PENGARUH PENANGANAN TERHADAP LAJU RIGORMORTIS IKAN TONGKOL BERDASARKAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN LAMPULO, ACEH
Kata Kunci:
ikan Tongkol, rigormortis, suhu ruang, suhu dinginAbstrak
Penelitian terhadap kemunduran ikan telah dilakukan, untuk mengetahui laju rigormortis pada ikan Tongkol yang ditangkap dengan purse seine di Pelabuhan Perikanan Lampulo, Aceh. Penelitian dilakukan pada proses penanganan ikan di atas kapal, dengan perlakuan penyimpanan pada suhu ruang dan suhu dingin dengan pemberian es (disiangi dan tanpa disiangi). Parameter pengujian adalah organoleptik dan ALT. Pengamatan ikan dilakukan pada suhu ruang setiap1 jam selama 12 jam, dan pada suhu dingin dengan perlakuan utuh dan disiangi diamati setiap 1 hari selama 8 hari. Hasil penelitian menunjukkan pada suhu ruang tanpa perlakuan terjadinya pre rigor dimulai pada jam ke-5. dengan nilai organoleptic 7,84 dan ALT 1,15 x 104.. Selanjutnya pada jam ke-8 ikan mengalami proses rigormortis dengan nilai organoleptik 7,13 dan ALT 7,02 x 105 yang ditandai mengejangnya atau pengkakuan tubuh ikan. Pada perlakuan suhu dingin dengan pengesan utuh, laju rigormortis dimulai pada hari ke 4 dengan nilai organoleptik 7,28 dan nilai ALT 2,25 x 105 . Pada tahap pengesan disiangin laju rigor mortis terjadi mulai hari ke 6 dengan nilai organoleptik 7,26 dan nilai ALT 3,18 x 105. Pada tahap ini ditandai dengan adanya kekakuan pada ikan, penurunan laju rigor mortis ikan akan berjalan terus menuju post rigor dan pembusukan.
Referensi
Adawyah Rabiatul. 2007. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. PT Bumi Aksara. Jakarta
Afrianto Eddy dan Liviawaty Evi. 2002. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Kanisius. Yogyakarta
[BBPMHP] Balai Bimbingan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. 1996. Teknologi Penanganan dan Pengolahan Ikan Tongkol (Auxis thazard). Direktorat Jenderal Perikanan, Balai Bimbingan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan : Jakarta
[BRKP] Badan Riset Kelautan dan Perikanan. 2007. Kumpulan Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Perikanan. Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan. Jakarta
[BSN] Badan Standarisasi Nasional. SNI 01-2729.1-2013 Ikan Segar. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
[Ditjen PT] Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. 2012. Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2011. KKP. Jakarta
Djuhanda, T. 1981. Dunia Ikan. Armico.Bandung
Hadiwiyoto, S. 1993. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Jilid I. Liberty. Yogyakarta.
Junianto. 2003. Teknik Penanganan Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Lubis, E. 2012. Pelabuhan Perikanan. IPB Press. Bogor
Murniyati.A.S dan Sunarman, 2000, Pendinginan Pembekuan dan Pengawetan Ikan, Kanisius. Yogyakarta.
Moelijanto, 1992. Pengawetan dan Pengolahan Hasil Perikanan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Nugraha, A. 2009. Penanganan dan Penerapan Rantai Dingin pada Pembongkaran Ikan di Tempat Pendaratan Ikan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, Jawa Barat. [KIPA]. Jakarta. Sekolah Tinggi perikanan, Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.
Nainggolan, Chandra. 2007. Metode Penangkapan Ikan. Universitas Terbuka. Jakarta
Pandit Surayana, Suryadhi, Arka, dan Adiputra, 2007.
http://ojs.unud.ac.id/index.php/ijbs/article/download/3663/2691
Poernomo, S. 2004. Teknologi Pengolahan Ikan Buku I. Pusat pendidikan dan Pelatihan perikanan. Jakarta.
Sudirman, dan Achmar mallawa. 2004. Teknik penagkapan Ikan. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Sumardika Putu, Saputra Aman, dan Basino. 2014. Penanganan dan Penyimpanan ikan Hasil Tangkapan. STP Press. Jakarta.
Suwedja, I Ketut. 2011. Biokimia Hasil Perikanan. Media Prima Aksara. Jakarta
