PENGARUH PENYAMBUNGAN PELAT LAMA DENGAN BARU PADA REPARASI PELAT BAJA BADAN KAPAL DARI ASPEK TEKNIS

Penulis

  • Galang Pandu Sadewo Jurusan Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
  • Minto Basuki Jurusan Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
  • Soejitno Jurusan Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Kata Kunci:

elongation, kekuatan tarik, sambungan las, reparasi badan kapal

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik pada sambungan las pada proses reparasi pelat baja badan kapal dimana terjadi perbedaan ketebalan material,  serta cacat las yang timbul akibat dari posisi pengelasan horizontal dan vertikal. Data yang dipakai dalam penelitian ini didapatkan dari hasil pengujian tarik yang menggunakan standart ASTM (American Standart Testing and Material) dan metode NDT (Non Detructive Test) atau pengujian cacat las tanpa merusak material dengan bantuan cairan penetrant. dari pengujian tarik didapatkan nilai dari tegangan maximal pada pelat 10 mm dengan 9 mm dengan posisi pengelasan vertikal  sebesar 0,12 kN/mm² tegangan luluh sebesar 0,8 kN/mm² serta nilai elongation sebesar 0,4 %.  Pada sambungan las vertikal sambungan pelat 8 mm dengan 7 mm,  tegangan maximal sebesar 0,10 kN/mm², tegangan  luluh sebesar 0,6 kN/mm² dan nilai elongation-nya 0,2 %.  Pada pengelasan horizontal dengan ketebalan pelat 10 mm dan 9 mm didapatkan nilai tegangan maximal sebesar 0,24 kN/mm², tegangan luluh sebesar 0,11 kN/mm² dan elongation sebesar 0,3%. Pada sambungan pelat 8 mm dengan 7 mm posisi pengelasan horizontal didapatkan nilai tegangan maximal sebesar 0,12 kN/mm², tegangan luluh sebesar 0,8 kN/mm² serta elongation sebesar 0,4 %. Dari hasil pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan kekuatan tarik sambungan pengelasan masih dalam katagori standart ASTM yaitu sebesar 5% dari tegangan maximal walaupun terjadi perbedaan ketebalan pelat pada sambungan las. Cacat las yang sering timbul pada posisi pengelasan vertikal dan horizontal adalah undercut atau kurang terisi penuh pada bagian pinggir las. Hal ini dapat diatasi dengan meratakan permukaan yang terkena undercut dengan gerinda.

Referensi

ASTM E8,2010, Standart Test Methods For Tension Testing of Metallic Materials, West Conshohocken, Pennsylvania.

Fiqi Q. A., Margareta, M.,Z.,B., 2019, Analisa Kekuatan Tarik Dan Cacat Pengelasan Butt Joint Dengan Tipe Pengelasan SMAW Pada Posisi 3G Vertical Up Dan Down Material Baja A36, Fakultas Teknologi Mineral dan Kelautan,Institut Teknologi Adhi Tama,Surabaya.

Rizky, A., 2011, Proses replating baja pada bagian lambung kapal tunda milik PT.Pelindo III, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Sastranegara A, 2009, Mengenal Uji Tarik dan Sifat Mekanis Logam,J akarta.

Soejitno,2002, Diktat Reparasi Kapal, Fakultas Teknologi Kelautan ,Institut Teknologi Sepuluh Nopember,Surabaya.

Sucipto L., R., Yulianto, T., 2016, Analisa ASTM A36 Akibat Pengaruh Suhu Dan Quenching Terhadap Nilai Ketahannya, Skripsi, Jurusan Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember ,Surabaya.

Diterbitkan

11-07-2019

Cara Mengutip

Sadewo, G. P., Basuki, M., & Soejitno. (2019). PENGARUH PENYAMBUNGAN PELAT LAMA DENGAN BARU PADA REPARASI PELAT BAJA BADAN KAPAL DARI ASPEK TEKNIS. Prosiding Seminakel, 25–29. Diambil dari https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/86

Terbitan

Bagian

Komisi C2