KESESUAIAN LAHAN UNTUK EKOWISATA MANGROVE DI KABUPATEN SITUBONDO

Penulis

  • Adinda Widiya Budiarti Universitas Hang Tuah
  • Nirmalasari Idha Wijaya Universitas Hang Tuah
  • Rudi Siap Bintoro Universitas Hang Tuah

Kata Kunci:

kesesuaian lahan, mangrove, ekowisata, Kabupaten Situbondo, SIG

Abstrak

Ekosistem mangrove tersebar di seluruh lautan tropik dan subtropik dengan vegetasi yang hanya tumbuh pada pantai yang terlindung dari gerakan gelombang. Salah satu kawasan pesisir yang memiliki rangkaian hutan mangrove adalah pesisir utara Kabupaten Situbondo. Kondisi perkembangan luas hutan mangrove di Situbondo terus mengalami penurunan pada tahun 1997 – 2007 sehinga luas tanaman mangrove menjadi 220,15 ha. Mangrove di daerah situbondo yang dilindungi pemerintah saat ini juga banyak yang ditebangi untuk dijadikan tambak intensif karena mangrove merupakan kawasan konservasi yang tidak boleh sembarangan disalah gunakan perlu adanya konservasi dengan memanfaatkan mangrove sebagai ekowisata yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk melihat kesesuaian lahan mangrove yang potensial untuk dikembangkan menjadi ekowisata mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Situbondo, menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu tumpang susun (overlay) antar parameter hingga menjadi peta kesesuaian lahan ekowisata mangrove. Parameter yang digunakan untuk kesesuaian lahan ekowisata mangrove adalah kerapatan mangrove, ketebalan mangrove, pasang surut, keanekaragaman biota, keanekaragaman mangrove, jaringan jalan. Menurut hasil analisis spasial yang telah dilakukan, lahan yang sangat sesuai untuk ekowisata mangrove di Kabupaten Situbondo ini untuk lahan yang sangat sesuai terletak di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit (stasiun 1) dengan lahan seluas 10,14 ha, untuk lahan yang cukup sesuai terletak di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit (stasiun 2) dengan lahan seluas 9,25 ha, untuk lahan yang tidak sesuai terletak di Desa Sidodadi, Kecamatan Banyuputih (stasiun 3) dengan lahan seluas 329,54 ha.

Referensi

Kadi, D,M. 1996. Penggunaan Data Penginderaan Jauh Landsat TM untuk Mengetahui Perubahan Kerapatan Vegetasi Mangrove : Studi Kasus di Wilayah Pesisir Utara Bekasi, Jawa Barat. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Nyabaken,J. 1992. Biologi Laut, Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Thahiry, M.Z. 2017. Studi Kesesuaian Lahan Pengembangan Ekowisata Kawasan Suaka Marga Satwa Mangrove Mampie Desa Galeso Kabupaten Polewali Mandar. Skripsi. Makasar : UIN Alaudin.

Yulianda, F. 2006. Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir Berbasis Konservasi. Makalah Seminar Sehari Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut. Institut Pertanian Bogor.

Diterbitkan

11-07-2019

Cara Mengutip

Widiya Budiarti, A., Idha Wijaya, N., & Siap Bintoro, R. (2019). KESESUAIAN LAHAN UNTUK EKOWISATA MANGROVE DI KABUPATEN SITUBONDO . Prosiding Seminakel, 58–67. Diambil dari https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/44

Terbitan

Bagian

Komisi B1