DRONE DAN PENGUKURAN KERUSAKAN TERUMBU KARANG AKIBAT VESSEL GROUNDING DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA (STUDI KASUS GOSONG SELOKA)

Isai Yusidarta, Nugroho Dri Atmojo

Abstract


Perairan pedalaman (dangkal) Taman Nasional Karimunjawa (TNKj) sering kali terjadi aktivitas illegal shipping dan illegal pilot. Memicu terjadinya vessel grounding, mengakibatkan kerusakan ekosistem terumbu karang. Salah satunya terjadi di Gosong Seloka 2 Februari 2018. Dalam rangka penyelesaian sengketa lingkungan hidup sesuai dengan Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2009, maka dilakukan pengukuran kerusakan ekosistem terumbu karang sebagai dasar klaim ganti rugi. Selama ini pengukuran yang dilaksanakan menggunakan metoda fishbone ground truth. Pemasangan penanda mooring buoy pada titik terluar untuk dapat memperkirakan area kerusakan, dilanjutkan dengan penyelaman untuk melaksanakan pengukuran secara ground truth tanpa alat bantu drone. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat penggunaan drone sebagai alat bantu pengukuran kerusakan terumbu karang di Gosong Seloka perairan TNKj dan  mengkuantifikasi luas kerusakan ekosistem terumbu karang. Metoda dalam penelitian ini adalah observasi yang dilaksanakan di lokasi terjadinya vessel grounding yaitu Gosong Seloka, perairan dangkal TNKj. Paparan hasil survei secara deskriptif dengan membandingkan data yang diperoleh menggunakan teknik drone murni, drone – swim-time dan drone – ground-truth measurement. Survey dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 April 2018. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan drone untuk aerial mapping lokasi vessel grounding di Gosong Seloka memberikan gambaran awal kerusakan ekosistem terumbu karang dan memudahkan penggunaan metoda fish-bone dalam pengukurannya. Menggunakan teknik drone murni didapatkan 16 polygon spot kerusakan ekosistem terumbu karang  dengan total luas 155 m2. Gabungan teknik drone – Swim-time mendapatkan 14 polygon spot kerusakan ekosistem terumbu karang dengan luasan total 161 m2. Sedangkan gabungan teknik drone – ground-truth measurement mendapatkan 14 spot dengan luas keseluruhan kerusakan ekosstem terumbu karang adalah 184,45 m2. Berdasarkan hasil di atas, penggunaan drone harus dilengkapi dengan ground check melalui penyelaman dan pengukuran secara ground-truth, karena aerial mapping belum mampu memetakan zona kerusakan dispersal (sebaran pecahan). Aerial mapping yang dihasilkan baru mampu memperlihatkan zona kerusakan tranjectory (lindasan langsung), kondisi ini juga memerlukan ground check untuk menentukan luka kerusakannya berkaitan dengan vessel grounding atau luka bekas bleaching. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa penggunaan drone sangat membantu memetakan spot – spot kerusakan ekosistem terumbu karang di Gosong Seloka perairan pedalaman TNKj. Luas kerusakan terumbu karang sebagai dasar klaim ganti rugi adalah 184,45 m2.

Keywords


drone, fish-bone, ground-truth

Full Text:

PDF

References


DeVantier LM, Done (2007). Inferring Past Outbreaks of The Crown-of Thorns Seastar from Scar Patterns on Coral Heads (in Geological approaches to coral reef ecology) Editor. RB Aronson. Springer, p85-125.

Ginsburg, Robert N.; Gischler, Eberhard; Kiene, William E., 2001. Partial mortality of massive reef-building corals: an index of patch reef condition, Florida Reef Tract. Bulletin of Marine Science, Volume 69, Number 3, November 2001 , pp. 1149-1173(25).

Gomez ED, Alino PM, Yap HT, Licuanan WY (1994) A reviewof the status of Philippine Reef. Mar Pollut Bull 29: 62-68

Indriantoro, N., dan Supomo B. (1999). Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akutansi dan Manajemen. Yogyakarta. BPFE.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.