KARAKTERISTIK HASIL PENGECORAN PROPELLER KAPAL NELAYAN BERBAHAN DASAR PADUAN ALUMINIUM DENGAN PENAMBAHAN CUPRUM (CU) DAN MAGNESIUM (MG)
Kata Kunci:
Paduan Aluminium, Tembaga, Magnesium, PropellerAbstrak
Pembuatan propeller pada industri kecil banyak memanfaatkan bahan dasar aluminium. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik paduan aluminium jika diberi tambahan unsur tembaga (Cu) dan magnesium (Mg) dengan beberapa macam komposisi. Dari hasil pengecoran paduan tersebut dilakukan pengujian mekanis yang meliputi uji kekerasan, uji tarik dan uji impak. Selain ketiga uji mekanis tersebut juga dilakukan pengamatan metalografi baik secara makro maupun mikro. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh penambahan unsur Magnesium dan Cuprum terhadap sifat mekanik propeler dari paduan Alumunium adalah meningkatnya kekerasan propeler, menurunnya kekuatan tarik dan keuletan propeler sehingga karakteristiknya adalah lebih tahan terhadap gesekan tetapi lebih mudah patah akibat benturan dan puntiran.
Referensi
ASM Handbook Volume 3 Alloy Phase Diagram. ASM International Handbook Committee (2010).
ASTM E-10 Volume 02 Standard Test Method for Brinell Hardness of Metallic Materials Handbook (2004).
ASTM E-23 Volume 02 Standard Test Methods for Notched Bar Impact Testing of Metallic Materials Handbook (2004).
Setiawan, H. (2013), “Pengujian Kekuatan Tarik, Kekerasan dan Struktur Mikro Produk Cor Propeler Kuningan”. SIMETRIS 3. 1, 71-79.
Surdia, T. dan Saito, S., 1985, “Pengetahuan Bahan Teknik”, P.T Pradya Paramitha, Jakarta, pp143-145.
TALAT Lecture 2202, (1994), Structural Aluminium Materials, European Aluminium Association – EAA, pp. 3, 4.
