelitian dilakukan menggu akan uji kekerasan dan uji struktur makro yang dimana mencari hasil penggunaan dan pengelasan di dapatkan yang paling optimal,sehingga dapat diterapkan dalam proses pengelasan konstruksi kapal</p>Hermansyah Eko PutraNur Yanu Nugroho
Hak Cipta (c) 2022
2022-10-052022-10-059599Sambutan Ketua Panitia
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/25
<p>Sambutan Ketua Panitia Seminakel XIV</p>admin
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-11Keynote Speaker
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/22
<p>Keynote Speaker Seminakel XIV</p>admin
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-11Daftar Isi Seminakel XIV
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/20
<p>Daftar Isi Prosiding Seminakel XIV</p>admin
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-11PREDIKSI WAKE WASH KAPAL CEPAT BERDASARKAN PENGUJIAN MODEL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/65
<p>Kapal yang bergerak di perairan terlebih pada kecepatan yang cukup tinggi akan menimbulkan gelombang Kelvin. Gelombang yang diakibatkan oleh pergerakan kapal cepat yang melintas di dekat pantai atau sungai seringkali menyebabkan permasalahan kerusakan lingkungan. Meningkatnya permasalahan yang ditimbulkan, mendorong perencana kapal untuk mengurangi pengaruh energi gelombang yang ditimbulkan oleh kapal tersebut. Suatu penelitian dengan menggunakan metode pengujian model kapal dilakukan untuk mendapatkan data tinggi gelombang pada beberapa harga y/L dan harga <em>Froude Number</em> yang berbeda. Model kapal untuk pengujian dibuat dari bahan fiberglass dengan skala model tertentu. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin besar harga y/L (semakin jauh dari garis lintasan kapal), maka semakin kecil nilai tinggi gelombang maksimum yang terjadi. Adapun semakin besar harga <em>Froude Number</em> maka tinggi gelombang maksimum yang terjadi cenderung semakin besar.</p>Arifin
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-19110PERANCANGAN KAPAL PENUMPANG CEPAT DI PANTAI SANUR KAPASITAS 52 PENUMPANG UNTUK MENUNJANG PARIWISATA DI NUSA PENIDA, BALI
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/66
<p>Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ukuran utama kapal penumpang cepat di pantai sanur kapasitas 52 penumpang untuk menunjang pariwisata di nusa penida, Bali. Nusa Penida merupakan pulau terpisah yang dipisahkan oleh selat Badung, oleh karena itu memerlukan sarana trasportasi laut yang dapat membawa penumpang dan barang sesuai dengan jumlah penumpang. Dari hasil survey yang dilakukan peneliti yaitu rerata penumpang yang berkunjung ke Nusa Penida setiap harinya dalam satu kali perjalanan kapal wisata di pantai sanur dapat membawa 50-60 penumpang. Dari hasil survey tersebut dijadikan parameter dalam penentuan ukuran utama kapal wisata di Pantai Sanur. Penentuan ukuran utama kapal ini menggunakan metode regresi, yang mensyaratkan adanya beberapa kapal pembanding dengan type dan ukuran yang sama dan telah memenuki kriteria perancangan. Dari hasil perhitungan menggunakan metode regresi didapatkan ukuran utama kapal yaitu: <em>Lenght Between Perpendiculars</em> (LPP) : 13.43 m, <em>Breadth</em> (B) : 3,2 m, <em>Height</em> (H) :1,3 m, <em>Draught</em> (T) : 0.27 m.</p>Komang Ade IndrawanPramudyaSoejitno
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-191117PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIKA LEAST SQUARE METHOD (METODE KUADRAT TERKECIL) TERHADAP BENTUK BADAN KAPAL IKAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/67
<p>Pembangunan pada dunia perkapalan dilakukan perhitungan secara matematis untuk membuat bentuk badan kapal yang baik. Lengkungan bentuk badan kapal yang baik haruslah streamline. Untuk itu, kapal ikan 5 GT yang berada di pesisir Brondong akan dilakukan perhitungan secara matematis pada lengkungan <em>body plan</em> dengan menggunakan <em>Least Square Method</em> (Metode Kuadrat Terkecil) yang menghasilkan sebuah fungsi matematika setiap station, dimana fungsi ini akan meminimalisir nilai/harga antara lengkungan station sebelum dilakukan perhitungan matematis dengan lengkungan station sesudah dilakukan perhitungan secara matematis dan dapat dibuat model matematikanya dengan menentukan titik koordinat x dan y. Titik x akan mewakili sarat kapal ikan dalam satuan meter sedangkan titik y akan mewakili setengah lebar kapal ikan dalam satuan meter. Fungsi matematika yang memiliki nilai/harga paling mendekati nilai sebenarnya (dikatakan layak jika nilai fungsi harus kurang dari 5% dari nilai sebenarnya dengan koreksi kelayakan menggunakan <em>NRMSE</em>), tergantung pada jumlah dari pangkat ke-n/ordo. Jika ordo ke-n semakin besar maka nilai/harga semakin kecil atau mendekati nilai sebenarnya (< 5%).</p>Raffles Willy OmpusungguAli Munazid
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-191827PENILAIAN RESIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROSES REPARASI DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/68
<p>PT. Dok dan Perkapalan Surabaya merupakan salah satu perusahaan perkapalan besar di surabaya, dimana juga banyak pekerja yang bekerja pada perusahaan tersebut. Tak beda dengan perusahaan perkapalan lainya tentu masih banyak temuan resiko terjadinya potensi kecelakaan kerja yang luput dari pengawasan dan dapat mengancam pekerja kapan saja. Analisis menggunakan metode <em>Hazzard Identification and Risk Assesment</em> (HIRA) yang digunakan untuk mengendalikan kecelakaan kerja dan meminimalisir adanya potensi bahaya kerja yang ada pada PT.Dok Perkapalan Surabaya. Setelah dilakukannya penelitian dan analisis ditemukan beberapa potensi bahaya kerja dengan kategori nilai 1B, 2A, 2C, 3B, 3C, 4A dan M atau <em>Moderate Risk</em> . Kategori resiko tertinggi adalah pengecatan tidak menggunakan pengaman tali dengan nilai 4A dengan kategori E (resiko ekstrim) dan akses jembatan hanya menggunakan sebuah papan kayu dengan nilai 4B ketegori E (risiko ekstrim). Kemudian dianalisa menggunakan metode <em>Fault Tree Analysis</em> (FTA) dan ditemukan 7 penyebab dasar dari kedua risiko kecelakaan dengan nilai terbesar yaitu 1.Waktu yang ditarget penyelesaian pekerjaan, 2.Terkena tumpahan oli, air,dan thiner, dan 3.kurangnya kesadaran akan keselamatan kerja, sedangkan penyebab akar dasar atau kejadian dasar (basic event) dari risiko Akses jembatan hanya menggunakan sebuah papan kayu adalah 1.Kurang memperhatikan keselamatan kerja, 2.Pekerja yang dalam keadaan sakit, 3.Waktu yang ditarget penyelesaiannya, dan 4.pekerja yang menganggap remeh keselamatan kerja. Risiko-risiko tersebut dikendalikan dengan cara rekayasa (menambah pengamanan), pengendalian secara administrasi (pengawasan, pelatihan, rotasi), dan juga penggunaan alat pelindung diri.</p>Niko Eka SandyMinto BasukiMaria Margareta Zau Beu
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-192837PENGEMBANGAN IMAGE PROCESSING UNTUK MEMVISUALISASIKAN DIMENSI KAPAL MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/72
<p>Pengembangan teknologi mengalami perkembangan pesat yang mana pengembangan tersebut ditujukan untuk mempermudah suatu pekerjaan dengan cara otomatisasi. Masih banyak ditemukan aktivitas pengukuran sebuah benda dilakukan secara manual. Hal ini menjadi rumusan masalah pada penelitian ini. Untuk menyelesaikan masalah tersebut akan dirancang suatu program untuk mengukur dimensi kapal, dengan tujuan menjadi alternatif baru saat pengukuran suatu dimensi kapal, pengukuran tersebut dilakukan dengan cara mengolah citra yang dibantu dengan <em>software </em>komputer dan beberapa metode antara lain <em>grayscale</em>, citra biner, segmentasi citra, konversi, perhitungan perbandingan dan perhitungan perbandingan ukuran utama kapal. <em>Software</em> yang digunakan untuk membuat program pada penelitian ini yaitu Matlab R2016a dengan metode pemrosesan merubah citra RGB menjadi <em>grayscale</em> dan dilanjutkan dengan citra biner dan segmentasi citra. Untuk melakukan pengukuran menggunakan metode konversi piksel ke centimeter lalu dilakukan perhitungan perbandingan dimensi citra dengan dimensi kapal asli, selanjutnya untuk mendapatkan dimensi kapal dilakukan dengan metode perhitungan perbandingan ukuran utama kapal. Dari hasil uji coba program sebanyak 28 data yang telah dilaksanakan, didapat tingkat keakuratan program yaitu sebesar 98,2% sedangakan prosentase <em>error</em> yaitu sebesar 1,8%. Maka untuk melakukan proses pengukuran dimensi kapal menggunakan program pada penelitian ini memungkinkan.</p>Lingga Putra WardanaAli MunazidIntan Baroroh
Hak Cipta (c) 2022
2022-08-232022-08-233845KAJIAN STABILITAS CRANE WAHANA ANGKUT ALPO SEBAGAI FUNGSI PROSENTASE KAPASITAS TANGKI BALLAST
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/70
<p>Data SKK migas menjelaskan bahwa terdapat sekitar 449 anjungan lepas pantai yang umurnya lebih dari 30 tahun, dan bahkan sudah tidak berproduksi lagi. Dalam kaitannya dengan keselamatan pelayaran dan berdasarkan regulasi IMO, anjungan lepas pantai tersebut perlu untuk segera dibongkar atau dipindahkan. Dalam rangka untuk mendukung kegiatan pembongkaran dan pemindahan anjungan lepas pantai pasca operasi (ALPO), diperlukan suatu perencanaan dan analisis wahana agar dapat dipergunakan untuk melakukan tujuan tersebut secara efektif dan aman. Suatu kajian dengan metode pendekatan numerik dilakukan terhadap perencanaan wahana angkut ALPO yang berupa analisis stabilitas intact kapal pada berbagai kondisi operasional kapal terutama saat departure, loading dan arrival dengan mengacu pada kriteria stabilitas yang diberikan oleh DNV atau IMO. Khusus untuk kondisi loading, kajian dilakukan dengan memvariasikan pengisian tangki ballast dalam bentuk prosentase kapasitas tangki ballast. Dari kajian ini dapat diketahui bahwa wahana angkut ALPO yang direncanakan dapat memenuhi kriteria stabilitas intact, terutama untuk kondisi saat departure dan arrival. Sedangkan untuk kondisi saat loading, kriteria stabilitas dapat dipenuhi pada kondisi pengisian 40% kapasitas tangki ballast kapal.</p>Arifin
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-114656MODIFIKASI KAPAL PENYEBRANGAN JOKOTOLE SEBAGAI MULTIFUNGSI KAPAL WISATA : STUDI KASUS SELAT MADURA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/73
<p>Beberapa tahun terakhir ini kapal penyeberangan yang ada di Selat Madura termasuk kapal Jokotole semakin menurun minat dari konsumen tersebut karena adanya Jembatan Suramadu yang dianggap lebih efektif dan efisien, permasalahan itu akan diatasi dengan memodifikasi kapal penyeberangan Jokotole untuk kembali eksis menjadi sarana transportasi sekaligus kapal wisata yang akan menarik perhatian bagi semua kalangan. Ide kreatif untuk memodifikasi kapal penyeberangan Jokotole pada <em>superstructure</em> diharapkan akan mengembalikan kejayaan kapal Jokotole, sedangkan proses kegiatannya juga harus memperhatikan apa keinginan dari masyarakat, memfasilitasi apa yang diinginkan masyarakat dengan melakukan kuesioner pada responden sangat berperan penting sebagai bahan pertimbangan terhadap pemodelan kapal yang akan dimodifikasi. Proses modifikasi pada <em>superstructure </em>kapal akan menampilkan suasana berbeda dari yang sudah ada dan sekaligus bisa digunakan untuk pariwisata di area sekitar jembatan Suramadu atau Selat Madura.</p>Septadi DwiyantoAli MunazidBagiyo Suwasono
Hak Cipta (c) 2022
2022-08-232022-08-235766BESARNYA HAMBATAN KAPAL DENGAN SUDUT STEPHULL DIATAS 180 derajat PADA KAPAL CEPAT PLANNING HULL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/75
<p>Saat ini permintaan untuk desain kapal cepat semakin meningkat, banyaknya permintaan menyebabkan banyak desain kapal cepat dengan bentuk lambung yang canggih untuk mengurangi nilai hambatan sekecil-kecilnya dan meningkatkan performa kecepatan, salah satunya mendesain bentuk lambung dengan <em>stephull</em>. <em>Stephull </em>merupakan modifikasi bentuk lambung berupa <em>step </em>melintang yang ditempatkan pada bawah lambung bagian <em>midship</em> kapal. Penggunaan <em>stephull</em> dapat mengurangi sudut <em>trim </em>sehingga stabilitas lebih stabil dan memperkecil luas permukaan basah yang dapat mengurangi nilai hambatan pada kapal cepat. Pada penelitian ini menggunakan variasi <em>stephull </em>yang bersudut 210<sup>0</sup>, 240<sup>0</sup>, 270<sup>0</sup>, dan 300<sup>0</sup>. Dalam melakukan penilitian ini penulis menggunakan <em>softwere Maxsurf Resistance </em>untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian. <em>Maxsurf Resistance </em>merupakan <em>softwere</em> yang dapat memprediksi nilai tahanan dan kebutuhan daya dari sebuah desain lambung kapal. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan <em>softwere Maxsurf Resistance</em> didapatkan nilai hambatan total yang dapat di perkecil hingga 8,59 %, nilai ini terjadi pada kapal dengan variasi <em>stephull </em>sudut 300<sup>0</sup> pada kecepatan 28 knot</p>M. Aqzha SandiaryAli MunazidIntan Baroroh
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-116775ANALISA GERAK ROLLING BENTUK BADAN KAPAL KASKO U-BOTTOM, HARD CHIN BOTTOM DAN AKATSUKI BOTTOM
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/76
<p>Penentuan bentuk kasko kapal menjadi hal dasar pemikiran utama sehingga kasko kapal itu sendiri harus menghasilkan hasil dan fungsi yang tepat dalam tujuan penggunaan kapal tersebut. Bentuk kasko kapal yang dikaji dalam penelitian ini meliputi kasko “U” <em>bottom, hard chin bottom, </em>dan<em> akatsuki bottom. </em>Identifikasi nilai gerak <em>rolling </em>dilakukan demi mencapai stabilitas kapal yang optimal. Nilai gerak <em>rolling </em>diuraikan menjadi tiga, yaitu <em>rolling duration, rolling frequency, </em>dan <em>rolling period. </em>Nilai gerak <em>rolling </em>tersebut diuji pada bentuk model kasko kapal dengan menggunakan metode eksperimental sehingga dapat digunakan sebagai acuan lebih lanjut dalam penentuan bentuk badan kapal. Berdasarkan hasil penelitian Bentuk kasko Akatsuki masih memiliki kemampuan yang efektif dalam meredam gerak <em>rolling </em>yang terjadi karena bentuk kasko ini memiliki besaran durasi dan periode yang tidak terlalu besar, dan besara frekuensi yang tidak terlalu kecil. Oleh karena itu bentuk kasko ini dapat menjadi pertimbangan dalam memilih bentuk kasko dalam tahap awal desain kapal</p>Raja Fadli AfriyandhikaAli Munazid
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-117684DESAIN KAPAL AMFIBI TRICYCLE SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI PARIWISATA SUNGAI DI KALIMAS SURABAYA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/77
<p>Luas wilayah kota Surabaya 350,54 km² dan memiliki banyak sungai yang menghubungkan sungai besar dan sungai kecil. Saat ini kota surabaya sedang mengembangkan sarana wisata dengan membuat taman rekreasi dan inovasi dijalanan kota surabaya dan mengembangkan wisata air di sungai khususnya di sungai kalimas yang akan dijadikan objek wisata air di sepanjang area taman prestasi. Sungai kalimas memiliki dimensi panjang 15 km, lebar 20-35 m, kedalaman 0,7–1 m. Adanya pengembangan wisata tersebut dibuatlah konsep kapal amfibi <em>tricycle</em> dengan kapasitas penumpang kapal maksimal 6 orang penumpang. Setelah jumlah <em>paylod</em> didapatkan selanjutnya menentukan ukuran utama kapal dilakukan perencanaan desain dengan pembuatan rencana garis, rencana umum dan pembuatan desain 3D yang selanjutnya dilakukan perhitungan teknis yang meliputi perhitungan tahanan, propulsi, stabilitas, dan perencanaan sistem transmisi kapal. Dari desain kapal amfibi <em>tricycle</em> didapatkan ukuran utama dengan panjang 4 m, lebar 1,65 m, tinggi 1,85 m dan sarat kapal 0,47 m.</p>SholehAli MunazidBagiyo Suwasono
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-118593STUDY PERENCANAAN PENERAPAN ISPS (INTERNATIONAL SHIP AND PORT FASCILITY SCURITY) CODE PADA PELABUHAN IPPI ENDE
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/78
<p>Tujuan penelitian ini mengetahui penerapan ISPS <em>(The International Ship and Port Facility Security Code) </em>untuk mengurangi risiko-risiko terhadap keamanan dan keselamatan pelabuhan<em>.</em> Keamanan dan keselamatan pada kapal dan fasilitas pelabuhan Ippi, Ende merupakan hal yang sangat penting bagi kunjungan kapal-kapal maupun proses bongkar muat barang pada setiap pelabuhan. Ende merupakan salah satu pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum menerapakan ISPS <em>(The International Ship and Port Facility Security Code) </em>untuk manajerial pelabuhan. Data untuk analisis berdasarkan data kuisioner dan data wawancara lapangan yang berkaitan dengan penerapan ISPS di pelabuhan Ippi, Kabupaten Ende di tinjau dari aspek teknis. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan metode FMEA (<em>Failure Mode and Effect Analysis</em>). Penerapan level keamanan yang di rencanakan adalah level 1 (satu). Hasil analisis di dapatkan bahwa langkah-langkah perlindungan keamanan dan keselamatan fasilitas pelabuhan Ippi Ende masih minimum yang harus di pelihara setiap saat. Dari hasil analisis dapat ditarik kesimpulannya adalah meningkatkan keamanan dan keselamatan fasilitas tambahan yang sesuai harus dipertahankan untuk jangka waktu yang panjang.</p>Vinsensius Soa BhandaMinto BasukiMaria Margareta Zau Beu
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-1194100PENGARUH MEODIFIKASI BENTUK HALUAN KAPAL IKAN KM. SRIMULYO TERHADAP HAMBATAN KAPAL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/79
<p>Hambatan merupakan faktor yang paling mempengaruhi dalam suatu proses pembuatan sebuah kapal. Kapal dengan model haluan yang baik akan menghasilkan efesiensi hambatan yang dihasilkan dalam beroprasinya kapal yang lebih baik. Pada tugas akhir ini akan dilakukan pengembangan bentuk haluan kapal penangkap ikan dengan melakukan beberapa variasi sudut dengan menggunakan program <em>Computational Fluid Dynamic</em> (CFD). Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan dengan CFD didapat nilai hambatan yang lebih kecil dibandingkan nilai hambatan model aslinya. Nilai hambatan total dari hasil modifikasi bentuk haluan didapatkan 15,0922 KN. Nilai hambatan total dari model kondisi sesungguhnya adalah 15,5477. Selisihnya 0,4555 KN lebih kecil 3.018% hambatan totalnya dibandingkan dengan model kondisi sesungguhnya.</p>Alfian Kurnia FirmansyahMuhammad Riyadi
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-11101110PENGARUH PENGELASAN BERULANG TERHADAP LAJU KOROSI PELAT BADAN KAPAL
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/80
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengarus pengelasan berulang pada pelat badan kapal. Analisa dilakukan terhadap tiga spesiemen yang mempunyai variasi jumlah pengelasan berulang yang berbedah. Pengelasn menggunakan FCAW (<em>Flux Core Arc Welding</em>) dengan sambungan <em>Butt Joint</em>. Dengan posisi pengelasan 3G sebagai variasi pengelasan, selanjjutnya dilakukan pengujian dengan metode <em>salt spray test</em> pada pelat yang telah mengalami pengelasan berulang dengan mengacu pada standar ASTM B11-7, data pengujian akan dianalisa untuk mendapatkan pengaruh pengelasan berulang terhadap laju korosi. Diadapat kesimpulan bahwa semakin banyaknya repair pengelasan pada pelat badan kapal akan menghasilkan laju korosi yang tinggi.</p>Teddy FristiansyahTri Agung Kristiyono
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-11111116DESAIN FIRE AND SAFETY PLAN UNTUK KAPAL RO-RO (STUDI KASUS: KMP. SMS SWAKARYA)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/81
<p>Masalah keselamatan pelayaran kapal <em>RO-RO</em> secara umum di Indonesia masih sering terabaikan hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja Sering diabaikan karena dianggap hanya membuang waktu. Diharapkan penulis dapat membuat simulasi jalur evakuasi dan fire control plan dengan menggunakan Autocad 2007 yang di harapkan untuk awak kapal dan penumpang dapat mengefisien waktu serta meminimalkan resiko kecelakaan jika terjadi kebakaran di dalam kapal, metode pengumpulan data dilakukan obesrvasi secara di kapal KMP. SMS SWAKARYA. Pada penelitian ini sebelumnya telah diteliti oleh <em>Dian Pramudiati Amanah 2016</em> dengan kapal LCT (Landing Craft Tank) pengangkut <em>Liquid Natural Gas, dan Yanuar Rizky 2016 dengan kapal Cargo</em><em>.</em></p>Angga NugrahaDidik Hardianto
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-11117126PENGARUH PENEMPATAN POSISI ASIMETRIS STEP HULL TERHADAP HAMBATAN KAPAL CEPAT
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/82
<p>Meningkatnya permintaan desain kapal berkecepatan tinggi yang canggih dan efesien membuat semakin banyak penelitian dan perkembangan bentuk lambung kapal cepat bagian bawah (<em>wetted surface area</em>) untuk meningkatkan perfoma dan efesien kapal cepat. <em>Step hull </em>merupakan salah satu dari sekian banyak penelitian dan perkembangan bentuk lambung dari kapal cepat, <em>step hull </em>adalah modifikasi pada bagian bawah lambung kapal yang berupa <em>step </em>melintang, jika dilihat dari samping bentuk lambung kapal seperti terpotong bagian bawahnya. Pada penelitian ini menggunakan <em>step hull</em> dengan posisi asimetris, dimana posisi <em>step hull </em>kanan dan kiritidak sama. dedngan menggunakan <em>software maxsurf resistance </em>dalam proses simulasi dan analisa besarnya hambatan yang terjadi. Berdasarkan hasil simulasi dan analisa yang dilakukan dari keseluruhan model yang telah dibuat, diperoleh nilai hambatan total, <em>trim </em>dan daya dari keseluruhan model, didapat penurunan nilai hambatan, <em>trim </em>dan daya paling rendah pada kecepatan 28 knot sebesar 6,79% untuk nilai hambatan, 12,95% untuk nilai <em>trim</em> dan daya 6,71% dari kapal tanpa <em>step hull</em>.</p>Mohtar AzizAli MunazidIntan Baroroh
Hak Cipta (c) 2022
2019-07-112019-07-11127134Sambutan Rektor
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/26
<p>Sambutan Rektor Universitas Hang Tuah</p>admin
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-11BIOTA LAUT SEBAGAI ALTERNATIVE BAHAN OBAT (PEMANFAATAN TERIPANG EMAS SEBAGAI TERAPI AJUVAN DI KEDOKTERAN GIGI)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/24
<p>Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar mempunyai berbagai macam biota laut. Biota laut mengandung bahan bioaktif yang potensial dan tidak dimiliki biota darat. Teripang Emas (kelompok Ekhinodermata) mempunyai kandungan bahan aktif dan protein cukup besar telah banyak digunakan sebagai nutrisi dan obat tradisional. <strong>Tujuan penulisan</strong> membahas dan memberikan informasi pemanfaatan teripang emas sebagai terapi ajuvan di kedokteran gigi. <strong>Metode :</strong> Bahan tulisan diperoleh dari studi pustaka dan data penelitian teripang emas di Universitas Hang Tuah dari FKG dan LPPM Universitas Hang Tuah mulai tahun 2014 sampai tahun 2018. <strong>Hasil :</strong> Sebesar 22,22% jenis penelitian teripang emas dari semua jenis biota laut yang diteliti di UHT, sedang penelitian teripang emas di kedokteran gigi terbesar adalah 18,18% pada penelitian terapi Ulcer, kemudian 13,48% untuk proses penyembuhan luka post ekstraksi gigi. Penelitian kombinasi teripang emas dengan biota lain terbesar adalah dengan Oksigen hiperbarik pada periodontitis diabetes sebesar 34,85%, pada relaps ortodonti 27,27%. Bahan aktif pada teripang seperti triterpene glikosida, saponin, peptida bioaktif, kolagen, vitamin, mineral, asam amino, protein 86,8%, asam lemak esensial yang membantu proses penyembuhan. Kandungan protein yang cukup tinggi teripang emas sangat baik digunakan untuk regenasi jaringan luka kronis. Manfaat kandungan senyawa aktif bermanfaat sebagai anti inflamasi, antioksidan, anti trombtik, memicu pertumbuhan, membantu metabolism. Penggunaan terapi kombinasi dengan biota lain atau hiperbarik oksigen meningkatkan efek terapi membantu mempercepat proses penyembuhan luka.</p> <p><strong>Kesimpulan</strong> : Kandungan bahan aktif teripang bermanfaat untuk penyembuhan luka. Penggunaan kombinasi dengan biota/senyawa lain meningkatkan efek terapi penggunaan teripang emas sebagai terapi ajuvan di rongga mulut</p>Dian Mulawarmanti
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-11KARAKTERISTIK PEPTON SEBAGAI MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI YANG TERJAMIN HALAL DARI LIMBAH KURISI (Nemipterus sp.)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/49
<p>Pepton merupakan sumber nitrogen sebagai media pertumbuhan mikroorganisme. Umumnya, pepton berasal dari babi dan turunannya. Penggunaan pepton yang berasal dari babi jelas diharamkan, dan jelas tidak halal. Sebagai alternatif, pepton dari limbah pengolahan ikan yang sudah terjamin halal, salah satunya limbah ikan kurisi (<em>Nemipterus</em> sp.). Tujuan penelitian ini mendapatkan pepton dengan tiga perlakuan asam berbeda (asam sitrat, asam format dan asam propionat) menggunakan metode eksperimen, dengan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tiga jenis asam berpengaruh nyata terhadap nilai rendemen, total N, protein, protein terlarut, pertumbuhan bakteri <em>Escherichia coli</em> dan biomassanya. Rata-rata tertinggi rendemen basah didapatkan 66,17% sedangkan rendemen kering 3,87% pada perlakuan asam fosfat. Nilai pH tertinggi 5,3 pada asam sitrat. Uji karakteristik pepton limbah ikan kurisi menunjukan bahwa kandungan protein terlarut berkisar 2-4 g/L, total N 1-1.3 %, dan total protein 6-8.12 %. Asam amino yang terkandung terdiri dari asam amino esensial dan non-esensial. Nilai <em>optical density</em> dan biomasa bakteri ditumbuhkan pada media yang menggunakan pepton limbah ikan kurisi lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bakteri <em>E. coli</em> pada media yang menggunakan pepton komersial. Temuan ini mengungkapkan bahwa pepton dari limbah ikan kurisi fisibel dikembangkan sebagai produk halal secara komersial untuk media pertumbuhan mikroba.</p>M. D. PratomoD. W. WardaniN. A. RevonagaraA. A. Jaziri
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-1119PENGARUH PENANGANAN TERHADAP LAJU RIGORMORTIS IKAN TONGKOL BERDASARKAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN LAMPULO, ACEH
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/50
<p>Penelitian terhadap kemunduran ikan telah dilakukan, untuk mengetahui laju rigormortis pada ikan Tongkol yang ditangkap dengan <em>purse seine </em> di Pelabuhan Perikanan Lampulo, Aceh. Penelitian dilakukan pada proses penanganan ikan di atas kapal, dengan perlakuan penyimpanan pada suhu ruang dan suhu dingin dengan pemberian es (disiangi dan tanpa disiangi). Parameter pengujian adalah organoleptik dan ALT. Pengamatan ikan dilakukan pada suhu ruang setiap1 jam selama 12 jam, dan pada suhu dingin dengan perlakuan utuh dan disiangi diamati setiap 1 hari selama 8 hari. Hasil penelitian menunjukkan pada suhu ruang tanpa perlakuan terjadinya pre rigor dimulai pada jam ke-5. dengan nilai organoleptic 7,84 dan ALT 1,15 x 10<sup>4.</sup>. <sup> </sup>Selanjutnya pada jam ke-8 ikan mengalami proses rigormortis dengan nilai organoleptik 7,13 dan ALT 7,02 x 10<sup>5 </sup>yang ditandai mengejangnya atau pengkakuan tubuh ikan. Pada perlakuan suhu dingin dengan pengesan utuh, laju rigormortis dimulai pada hari ke 4 dengan nilai organoleptik 7,28 dan nilai ALT 2,25 x 10<sup>5</sup> . Pada tahap pengesan disiangin laju rigor mortis terjadi mulai hari ke 6 dengan nilai organoleptik 7,26 dan nilai ALT 3,18 x 10<sup>5</sup>. Pada tahap ini ditandai dengan adanya kekakuan pada ikan, penurunan laju rigor mortis ikan akan berjalan terus menuju post rigor dan pembusukan.</p>Yuliati H. SipahutarArpan N. SiregarTina Fransiska PanjaitanKholid Satria
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-111019UPAYA PEMANFAATAN BENIH IKAN KERAPU CANTANG YANG MEMPUNYAI BENTUK ABNORNMAL (CACAT) UNTUK KEBUTUHAN BUDIDAYA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/52
<p>Benih kerapu yang cacat biasanya mempunyai harga yang sangat murah dan bahkan tidak laku untuk dijual untuk kerapu cantang karena mempunyai pertumbuhan yang cepat benih yang cacat masih bisa dimanfaatkan yaitu untuk benih pada produksi kerapu konsumsi yang pemasarannya dalam betuk fillet. Tujuan penelitian ini adalag memanfaatkan benih ikan kerapu cantang yang cacat untuk benih budidaya sehingga mempunyai nilai tambah dan dapat menjadi satu usaha yang menguntungkan. Penelitian dilakukan di usaha pendederan yang berlokasi di Desa Banyuasri, Buleleng - Bali, selama 120 hari dari bulan Pebruari – Juni 2018. Benih yang dipakai pada penelitian ini adalah ikan kerapu cantang yang cacat ( insang terbuka, mulut bengkok dan ekor lancip) dengan ukuran panjang rata-rata 6,50 ± 0,46 cm dan berat 6,21 ± 1,30 g, jumlah 9.000 ekor. Ikan dipelihara pada 3 buah bak beton ukuran 2,0 x 3,0 x 1,2 m yang diisi air laut dengan volume 5,0-6,0 m<sup>3 </sup>dengan kepadatan ikan masing-masing 3.000 ekor/bak, setiap 30 hari kepadatan ikan dijarangkan hingga menjadi 9 bak dengan kepadatan antara 700-900 ekor/bak. Hasil penelitian panjang rara-rata 19,91±0.37 cm dan berat 102,35 ± 2,75 g, kelangsungan hidup 82,30% dengan total produksi 740,7 kg, penjualan benih mengacu pada berat ikan dengan harga Rp.100.000/kg. Hasil analisis menunjukan usaha menghasilkan R/C ratio 1,68 salama satu siklus produksi, artinya usaha tersebut menguntungkan.</p>Suko Ismi
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-112025BIOLOGI INDUK BANDENG (Chanos-Chanos forskall) HASIL SELEKSI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUDIDAYA DI TAMBAK
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/53
<p>Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP), Gondol-Bali. Hewan uji yang digunakan adalah induk bandeng hasil seleksi individu dari benih alam asal Aceh, Gorontalo dan Bali. Menghasilkan calon induk dengan karakter yang tumbuh cepat. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui teknologi budidaya ikan bandeng tumbuh cepat serta memperoleh data biologi induk bandeng hasil seleksi G-1. Penelitian dilakukan dengan cara diskriptif, yaitu meilakukan pengamatan secara fenotipik meliputi pertumbuhan setiap 2 bulan sekali. Parameter yang diamati adalah beberapa aspek biologi bandeng hasil seleksi antara lain kualitas telur, sintasan, pertumbuhan, pengujian warna, kualitas daging, toleransi terhadap lingkungan, dan ketahanan terhadap penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk G1 memijah dan menghasilkan telur. Performansi daya tetas telur berkisar 80-90,30%, dan memiliki ketahanan larva (SAI) mencapai 4,0-4,6 hari setelah menetas. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih G-2 pada pembenihan umur 14-16 hari (SR) mencapai 60-85%, panjang total (TL) 1,68-1,72 cm, pendederan 1 umur 30 hari (SR) mencapai 55-80% dan panjang total (TL) 4-6 cm, pendederan 2 umur 55 hari (SR) mencapai 60-80% dan panjang total (TL) 8-12 cm. Hal ini terlihat bahwa bandeng G-2 memiliki pertumbuhan yang baik dan lebih cepat dari hasil pembesaran dengan menggunakan benih terseleksi sekitar 20-25%. Warna induk bandeng dan ukuran konsumsi dengan menggunakan adalah hijau pada nomer TC.4408 dan perak TC.5501. Kualitas bandeng G2 lebih baik yaitu memiliki nilai 8 dan asal Lamongan dan Sidoardjo memiliki nilai 7. Kadar histamine untuk semua lokasi budidaya ND (non detections). Toleransi benih terhadap lingkungan, ikan bandeng memiliki ketahanan terhadap salinitas 0-45 ppt, suhu 20-40°C, pH 6-9 dan oksigen > 2ppm, kemudian memiliki ketahanan terhadap penyakit.</p>Tony Setia DharmaGigih Setia WibawaAA Kt. Alit
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-112631KETERKAITAN ANTARA NUTRIEN DI DALAM BIOFILM DAN AIR SEKITARNYA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/56
<p>Biofilm mudah ditemukan di lingkungan perairan dan mempunyai fungsi penting di lungkungan perairan diantaranya yaitu mendaur ulang nutrien dan pemurnian polutan. Salah satu kelebihan penting yaitu kemampuan untuk menjebak dan mempertahankan nutrien terlarut didalamnya melalui mekanisme pertukaran ion. Nutrien (amonium, nitrat, nitrit, ortofosfat) di biofilm dan di air sekitarnya yang ada di Sungai Metro dan di Pantai Watu Leter diteliti selama 3 bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa, konsentrasi amonium, nitrat, nitrit, dan ortofosfat di biofilm lebih tinggi (ratusan hingga ribuan kali) dari pada di air sekitarnya, semakin tinggi konsentrasi nutrien di air sekitar diikuti dengan semakin tinggi pula konsentrasi nutrien di biofilm yang menunjukkan bahwa konsentrasi nutrien di biofilm sebagian besar berasal dari air di sekitarnya. Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa fungsional grup biofilm tidak berubah meskipun konsentrasinya berbeda. Sehingga, penelitian ini menunjukkan bahwa biofilm di lingkungan alami sangat kaya akan nutrien dan menunjukkan tren yang sama dengan air di lingkungan sekitarnya.</p>Lutfi Ni'matus SalamahAnisa RetnoAlfi FitrianaAndi Kurniawan
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-193239MUTU DAN KEAMANAN PANGAN PRODUK PERIKANAN TRADISIONAL DI PANTAI SELATAN SULAWESI SELATAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/57
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan mutu dan keamanan pangan produk perikanan tradisional di Pantai Selatan Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi dan evaluasi. Penentuan lokasi dan pengambilan sampel menggunakan <em>Purpossive Sampling</em>. Sampel diambil dari pasar yang merupakan pusat penjualan olahan perikanan tradisional di Kabupaten Jeneponto dan Bulukumba. Sampel dianalisis parameter mutu dan keamanannya di Laboratorium Balai Penerapan Mutu Produk Hasil Perikanan Sulawesi Selatan. Hasil menunjukkan bahwa, parameter mutu dan keamanan produk perikanan tradisional sesuai dengan SNI, dan tidak ditemukan adanya penggunaan formalin pada setiap produk.</p>Nursinah AmirSyahrulSyamsuar
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-194046ANALISIS PREFERENSI HABITAT IKAN CAPUNGAN BANGGAI (Pterapogon Kauderni) DI LOKASI INTRODUKSI PERAIRAN KENDARI, SULAWESI TENGGARA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/58
<p>Ikan Capungan Banggai (<em>Pterapogon kauderni</em>) merupakan spesies ikan hias endemik di Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah dan beberapa pulau kecil di sekitarnya yang diperdagangkan secara internasional. Akibat dari perdagangan tersebut, terbentuklah populasi introduksi ikan Capungan Banggai di beberapa lokasi di jalur-jalur perdagangan ikan, termasuk di perairan Kendari, Sulawesi Tenggara. Ikan Capungan Banggai mengalami perubahan preferensi habitat seiring dengan perkembangan umur ikan (<em>ontogenetic shift</em>), baik di Kepulauan Banggai maupun habitat yang ada di lokasi introduksi. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian yang mengkaji preferensi habitat ikan Capungan Banggai di Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai lokasi introduksi ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2019. Pengambilan data kepadatan ikan Capungan Banggai dilakukan dengan metode <em>Underwater Visual Survey</em> (UVS), menggunakan <em>belt transect</em> termodifikasi berukuran 20m × 5m (2,5m kiri dan kanan dari tali transek) sehingga didapatkan luas area pengamatan 100m<sup>2</sup>. Ikan Capungan Banggai yang dihitung meliputi rekrut ikan yang berukuran <25 mmTL (Total Length/TL), ikan juvenil berukuran 25-60 mmTL (Total Length/TL), dan ikan dewasa berukuran >60 mmTL (Total Length/TL). Kepadatan ikan Capungan Banggai tertinggi pada tahap rekrut dan dewasa terdapat di lokasi penelitian Tanjung Tiram, sementara kepadatan tertinggi pada tahap perkembangan juvenil terdapat pada lokasi Pulau Bokori 2. Selain itu preferensi habitat ikan Capungan Banggai menunjukkan adanya pergeseran pemanfaatan sumberdaya seiring dengan perkembangan ikan dimana pada tahap perkembangan rekrut lebih cenderung menyukai berasosiasi dengan <em>Heliofungia </em>yang terdapat dilokasi Purirano, pada tahap perkembangan juvenil cenderung menyukai berasosiasi dengan anemon yang terdapat pada lokasi Kepulauan Mata, sementara pada tahap dewasa ikan Capungan Banggai cenderung berada disela-sela tumbuhan lamun di Kepulauan Mata.</p>Nindya Rizqy KusumawardhaniUcu Yanu ArbiAunurohim
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-194759DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKTIVITAS INDUSTRI TAMBAK UDANG BERDASARKAN PERSEPSI PETAMBAK UDANG (STUDI KASUS: KABUPATEN TUBAN)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/59
<p>Perubahan iklim global menjadi masalah yang paling menarik, karena merupakan proses yang panjang dengan kompleksitas tinggi sehingga dampaknya sulit diprediksi dengan tepat dan mempengaruhi lingkungan alam dan sosial. Dampak perubahan iklim juga terjadi di Kabupaten Tuban, dan berimplikasi terhadap sektor industri budidaya ikan terutama pada gagal panen sehingga dapat menurunkan produktivitas tambak udang dan meningkatkan operasional petambak untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tuban dan bertujuan untuk (1) mengidentifikasi fenomena perubahan iklim lokal, (2) mengidentifikasi dan menganalisa dampak dari fenomena perubahan iklim lokal terhadap produksi udang, (3) mengidentifikasi dan menganalisa dampak dari fenomena perubahan iklim lokal terhadap kesejahteraan petambak udang. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2019 melalui penyebaran quesioner dan wawancara terhadap 50 petambak udang sebagai data primer. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait (BMKG, KLH, dan BPS) di Kabupaten Tuban. Analisis deskriptif tentang kerugian, penurunan produktifitas dan volume produksi digunakan untuk analisa perubahan kesejahteraan petambak berdasarkan Nilai Tukar Petambak Udang (NTPU). Berdasarkan hasil persepsi petambak, 100 % merasakan bahwa di Kabupaten Tuban telah terjadi perubahan iklim yang mempengaruhi penurunan produksi udang. Fenomena perubahan iklim lokal dicirikan dengan meningkatnya (a) jumlah curah hujan, jumlah hari hujan, (b) jumlah hari atau bulan kering jika musim kemarau, (c) suhu rata-rata, ketinggian banjir dan intensitas pasang, serta (d) ketinggian dan intensitas banjir sungai. Penurunan produksi udang secara keseluruhan antara 25-50% (tambak tradisional 40-50%; tambak semi intensif 30-40%, dan tambak intensif 25-30%), sedangkan biaya operasional untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim mengalami peningkatan sebesar 150-200%. Perhitungan tingkat kesejahteraan tahun 2000-2019 akibat perubahan iklim berdasarkan perhitungan NTPU menunjukkan 1,88 pada tahun 2000 menjadi 1,10 pada tahun 2019. Adaptasi yang dilakukan Petambak dengan adanya perubahan iklim antara lain melakukan perubahan waktu panen, menanam pohon di sekeliling tambak dan meninggikan tanggul.</p>SuwarsihMarita Ika JoesidawatiArif Tribina
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-196068MUTU IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis) PASCA PENANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KENDARI, SULAWESI TENGGARA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/60
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan Ikan Cakalang (<em>Katsuwonus pelamis</em>) pasca penangkapan, mulai diatas kapal, pembongkaran, pelelangan dan distribusi. Mengetahui mutu organoleptic dan kimia, penerapan rantai dingin dan penerapan sanitasi dan hygiene di Pelabuhan PPS Kendari. Penelitian dilakukan dengan mengamati proses penyimpanan ikan kedalam palka, sampai penanganan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (pembongkaran, penyortiran, penimbangan, dan pengangkutan) dan distribusi. Pengamatan lainnya yaitu pengamatan suhu, pengujian mutu, sanitasi dan hygiene di Pelabuhan Kendari. Parameter uji mutu yaitu, nilai organoleptic, TVB, pH, dan ALT. Hasil pengamatan menunjukkan Nilai organoleptic di dalam palka rata-rata 9,0, pembongkaran 8,4, di pelelangan 7,8, dan distribusi 7,5. Nilai suhu dalam palka rata-rata di 2,8 <sup>0</sup>C, saat pembongkaran 3,4<sup>0</sup>C, pelelangan 5,8 distribusi 12,1<sup>0</sup>C. Nilai TVB di dalam palka rata-rata 4,64 mgN/100gr pembongkaran 5,49 mgN/100gr, pelelangan 8,54 mgN/100gr, dan distribusi 14,67 mgN/100gr. Nilai pengujian pH di dalam palka rata-rata 6,8, pembongkaran 7,05, di pelelangan 7,31, dan distribusi 7,86. Nilai pengujian ALT di dalam palka rata-rata 2,3 x 10<sup>3</sup> kol/gr pembongkaran 3,1 x 10<sup>3</sup> kol/gr, di pelelangan 4,0 x 10<sup>4</sup>kol/gr, dan distribusi 6,2 x 10<sup>4</sup>kol/gr. Penerapan sanitasi dan hygiene di Pelabuhan Perikanan Samudra Kendari belum diterapkan dengan baik</p>Yuliati H. SipahutarWaode Vitha PurwandariThomas Michael Rinaldi Sitorus
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-196978PRODUKSI TELUR BANDENG, CHANOS-CHANOS Forskall DENGAN KEPADATAN INDUK BANDENG YANG BERBEDA DI HATCHERY SWASTA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/61
<p>Usaha produksi telur ikan bandeng sudah berjalan lebih dari 20 tahun dan berkembangnya dari tahun ketahun sangat cepat, hal ini disebabkan oleh permintaan benih ikan bandeng atau nener untuk diekspor maupun kebutuhan untuk lokal semakin hari semakin meningkat. Sehingga mendorong untuk memacu usaha produksi telur ikan bandeng (hatchery lengkap), diharapkan dapat memenuhi kebutuhan backyard hatchery skala rumah tangga (HSRT). Oleh karena itu, usaha produksi telur bandeng dengan kepadatan induk bandeng yang berbeda perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatan data kepadatan yang tepat dan efisien pada usaha produksi telur bandeng. Dua perlakuan digunakan yaitu: perlakuan A: Kepadatan induk bandeng = 50 ekor/100 m³, dan perlakuan B: kepadatan induk bandeng = 75 ekor/m³ dengan mengunakan bak beton, masing-masing perlakuan menggunakan 2 buah bak beton dengan 2 kali ulangan. Induk ikan bandeng dipelihara di bak beton dengan masing-masing volume 100 m³. Parameter yang diamati meliputi : Sampling pertumbuhan panjang tubuh dilakukan 1 kali awal penelitian dan akhir penelitian , produksi telur setiap bulan, peubah kualitas air meliputi : Salinitas, suhu, Ph, oksigen terlarut, diukur setiap 2 minggu sekali, dan menghitung keuntungan pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi telur . pada perlakuan A ; Kepadatan 50 ekor/100m³, telur = 62.400.000 butir/tahun, dan perlakuan B: kepadatan induk bandeng 75 ekor/100 m³, telur = 51.600.000 butir/tahun. Perlakuan A atau kepadatan induk 50 ekor/100 m³ produksi telur dan mendapatkan keuntungan lebih baik dibanding dengan perlakuan kepadatan 75 ekor/100m³ atau perlakuan B.</p>Anak Agung Alit
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-197986POLA MUSIM PENANGKAPAN KEPITING JANGKANG (Macrophthalmus japonicus) DI PESISIR TIMUR KOTA SURABAYA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/62
<p>Kegiatan penangkapan ikan di pesisir timur Kota Surabaya menggunakan berbagai jenis alat tangkap yang sederhana. Salah satu diantaranya adalah perikanan tangkap pungut, dengan target tangkapan kepiting jangkang yang kondisi karapasnya dalam keadaan lunak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola musim penangkapan kepiting jangkang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif yang bersifat survei. Lokasi penelitian di perairan pesisir Kota Surabaya. Responden adalah nelayan penangkap kepiting jangkang dengan lokasi tangkapan di pantai timur Kota Surabaya. Pola musim penangkapan dilakukan dengan menghitung nilai hasil tangkapan per upaya tangkap (CPUE, <em>Catch per Unit of Effort</em>) pada tahun 2015-2017; menghitung rasio CPUE per bulan terhadap CPUE rata-rata bulanan dalam setahun; menghitung nilai Indeks Musim Penangkapan (IMP). Hasil penelitian tentang pola musim penangkapan berdasarkan IMP adalah sebagai berikut: musim puncak secara berturut berlangsung pada bulan: April (612,96%), dan Mei (164,68%). Musim sedang pada bulan: Juli (77,76%), Maret (68,61%), Pebruari (64,04%), dan Januari (59,47%). Musim paceklik pada bulan: Juni (42,69%), Nopember (36,59%), Agustus (32,02%), Oktober (18,30%), Desember (18,30%), dan September (4,57%).</p>Hari Subagio
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-198793SEAWEED JELLY HANDSANITIZER SEBAGAI USAHA PRODUKTIF INOVATIF DALAM MENINGKATKAN HIGIENITAS TANGAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/63
<p>Salah satu upaya pencegahan dalam kebersihan tangan untuk menghindari penyakit saluran pencernaan untuk yang dilakukan yaitu dengan adanya <em>handsanitizer. Handsanitizer </em>merupakan produk yang tidak asing lagi, bahan utama yang digunakanpun berfariasi, dalam produk ini kami menggunakan bahan utama Rumput Laut jenis cottonii dengan nama <em>Seaweed Jelly </em>Handsanitizer. Produk ini memiliki banyak keunggulan dibanding produk handsanitizer lainnya, salah satunya aman dengan penggunaan bahan baku alami sehingga tidak berbahaya saat terkonsumsi dan memiliki harga yang cukup ekonomis dibanding produk lainnya. Lingkungan masyarakat yang semakin konsumtif dapat mempermudah dalam memasarkan produk ini karena pada era saat ini banyak konsumen yang lebih menginginkan produk instant dan tetap aman. Keunikan produk ini dapat menarik minat masyarakat karena nilai fungsional nya yang beragam, yaitu mampu sebagai <em>handsanitizer </em>dan juga <em>jelly</em>. Pembuatan <em>handsanitizer </em>yang menggunakan bahan baku rumput laut jenis <em>Eucheuma cottoni </em>dengan bahan tambahan Sereh dan Kemangi. Produk ini terdapat aroma original, jeruk dan juga mint. Target penjualan tiap bulannya adalah 150 buah <em>seaweed jelly handsanitizer </em>dengan peningkatan produk 50 unit tiap bulannya seharga Rp 15.000.</p>Qonitah SyamlanIndana UlfaJhon FransAniek Sulestiani
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-1994101PEMBUATAN KITIN DAN KITOSAN DARI KULIT UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/64
<p>Kitin dan kitosan merupakan bahan industri yang multifungsi dan multi guna seperti penyerap warna tekstil, formalin, kosmetik dan lain-lain. Kitosan telah menerima banyak perhatian karena sifatnya yang luar biasa dan sumber dayanya yang murah dan berlimpah. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi kitin menjadi kitosan dari bahan limbah kulit udang Vaname (<em>Litopenaeus vannamei</em>). Tahap awal pembuatan kitin adalah demineralisasi dengan larutan 4% HCl selama 24 jam pada suhu ruang. Tahap kedua adalah deproteinasi dengan larutan 5% NaOH pada suhu 90°C selama 24 jam. Tahap ketiga adalah deasetilasi dengan 70% NaOH pada suhu ruang selama 75 jam. Karakteristik kitosan dilakukan dengan menggunakan <em>Fourier Transform Infra-Red Spectrophotometer</em> (FTIR), hasil karakteristik menunjukkan bahwa nilai derajat deasetilasi kitosan sebesar 62,4% dan rendemen yang dihasilkan yaitu sebesar 19,5%.</p>Fransiska YuliasaraMery Nova SariMeyliana N. ChoriahMahmiah
Hak Cipta (c) 2022
2022-02-192022-02-19102107Kata Pengantar Prosiding
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/21
<p>Kata Pengantar Prosiding Seminakel XIV</p>admin
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-11KONDISI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SEKITAR MUARA CILINCING BERDASARKAN PARAMETER MIKROBIOLOGIS
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/37
<p><strong>:</strong> Perairan Cilincing sebagai salah satu bagian dari Teluk Jakarta merupakan salah satu wilayah dengan tekanan antropogenik yang terus meningkat akibat beban pencemaran yang cukup tinggi dari limbah domestik. Salah satu indikator pencemaran limbah domestik secara mikrobiologis adalah jumlah cemaran bakteri koliform dan fekal koli pada lingkungan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi pencemaran lingkungan di sekitar muara Cilincing berdasarkan jumlah bakteri indikator koliform. Penelitian yang dilakukan pada bulan April 2019 menunjukkan bahwa kandungan bakteri koliform pada muara Cilincing berkisar antara 4,15x10<sup>4 </sup>– 7,1x10<sup>5 </sup>cfu/100ml dengan rata-rata 1,46x10<sup>5</sup> cfu/100ml dan bakteri fekal koli antara 3,75x10<sup>3</sup> – 6,4x10<sup>4</sup> cfu/100ml dengan rata-rata 6,2x10<sup>4</sup> cfu/100ml. Daerah yang memiliki kandungan cemaran tertinggi berada tepat di mulut muara. Pencemaran lingkungan di muara Cilincing telah mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2015, yang ditunjukkan melalui peningkatan kepadatan bakteri indikator pencemaran koliform sebanyak 38 kali lipat dan fekal koli sebanyak 12 kali lipat.</p>Nur Fitriah AfiantiDeny Yogaswara
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-1116ANALISIS DAYA SERAP MANGROVE Avicennia marina DAN Rhizophora mucronata TERHADAP LOGAM BERAT (Zn) DI KAWASAN MANGROVE WONOREJO, SURABAYA, JAWA TIMUR
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/38
<p>Mangrove merupakan tumbuhan yang memiliki kemampuan ekologis dalam menyerap, mengangkut dan menimbun logam berat yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Aktifitas manusia dan industri di daerah Surabaya menjadi penyebab pencemaran logam berat khususnya seng (Zn). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya serap mangrove <em>Avicennia marina</em> dan <em>Rhizophora mucronata</em> terhadap logam berat (Zn) di Kawasan Mangrove Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur. Sampel yang diambil berupa akar, daun dan sedimen yang diambil pada 3 stasiun pengambilan sampel. Pengujian konsentrasi Zn menggunakan <em>Atomic Absorbtion Spectophotometer</em>. Hasil penelitian menunjukan nilai <em>Bioconcentration factor</em> akar (BCF1) dan <em>Bioconcentration factor</em> daun (BCF2) terhadap logam berat (Zn) pada mangrove <em>Avicennia ma</em>rina pada stasiun 1 menunjukan BCF1 sebesar 0,567, BCF2 sebesar 0,238, stasiun 2 BCF1 sebesar 0,547, BCF2 sebesar 0,164, dan stasiun 3 BCF1 sebesar 0,560, BCF2 sebesar 0,230. Sementara nilai <em>bioconcentration factor</em> logam berat (Zn) pada mangrove <em>Rhizophora mucronata</em> pada stasiun 1 menunjukan BCF1 sebesar 0,500, BCF2 sebesar 0,215, stasiun 2 BCF1 sebesar 0,416, BCF2 sebesar 0,162, dan stasiun 3 BCF1 sebesar 0,455, BCF2 sebesar 0,151. Nilai <em>Translocation factor</em> (TF) logam berat (Zn) pada mangrove <em>Avicennia marina</em> pada stasiun 1 menunjukan TF sebesar 0,421, stasiun 2 sebesar 0,300, dan stasiun 3 sebesar 0,411. Sementara nilai TF logam berat (Zn) pada mangrove <em>Rhizophora mucronata</em> pada stasiun 1 sebesar 0,430, stasiun 2 sebesar 0,390, dan stasiun 3 sebesar 0,330. Berdasarkan nilai BCF dan TF mangrove <em>Avicennia marina</em> dan <em>Rhizophora mucronata</em> di Kawasan Mangrove Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur memiliki nilai <1 yang mengindikasikan bahwa mangrove tersebut bersifat <em>exluder</em> dan fitostabiliser terhadap logam berat (Zn)</p>A. Aziz AminV. Kurnia BaihaqiR. PrawitmaAndi Kurniawan
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-11715PETA PRAKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN (PPDPI) DI PERAIRAN SELATAN JAWA TIMUR
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/39
<p>Penentuan lokasi daerah potensi penangkapan ikan merupakan salah satu aplikasi citra satelit penginderaan jauh untuk perikanan tangkap yang bermanfaat bagi nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-<em>a</em> dengan menggunakan citra satelit dan memetakan daerah penangkapan ikan di Perairan Selatan Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-<em>a</em> dari citra <em>Aqua Modis</em> selama Juni-September 2018 di Perairan Selatan Jawa Timur. Proses identifikasi <em>thermal fronts </em>dilakukan dengan menggunakan metode <em>Single Image Edge Detection</em> (SIED) dari Cayula-Cornillon. Penelitian ini memperlihatkan bahwa pada bulan Juli dan Agustus teridentifikasi daerah <em>fishing ground </em> pada posisi pertama dengan Lintang 111°0’00”E - Bujur 8°0’00”S yang kedua yaitu Lintang 111°30’00”E - Bujur 9°30’00”S yang ketiga yaitu Lintang 10°0’00”E – Bujur 114°0’00”S selanjutnya Agustus teridentifikasi daerah <em>fishing ground dengan </em>Lintang 113°30’00”E - Bujur 10°0’00”S.</p>Dio Wahyu PratamaViv Djanat PrasitaKomang Iwan Suniada
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-111623POLA ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN WAKATOBI
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/40
<p>Perairan Indonesia didominasi oleh sinyal pasang surut <em>semidiurnal (</em>M<sub>2</sub> dam S<sub>2</sub>) dari samudera Hindia dan sinyal pasang surut <em>diurnal</em> (K<sub>1</sub> dan O<sub>1</sub>) dari samudera Pasifik. Akibatnya, bisa saja terjadi percampuran sinyal pasang surut <em>diurnal </em>dan <em>semidiurnal</em> di suatu perairan tertentu. Kepulauan Wakatobi yang terdiri atas 4 pulau utama (Pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko) menjadi daerah kajian yang menarik karena terletak di antara Laut Banda dan Laut Flores yang memiliki dinamika perairan yang menarik. Penelitian ini difokuskan pada dinamika pasang surut di Perairan Wakatobi dan sekitarnya dengan menggunakan pemodelan DELFT3D. Simulasi model dari 1 Desember 2017 hingga 30 April 2018 di sekitar perairan Wakatobi. Verifikasi pasang surut antara data model dengan data observasi Badan Informasi Geospasial (BIG) menunjukkan nilai <em>RMSE </em>dan<em> R-squared</em> masing-masing sebesar 0,1117 meter dan 0,9593. Pola pasang surut di Kepulauan Wakatobi berjenis semidiurnal condong harian ganda. Di sekitar kepulauan Wakatobi, pola arus pasang surut cenderung bergerak secara meridional (utara-selatan). Sinyal pasang surut yang paling dominan pada daerah kajian adalah komponen <em>semidiurnal </em>M<sub>2</sub>.</p>Rangga Ritista P. AtmajaIvonne M. RadjawaneAyi Tarya
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-112431BIOAKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK METANOL KULIT BATANG BAKAU HITAM (rhizophora mucronata) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR candida albicans
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/41
<p>Beberapa penyakit akibat iklim yang tropis yang ada di Indonesia adalah jamur. Salah satu jamur yang menyebabkan infeksi ialah <em>Candida albicans</em>. Telah ditemukan resistensi pengobatan dari infeksi yang disebabkan oleh jamur. Pengobatan dari bahan darat telah banyak diteliti. <em>Rhizophora mucronata (R. mucronata</em>) merupakan salah satu jenis tumbuhan mangrove yang paling tersebar luas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan <em>C. albicans</em> oleh karena itu dilakukan uji aktivitasnya dengan metode difusi cakram (<em>Disc</em>) menggunakan Nystatin 2% (Kontrol positif), DMSO 1% (Kontrol negatif) dan ekstrak metanol kulit batang bakau hitam (<em>R. mucronata</em>) yang terlebih dahulu dilakukan penentuan standarisasi menggunakan parameter non – spesifik untuk mengetahui standar dari ekstrak dan skrining fitokimia untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat dalam dari ekstrak metanol kulit batang bakau hitam (<em>R. mucronata</em>). Hasil yang diperoleh tidak adanya zona hambat dari ekstrak metanol kulit batang bakau hitam (<em>R. mucronata</em>) dengan diameter yang dihasilkan sebesar 0,00 mm, standarisasi menggunakan parameter non – spesifik (kadar air, kadar abu dan susut pengeringan) yakni ekstrak memasuki rentang parameter standar dan hasil uji fitokimia golongan senyawa dalam ekstrak ialah flavonoid, alkaloid, steroid, saponin, tanin dan terpenoid.</p>MahmiahMaflichatul Azmi AfifahPramudita Riwanti
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-113240PERENCANAAN LAHAN PESISIR UNTUK TANAMAN KAKAO RAKYAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN DI LABUAN KABUPATEN BUTON UTARA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/42
<p>Kabupaten Buton Utara merupakan wilayah kepulauan dengan karakteristik kepesisiran. Sebagian besar daerahnya berada di wilayah pesisir karena wilayah daratannya didominasi oleh hutan lindung (47% dari luas wilayah). Kondisi ini menyebabkan masyarakat lebih dominan bekerja sebagai nelayan. Di sisi lain, lahan yang tersedia cukup luas untuk dikembangkan berbagai tanaman yang menguntungkan bagi nelayan di Labuan. Tanaman kakao menjadi pilihan masyarakat dalam menopang pekerjaan pokok sebagai nelayan. Lahan yang tersedia disiapkan melalui perencanaan lahan dengan menggunakan evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman kakao rakyat. Penelitian dilakukan sejak tahun 2014 hingga 2018 di Labuan (1.057 Ha) menggunakan metode survei. Kegiatan diawali dengan pembuatan peta kerja menghasilkan 10 unit lahan. Selanjutnya setiap unit lahan diamati dan dianalisis karakteristik fisik dan kimia tanah. Pengambilan sampel dilakukan pada setiap unit lahan sehingga diperoleh sampel tanah sebanyak 10 sampel untuk keperluan analisis laboratorium. Evaluasi kesesuaian lahan dilaksanakan dengan menggunakan metode pencocokan (<em>matching</em>) antara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman kakao. Syarat tumbuh tanaman kakao menggunakan Syaf (2018) dari hasil modifikasi dari PPTA (1993), Departemen Pertanian (1993 dan 2003), dan PPKKI (2008) khusus di Sulawesi Tenggara. Analisis pendapatan nelayan menggunakan data hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang pesisir Labuan diperoleh lahan 14% dari luas lahan sangat sesuai (S1), 37% sesuai (S2) dan 26% sesuai terbatas (S3) dan 23% tidak sesuai (N) untuk pengembangan tanaman kakao rakyat. Pendapatan nelayan meningkat 17% selama adanya kegiatan tambahan dari penggunaan lahan untuk kakao rakyat.</p>Hasbullah SyafLaode Muhammad Harjoni KilowasidJufri Karim
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-114149UJI AKTIVITAS ANTI JAMUR NANOPARTIKEL KITOSAN TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/43
<p>Negara beriklim tropis seperti Indonesia cenderung beresiko terhadap terjadinya penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur misalnya kandidiasis yang disebabkan oleh jamur <em>Candida albicans</em>. Tingginya angka kejadian kandidiasis menyebabkan meningkatnya resistensi terhadap suatu antijamur yang disebabkan seperti penggunaan antijamur yang tidak sesuai indikasi dan tidak sampai tuntas. Meningkatnya kejadian resistensi terhadap antijamur ini perlu dilakukan pencarian alternatif antijamur dari bahan alami, yang memiliki efek samping relatif kecil dan lebih aman, seperti kitosan yang diolah dari limbah cangkang kulit udang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antijamur nanopartikel kitosan terhadap pertumbuhan jamur <em>Candida albicans</em>. Kitosan memiliki kelarutan yang buruk dalam air sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kelarutan dengan melakukan pengecilan ukuran menjadi nanopartikel. Kitosan memiliki banyak manfaat dan lebih sering dimanfaatkan daripada kitin, salah satunya sebagai antijamur dikarenakan kitosan memiliki enzim kitinase yang dapat menekan pertumbuhan jamur. Untuk mengetahui aktivitas antijamur nanopartikel kitosan terhadap pertumbuhan jamur <em>Candida albicans</em> dilakukan penelitian eksperimental dengan masa inkubasi jamur 24 jam dengan suhu 37 ˚C dan pengujian dilakukan dengan metode <em>well diffusion</em> dengan konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm, 25000 ppm, dan 40000 ppm serta menggunakan kontrol positif nystatin dan kontrol negatif asam asetat 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel kitosan dapat menghasilkan zona hambat sebesar 0,06 cm, 0,25cm, 0,25 cm, dan 0,92 cm. Dari data tersebut dilakukan uji analisis statistik dengan <em>One way anova</em> yang memperoleh signifikansi <0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perlakuan konsentrasi nanopartikel kitosan terhadap pertumbuhan jamur dan dapat disimpulkan bahwa nanopartikel kitosan dapat menghambat pertumbuhan jamur <em>Candida albicans.</em></p>Giftania Wardani SudjarwoMaghvira Septa RosaliaMahmiah
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-115057KESESUAIAN LAHAN UNTUK EKOWISATA MANGROVE DI KABUPATEN SITUBONDO
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/44
<p>Ekosistem mangrove tersebar di seluruh lautan tropik dan subtropik dengan vegetasi yang hanya tumbuh pada pantai yang terlindung dari gerakan gelombang. Salah satu kawasan pesisir yang memiliki rangkaian hutan mangrove adalah pesisir utara Kabupaten Situbondo. Kondisi perkembangan luas hutan mangrove di Situbondo terus mengalami penurunan pada tahun 1997 – 2007 sehinga luas tanaman mangrove menjadi 220,15 ha. Mangrove di daerah situbondo yang dilindungi pemerintah saat ini juga banyak yang ditebangi untuk dijadikan tambak intensif karena mangrove merupakan kawasan konservasi yang tidak boleh sembarangan disalah gunakan perlu adanya konservasi dengan memanfaatkan mangrove sebagai ekowisata yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk melihat kesesuaian lahan mangrove yang potensial untuk dikembangkan menjadi ekowisata mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Situbondo, menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu tumpang susun (overlay) antar parameter hingga menjadi peta kesesuaian lahan ekowisata mangrove. Parameter yang digunakan untuk kesesuaian lahan ekowisata mangrove adalah kerapatan mangrove, ketebalan mangrove, pasang surut, keanekaragaman biota, keanekaragaman mangrove, jaringan jalan. Menurut hasil analisis spasial yang telah dilakukan, lahan yang sangat sesuai untuk ekowisata mangrove di Kabupaten Situbondo ini untuk lahan yang sangat sesuai terletak di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit (stasiun 1) dengan lahan seluas 10,14 ha, untuk lahan yang cukup sesuai terletak di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit (stasiun 2) dengan lahan seluas 9,25 ha, untuk lahan yang tidak sesuai terletak di Desa Sidodadi, Kecamatan Banyuputih (stasiun 3) dengan lahan seluas 329,54 ha.</p>Adinda Widiya BudiartiNirmalasari Idha WijayaRudi Siap Bintoro
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-115867KARAKTERISTIK SIKLON DAHLIA TERHADAP PERUBAHAN TINGGI GELOMBANG DI PERAIRAN PESISIR SELATAN JAWA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/45
<p>Siklon Dahlia yang terbentuk di wilayah Samudera Hindia tepatnya di perairan Selatan Jawa pada 2017 menyebabkan Indonesia yang secara geografis berbatasan dengan daerah pembentukan dan lintasannya rawan terkena dampak dari siklon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik siklon Dahlia terhadap perubahan tinggi gelombang di perairan pesisir Selatan Jawa. Data siklon diolah menggunakan <em>ArcGIS</em> untuk mengetahui karakter siklon. Data angin dan gelombang diolah menggunakan excel dan <em>WR-Plot</em> kemudian dianalisis untuk mengetahui perubahannya dari siklon Dahlia yang terjadi. Hasil analisis menunjukkan siklon Dahlia bertahan selama 9 hari dengan arah pergerakan siklon dari perairan Selatan Bengkulu ke Timur menuju perairan Selatan Jawa kemudian berakhir ke Tenggara menjauhi Indonesia. Puncak terjadinya siklon Dahlia pada 1-2 Desember 2017 dengan kecepatan angin mencapai 50 knot dan tekanan udara 985 mb. Pergerakan siklon searah jarum jam karena terjadi di BBS. Siklon Dahlia menyebabkan perubahan tinggi gelombang signifikan di perairan Selatan Jawa dengan jarak 200 km. Perubahan tinggi gelombang mencapai lebih dari 2 meter. Tinggi gelombang di perairan pesisir Selatan Jawa tersebut diakibatkan oleh badai dan energi kecepatan angin dari siklon Dahlia yang mencapai 50 knot.</p>Ovia MahsunahSupriyatno WidagdoRudi Siap Bintoro
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-116875ANALISIS LOGAM BERAT PB, CD, DAN CO PADA BAHAN BAKU GARAM DI TAMBAK GARAM DESA SEDAYU LAWAS LAMONGAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/46
<p>Garam yang mempunyai mutu baik (sesuai dengan standar baku mutu) dihasilkan dari proses yang baik. Artinya garam harus diproduksi dari bahan baku yang betul-betul baik, bebas dari pencemar baik logam berat maupun pengotor lain. Industri garam rakyat yang tersebar di desa Sedayu Lawas mempunyai peranan penting dalam mendukung kebutuhan garam nasional, hingga memunculkan berbagai prestasi yang baik, antara lain penghasil garam yang besar, dan pencetus teknik pembuatan garam dengan cara prisma. Hal ini tentu harus diimbangi dengan bahan baku garam yang baik yang bebas dari pencemaran logam berat, seperti Pb,Cd,dan Co, hingga menghasilkan garam yang memenuhi standar nasional indonesia. Adapun metode yang digunakan untuk analisa logam berat tersebut dalam penelitian ini menggunakan metode ICP-OES ( Inductive Couple Plasma-Optical Emmisien Spectroscopy).Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan sekitar pembuatan garam masim belum tercemar dan garamnya aman untuk dikomsumsi.</p>GimanMahmiah
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-117681POTENSI EKONOMI PENGEMBANGAN BUDIDAYA SILVOFISHERY DI MANGROVE WONOREJO SURABAYA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/47
<p>Peraturan Daerah Kota Surabaya No 3 Tahun 2007 bahwa ekosistem mangrove yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi di Pamurbaya seluas 2.500 ha. Namun sampai tahun 2015 hutan mangrove yang ada di kawasan Pamurbaya hanya ada sekitar 440 ha. Selebihnya sekitar 2.060 ha masih berupa lahan tambak tradisional yang tidak ramah bagi ekosistem mangrove. Silvofishery adalah solusi untuk pemanfaatan mangrove yang ramah lngkungan. Namun pengembangan budidaya silvofishery kepiting bakau di mangrove Wonorejo memerlukan upaya khusus, agar dapat berhasil dengan baik, karena rendahnya kondisi lingkungan perairan mangrove untuk budidaya, yaitu antara lain pada tingginya bahan pencemar logam berat (Pb, Cd, dan Hg), rendahnya Oksigen Terlarut (DO), dan. tingginya laju sedimentasi dalam tambak. Kondisi lingkungan yang rendah menyebabkan laju pertumbuhan kepiting budidaya rendah hanya rata-rata 0,32 – 0,87 g/hari, dengan tingkat kelulushidupan sekitar 50-58%. Hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa nilai R/C ratio sebesar 0,69 artinya penerimaan dari hasil panen masih lebih rendah dibanding biaya produksi dan nilai dari PbP artinya investasi budidaya silvofishery memerlukan waktu lebih dari 4,74 tahun untuk mengembalikan pinjaman modal investasi. Usaha budidaya silvofishery kepiting bakau di Wonorejo di bawah nilai kelayakan ekonomi, atau secara ekonomi tidak layak untuk dilaksanakan.</p>Nirmalasari Idha WijayaNinis TrisyaniAniek Sulestiani
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-118292Cover Prosiding Seminar Nasional Kelautan XIV (2019)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/141
<p>Cover Prosiding Seminar Nasional Kelautan XIV (2019)</p>Admin
Hak Cipta (c) 2022
2022-12-142022-12-14LINTAS PENERBANGAN NASIONAL BAGI PESAWAT UDARA ASING MELALUI ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA YANG DITETAPKAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/12
<p>Wilayah udara sebagaimana wilayah laut, membawa manfaat bagi kepentingan manusia atau bisa dikatakan untuk negara, yakni sebagai sarana transportasi dan komunikasi, media pemersatu, sumber daya nasional, dan media pertahanan dan keamanan nasional. Dalam masyarakat internasional saat ini telah melahirkan beberapa konvensi internasional yang mengatur kegiatan penerbangan yaitu <em>Convention Relating to the Regulation of Aerial Navigation 1919 </em>dan <em>Chicago Convention on International Civil Aviation 1944. </em>Tidak terkecuali dalam UNCLOS 1982 juga diatur tentang lintas penerbangan. Indonesia adalah salah satu Negara pihak pada Konvensi Chicago 1944. Sebagai implementasi dari kedaulatan negara di ruang udara melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan kedaulatan negara Indonesia atas wilayah udara, yang menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia berdaulat penuh dan eksklusif atas wilayah udara Republik Indonesia. Status Indonesia sebagai Negara kepulauan sesuai yang tertuang dalam UNCLOS 1982, maka Indonesia mempunyai kewenangan menentapkan alur laut kepulauan dan mengatur pelaksanaan lintas penerbangan pesawat udara asing melalui wilayah udara Negara Indonesia.</p>Levina Yustitianingtyas
Hak Cipta (c) 2021 Prodising Seminakel
2019-07-112019-07-1117MOTIVASI PELAUT
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/28
<p>Perbedaan individu dan karakteristik konteks kerja dapat menyebabkan perbedaan dalam motivasi Sumber Daya Manusia (SDM). Motivasi merupakan sesuatu yang mendorong orang melakukan tindakan. Pelaut juga memiliki motivasi sehingga mau bekerja. Apa yang mendorong mereka bekerja? Untuk itu tujuan penelitian adalah mengetahui seberapa penting aspek-aspek motivasi kerja yang tinggi bagi pelaut mulai dari prioritas utama sampai hampir tidak penting. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Jumlah subyek penelitian sebanyak 101 pelaut. Dari 13 aspek motivasi maka hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum prioritas utama subyek bekerja terdorong oleh keamanan tempat kerja; kesempatan bekerja secara kreatif; komunikasi dan kerjasama antar bagian ; serta pemberian gaji yang adil.</p>Rini NurahajuDessy Nur Utami
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-11819UPAYA PENANGANAN SENGKETA KELAUTAN INDONESIA MELALUI DIPLOMASI MARITIM
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/29
<p>Potensi laut Indonesia yang sangat besar dimanfaatkan untuk kedaulatan, kemandirian, keberlanjutan dan kesejahteraan bangsa. Dalam rangka menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya kedaulatan maritim Indonesia, diperlukan upaya-upaya hukum yang sifatnya preventif maupun represif. Upaya hukum yang bersifat represif seringkali dipakai Pemerintah secara langsung untuk menegakkan hukum namun akibat yang ditimbulkan seringkali menyisakan ketidakpuasan bagi negara dalam menerapkannya yang dapat memicu sengketa baru. Di sisi lain upaya preventif ini juga dapat menjadi prioritas utama dalam menyelesaikan sengketa kelautan dengan menerapkan <em>general priciples</em> bagi negara sebagaimana tercantum dalam <em>The Hague Conventions 1899</em>, <em>The Hague Conventions 1907, United Charter 1945 </em>beserta Konvensi Jenewa lainnya. Upaya ini berwujud diplomasi maritim. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat menangani sengketa kelautan secara efektif dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional negara melalui diplomasi maritim. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa diplomasi maritim Indonesia menjadi proses penanganan sengketa kelautan yang sifatnya belum jelas (<em>obscuur</em>) batasan dan prosedurnya bagi negara sehingga dapat memunculkan celah hukum baru bagi negara lain untuk melaksanakan kepentingannya melalui jalur laut. Sebagai kesimpulan diperlukan adanya standar baku internasional diplomasi maritim yang mengacu pada konvensi dan <em>general principles</em>.</p>Dita Birahayu
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-112028ANALISIS YURIDIS STATUS PULAU LUSI BERDASARKAN UNCLOS 1982 (HASIL KUNJUNGAN DI PULAU LUSI, JANUARI 2019)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/31
<p>Pulau Lusi terbentuk dari adanya reklamasi atau penimbunan hasil pengerukan endapan lumpur Lapindo pada Pulau Sarinah di pesisir timur Sidoarjo. Sehingga Pulau Sarinah yang awalnya terbentuk secara alami dan hanya seluas 5 hektare, setelah dilakukan reklamasi tersebut kini mengalami perluasan hingga 94 hektare dan berubah nama menjadi Pulau Lusi. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan terkait status Pulau Lusi sebagai pulau hasil reklamasi berdasarkan UNCLOS 1982. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu yang dihadapi, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (<em>statute approach</em>). Karya tulis ini menyimpulkan bahwa Pulau Lusi tidak dapat dikategorikan sebagai pulau berdasarkan UNCLOS 1982, melainkan hanya sebagai pulau buatan hasil dari reklamasi dan tidak dapat dijadikan sebagai garis pangkal dalam menentukan zona maritim apapun.</p>Nurina AyuningtyasUfuk Robert WibowoUfuk Michael Wibowo
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-112933WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PERUSAHAAN PELAYARAN “X” CABANG SURABAYA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/32
<p><em>Work engagement</em> merupakan sikap dan perilaku karyawan dalam bekerja dengan melibatkan dirinya secara total kepada pekerjaannya, baik fisik, kognitif, afektif, dan emosional. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa perusahaan membutuhkan karyawan yang dapat <em>engaged</em> dengan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara kuantitatif variabel <em>work engagement </em>pada karyawan di Perusahaan Pelayaran “X” Cabang Surabaya. Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan pada level staf. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang dirancang oleh peneliti dengan mendasarkan pada teori dari Schaufeli & Bakker (2010) dengan 3 indikator yaitu <em>vigor, absorbtion</em> dan <em>dedication</em>. Analisa data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan menghitung nilai Standar Deviasi dan membuat distribusi normal pada variabel penelitian. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa subyek dalam penelitian ini memiliki <em>work engagement </em>dalam kategori kategori yang termasuk rendah. Implikasi penelitian ini adalah bahwa masih diperlukan upaya-upaya dari karyawan maupun manajemen perusahaan untuk dapat meningkatkan keterikatan karyawan pada pekerjaan dan perusahaannya agar dapat mencapai kinerja yang optimal.</p>Nurul Sih WidantiDewi Mustami’ahAkhmad Giri Nuriman
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-113441KOMUNIKASI PEMASARAN JASA WISATA BAHARI DALAM MEDIA JARINGAN SOSIAL INSTAGRAM (Studi Pada Akun Instagram gililabak_madura)
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/33
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas komunikasi pemasaran jasa wisata bahari dalam media sosial Instagram. dan mengkaji efektivitas pelaksanaan komunikasi pemasaran jasa wisata bahari dalam media sosial Instagram.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis isi kualitatif (<em>qualitative content analysis</em>), data yang digunakan adalah data aktivitas dan percakapan yang terkait dengan kegiatan komunikasi pemasaran di dalam media Instagram.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas komunikasi pemasaran jasa wisata bahari dalam media jaringan sosial Instagram, “gililabak_madura” terdiri dari Periklanan, Pemasaran langsung, dan Publisitas, sedangkan fitur fitur Instagram yang dimanfaatkan dalam aktivitas komunikasi pemasaran terdiri dari Foto, Video, Caption dan Sorotan. Aktivitas komunikasi pemasaran yang paling sering dilakukan adalah Pemasaran langsung, yang menawarkan jasa kepada para <em>followers</em>, dengan memanfaatkan fitur foto dan <em>caption</em>.</p> <p>Efektivitas komunikasi pemasaran dalam media sosial Instagram bisa kita lihat pada jumlah <em>follower</em> dan yang menyukai (<em>like</em>) postingan yang dilakukan dalam akun Instagram, jumlah follower gililabak_madura sebanyak 4.523 Orang dan rata rata kenaikan sebanyak 108 Orang. Saran kami untuk pengusaha yang akan memanfaatkan media Instagram harus aktif dan responsif dalam melakukan komunikasi pemasaran di media sosial Instagram untuk meningkatkan jumlah <em>follower</em>, sehingga semakin banyak <em>follower</em> semakin besar jangkauan pesan komunikasi pemasaran yang dilakukan dalam media sosial Instagram.</p>HermanWinarto
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-114254PENDAPATAN USAHA ALTERNATIF NELAYAN DI SUKOLILO BARU, KENJERAN, SURABAYA, JAWA TIMUR
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/34
<p>Usaha alternatif yaitu usaha tambahan untuk membantu penghasilan utama pada seseorang. Dimana usaha alternatif sangat berperan penting dalam membantu perekonomian keluarga. Sama hal nya yang dilakukan pada setiap keluarga yang berada di kelurahan Sukolilo Baru. Istri nelayan sangat berperan penting dalam suatu kegiatan perekonomian keluarga demi mencukupi kehidupan sehari-hari. Hasil yang didapatkan yaitu pendapatan seorang suami yang rata rata nya Rp 3.070.000 ±Rp 718.346 masih belum cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarga yang dikarenakan pengeluaran yang rata rata Rp 4.000.300 ± Rp 749.981, lebih besar dibandingkan pendapatan para suami. peran istri nelayan dalam usaha alternatif memang sangat membantu para suami untuk memenuhi kebutuhan. Uji yang dipakai yaitu uji deskriptif kualitatif, dimana kita dapat melihat, ada tidaknya pengaruh penghasilan sebelum adanya usaha alternatif dan sesudah adanya usaha alternatif, dan hasil yang didapat usaha alternatif yang rata rata Rp 1.542.000 ±Rp 556.534 dapat membantu ekonomi keluargaa nelayan di Sukolilo Baru untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.</p> <p> </p> <p><em>Alternative business is an additional effort to help one's main income. Where alternative businesses play an important role in helping the family economy. The same is done for every family in the Sukolilo Baru village. The wife of fishermen plays an important role in a family's economic activities in order to fulfill their daily lives. The results obtained were the income of a husband whose average of Rp. 3,070,000 ± Rp. 718,346 was still not enough to be able to meet family needs due to expenditures which averaged Rp. 4,000,300 ± Rp. 749,981, which was greater than the income of husbands. the role of fisherman wives in alternative businesses is indeed very helpful for husbands to fulfill their needs. The test used is a qualitative descriptive test, where we can see, the presence or absence of income influences before the existence of alternative businesses and after the existence of alternative businesses, and the results obtained by alternative businesses that average Rp. 1,542,000 ± Rp. 556,534 can help the economy of fishermen families in Sukolilo New to meet their daily needs</em></p>Alfian Condro BintoroAniek SulestianiArie Ambarwati
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-115560PENGHEMATAN BAHAN BAKAR KAPAL PENANGKAP IKAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN NELAYAN
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/35
<p>Nelayan kita identik dengan nelayan kecil, dulu mereka tidak pernah jauh sudah dapat ikan namun dengan marak dan bebasnya pukat hela (trawis) dan pukat tarik (seine nets), mereka tidak lagi mendapat ikan dengan mudah apalagi dengan jenis – jenis ikan tertentu seperti kakap merah, dll, dengan marak dan bebasnya alat tersebut, mereka sekarang perlu berlayar sangat jauh, padahal dengan berlayar jauh resiko menjadi lebih besar dan biayanya juga besar. Kegiatan operasi penangkapan ikan disamping mengetahui jenis – jenis ikan yang akan ditangkap, keberadaannya dimana, dan bagaimana cara menangkapnya, cara menampung dan mengangkut, menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan ikan dengan harapan memperoleh hasil tangkapan yang maksimal adalah sebuah aktifitas yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Dalam rangka kegiatan diatas sekitar 70% biaya operasional penangkapan ikan di belanjakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kapal. Bahan bakar kapal ini tidak hanya digunakan untuk mendorong kapal saja tetapi juga sebagai penggerak utama (prime mover) dari mesin bantu penangkapan, fasilitas pengawetan dan atau pemrosesan ikan hasil tangkapan diatas. Jika harga bahan bakar naik, maka biaya kebutuhan bahan bakar juga membengkak dan pendapatan nelayan menurun / merugi. Untuk menghindari hal – hal tersebut maka perlu dilakukan upaya penghematan penggunaan bahan bakar. Kuantitas, kualitas, dan keuntungan secara ekonomi harus menjadi perhatian baik bagi nelayan maupun semua stakeholder yang berhubungan dengan aktivitas nelayan. Pemberdayaan nelayan kecil, pengelolahan yang sustainable, penghasilan devisa harus mencerminkan kedaulatan kelautan, revitalisasi perikanan, kesehjateraan masyarakat khususnya nelayan. Juga perlu adanya political will dan political support dari semua elemen masyarakat baik pemerintah,pelaku usaha,nelayan,maupun stakeholder lainnya.</p>Hadi PrasutiyonAhmad Arrisal Attaufiqul Ma'arif
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-116172ANALISIS POSISI ISTRI DAN EKONOMI KELUARGA NELAYAN TERHADAP PEMBERDAYAAN KELUARGA NELAYAN DI SUKOLILO BARU, KENJERAN, SURABAYA
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/36
<p>Pemberdayaan keluarga nelayan di Indonesia sangatlah penting, dikarenakan posisi Negara Indonesia sebagai Negara kepulauan dengan sebagaian besar masyarakatnya hidup di daerah pesisir sehingga perlu adanya pemberdayaan tersebut dan ada beberapa peran penting dari posisi istri nelayan dan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh posisi istri dan ekonomi keluarga terhadap pemberdayaan keluarga nelayan yang ada di kelurahan Sukolilo Baru. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga nelayan yang ada di kelurahan Sukolilo Baru dengan total sampel sebanyak 50 orang. Teknik analisa data menggunakan analisa regresi linier berganda Berdasarkan hasil analisis penelitian ditemukan bahwa secara simultan variabel posisi istri dan ekonomi keluarga tidak berpengaruh langsung terhadap pemberdayaan keluarga nelayan dengan nilai signifikan 0,212 > 0,05, dengan nilai koefisien determinasi 6,4% yang sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.</p>Alfi Nur AisyaAniek SulestianiArie Ambarwati
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-117380Susunan Panitia
https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/27
<p>Susunan Panitia Seminakel XIV</p>admin
Hak Cipta (c) 2021
2019-07-112019-07-11