KARAKTERISTIK HASIL PENGECORAN PROPELLER KAPAL NELAYAN BERBAHAN DASAR PADUAN ALUMINIUM DENGAN PENAMBAHAN CUPRUM (CU) DAN MAGNESIUM (MG)

Penulis

  • Dwisetiono Program Studi Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hang Tuah Surabaya
  • Raga Nyangsang Program Studi Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hang Tuah Surabaya

Kata Kunci:

Paduan Aluminium, Tembaga, Magnesium, Propeller

Abstrak

Pembuatan propeller pada industri kecil banyak memanfaatkan bahan dasar aluminium. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik paduan aluminium jika diberi tambahan unsur tembaga (Cu) dan magnesium (Mg) dengan beberapa macam komposisi. Dari hasil pengecoran paduan tersebut dilakukan pengujian mekanis yang meliputi uji kekerasan, uji tarik dan uji impak. Selain ketiga uji mekanis tersebut juga dilakukan pengamatan metalografi baik secara makro maupun mikro. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh penambahan unsur Magnesium dan Cuprum terhadap sifat mekanik propeler dari paduan Alumunium adalah meningkatnya kekerasan propeler, menurunnya kekuatan tarik dan keuletan propeler sehingga karakteristiknya adalah lebih tahan terhadap gesekan tetapi lebih mudah patah akibat benturan dan puntiran.

Referensi

ASM Handbook Volume 3 Alloy Phase Diagram. ASM International Handbook Committee (2010).

ASTM E-10 Volume 02 Standard Test Method for Brinell Hardness of Metallic Materials Handbook (2004).

ASTM E-23 Volume 02 Standard Test Methods for Notched Bar Impact Testing of Metallic Materials Handbook (2004).

Setiawan, H. (2013), “Pengujian Kekuatan Tarik, Kekerasan dan Struktur Mikro Produk Cor Propeler Kuningan”. SIMETRIS 3. 1, 71-79.

Surdia, T. dan Saito, S., 1985, “Pengetahuan Bahan Teknik”, P.T Pradya Paramitha, Jakarta, pp143-145.

TALAT Lecture 2202, (1994), Structural Aluminium Materials, European Aluminium Association – EAA, pp. 3, 4.

Diterbitkan

06-10-2022

Cara Mengutip

Dwisetiono, & Nyangsang, R. (2022). KARAKTERISTIK HASIL PENGECORAN PROPELLER KAPAL NELAYAN BERBAHAN DASAR PADUAN ALUMINIUM DENGAN PENAMBAHAN CUPRUM (CU) DAN MAGNESIUM (MG). Prosiding Seminakel, 99–105. Diambil dari https://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/120

Terbitan

Bagian

Komisi C4