ANALISIS PREFERENSI HABITAT IKAN CAPUNGAN BANGGAI (Pterapogon Kauderni) DI LOKASI INTRODUKSI PERAIRAN KENDARI, SULAWESI TENGGARA

Penulis

  • Nindya Rizqy Kusumawardhani Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  • Ucu Yanu Arbi Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI
  • Aunurohim Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Kata Kunci:

ikan Capungan Banggai, preferensi habitat, lokasi introduksi, Kendari Sulawesi Tenggara

Abstrak

Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni) merupakan spesies ikan hias endemik di Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah dan beberapa pulau kecil di sekitarnya yang diperdagangkan secara internasional. Akibat dari perdagangan tersebut, terbentuklah populasi introduksi ikan Capungan Banggai di beberapa lokasi di jalur-jalur perdagangan ikan, termasuk di perairan Kendari, Sulawesi Tenggara. Ikan Capungan Banggai mengalami perubahan preferensi habitat seiring dengan perkembangan umur ikan (ontogenetic shift), baik di Kepulauan Banggai maupun habitat yang ada di lokasi introduksi. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian yang mengkaji preferensi habitat ikan Capungan Banggai  di Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai lokasi introduksi ikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2019. Pengambilan data kepadatan ikan Capungan Banggai dilakukan dengan metode Underwater Visual Survey (UVS), menggunakan belt transect termodifikasi berukuran 20m × 5m (2,5m kiri dan kanan dari tali transek) sehingga didapatkan luas area pengamatan 100m2. Ikan Capungan Banggai yang dihitung meliputi rekrut ikan yang berukuran <25 mmTL (Total Length/TL), ikan juvenil berukuran 25-60 mmTL (Total Length/TL), dan ikan dewasa berukuran >60 mmTL (Total Length/TL). Kepadatan ikan Capungan Banggai tertinggi pada tahap rekrut dan dewasa terdapat di lokasi penelitian Tanjung Tiram, sementara kepadatan tertinggi pada tahap perkembangan juvenil terdapat pada lokasi Pulau Bokori 2. Selain itu preferensi habitat ikan Capungan Banggai menunjukkan adanya pergeseran pemanfaatan sumberdaya seiring dengan perkembangan ikan dimana pada tahap perkembangan rekrut lebih cenderung menyukai berasosiasi dengan Heliofungia yang terdapat dilokasi Purirano, pada tahap perkembangan juvenil cenderung menyukai berasosiasi dengan anemon yang terdapat pada lokasi Kepulauan Mata, sementara pada tahap dewasa ikan Capungan Banggai cenderung berada disela-sela tumbuhan lamun di Kepulauan Mata.

Referensi

Allen, G. R. (2000). Threatened fishes of the world: Pterapogon kauderni Koumans, 1933 (Apogonidae). Environmental Biology of Fishes, 57(2), 142.

Arini, D. I. D., & Nugroho, A. (2016). Preferensi habitat Anoa ( Bubalus spp . ) di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON, 2(1), 103–108.

Carlos, N. S. T., Rondonuwu, A. B., & Victor, N. . (2014). Distribusi dan Kelimpahan Pterapogon kauderni Koumans , 1933 ( Apogonidae ) di Selat Lembeh Bagian Timur , Kota Bitung. Jurnal Ilmiah Platax, 2(3), 121–126.

Gunawan, H., Prasetyo, L. B., Mardiastuti, A., & Kartono, A. P. (2012). Sebaran Populasi dan Seleksi Habitat Macan Tutul Jawa. Penelitian Hutan Dan Konservasi, 9(4), 323–339.

Hill, J., & Wilkinson, C. (2004). Methods For Ecological Monitoring Of Coral Reefs (1st Edition). Townsville MC Qld: Australian Institute of Marine Science, 2004.

Kasim, K., Hartati, S. T., & Thordarson, G. (2014). Impacts of fishing and habitat on the density of Banggai cardinalfish ( Pterapogon kauderni, Koumans 1933 ) in Banggai Archipelago, Indonesia. Ind. Fish. Res. J, 20(1), 29–36.

Manangkalangi, E., Rahardjo, M. F., & Sjafei, D. S. (2009). Habitat Ikan Pelangi Arfak (Melanotaenia arfakensis ALLEN) Berdasarkan Tahap Perkembangan di Sungai Nimbai dan Sungai Aimasi, Manokwari. Jurnal Natural, 8(1), 4–11.

Ndobe, S. (2011). Pertumbuhan ikan hias banggai cardinalfish ( Pterapogon kauderni ) pada media pemeliharaan salinitas yang berbeda. Media Litbang Sulteng, 4(1), 52–56.

Ndobe, S., Madinawati, & Moore, A. (2008). Pengkajian Ontogenetic Shift Pada Ikan Endemik Pterapogon kauderni. Jurnal Mitra Bahari, 2(2), 32–55.

Ndobe, S., Moore, A., & Jompa, J. (2017). Status Of And Threats To Microhabitats Of The Endangered Endemic Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) . Coastal and Ocean Journal, 1(2), 73–82.

Ndobe, S., Moore, A., Salanggon, A. I. M., Muslihudin, ., Setyohadi, D., Herawati, E. Y., & Soemarno. (2013). Pengelolaan Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) Melalui Konsep Ecosystem-Based Approach. Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 4(2), 115.

Ndobe, S., Widiastuti, I., & Moore, A. (2013). Sex Ratio dan Pemangsaan terhadap Rekrut pada Ikan Hias Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni). Konferensi Akuakultur Indonesia, 9–20.

Rahmat, U. M., Santosa, Y., & Kartono, A. P. (2008). Analisis Preferensi Habitat Badak Jawa ( Rhinoceros sondaicus, Desmarest 1822 ) di Taman Nasional Ujung Kulon Habitat. JMHT, XIV(3), 115–124.

Rusandi, A., Liley, G. R., & Susanti, S. R. (2016). Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Ikan Capungan Banggai Periode I : 2017-2021.

Sugama, K. (2008). Pemijahan Dan Pembesaran Anak Ikan Kardinal Banggai ( Pterapogon kauderni ). J. Ris. Akuakultur, 3(1), 83–90.

Vagelli, A. A. (2004). Ontogenetic Shift in Habitat Preference by Pterapogon kauderni, a Shallow Water Coral Reef Apogonid, with Direct Development. Copeia, 2, 364–369.

Diterbitkan

19-02-2022

Cara Mengutip

Rizqy Kusumawardhani, N., Yanu Arbi, U., & Aunurohim. (2022). ANALISIS PREFERENSI HABITAT IKAN CAPUNGAN BANGGAI (Pterapogon Kauderni) DI LOKASI INTRODUKSI PERAIRAN KENDARI, SULAWESI TENGGARA. Prosiding Seminakel, 47–59. Diambil dari https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/58

Terbitan

Bagian

Komisi B2