AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT SARGASSUM BERBEDA SPESIES DARI PERAIRAN PANTAI BANDENGAN JEPARA TERHADAP RADIKAL BEBAS DPPH

Rini Pramesti, Muhammad Zainuddin, Wilis Ari Setyati

Abstract


Radikal bebas merupakan suatu molekul yang memiliki atom tidak stabil pada orbital terluar. Reaktivitas radikal bebas ini dapat menyebabkan kerusakan sel. Radikal bebas dapat distabilkan dengan senyawa yang bersifat antioksidan. Saat ini sudah beredar secara komersil berbagai antioksidan sintetik. Kelemahan antioksidan sintetik adalah dapat menimbulkan efek samping yaitu kerusakan organ. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan studi tentang aktivitas antioksidan yang bersifat alami yaitu dari ekstrak rumput laut sargassum berbeda spesies pada perairan pantai bandengan jepara terhadap radikal bebas DPPH. Penelitian dilaksanakan pada januari-februari 2018 menggunakan metode eksperimen laboratoris yang terdiri dari sampling, preparasi sampel, ekstraksi, uji antioksidan, penentuan IC50. Sampling sargassum dilakukan secara purposif di pantai bandengan jepara dengan tiga pengulangan stasiun. Masing – masing sampel sargassum yang didapat dilakukan identifikasi secara morfologi. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi adalah hexana, etil asetat dan metanol. Kontrol positif yang digunakan adalah antioksidan sintetik yaitu BHT dan asam askorbat. Hasil identifikasi sargassum didapatkan ada 3 jenis yaitu S duplicatum, S polycystum dan S echinocarpum. Hasil ekstraksi didapatkan 9 jenis ekstrak. Tiap ekstrak dilakukan uji aktivitas antioksidan radikal DPPH. Berdasarkan analisis two way anova menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan jenis sargassum dan pelarut berpengaruh terhadap aktifitas peredaman radikal DPPH. Berdasarkan analisis one way anova menunjukkan bahwa ekstrak terbaik pada jenis S duplicatum, S polycystum dan S echinocarpum adalah ekstrak dengan pelarut etil asetat dengan nilai persen inhibisi sebesar 59,40cd, 63,86d dan 56,84cd %. Berdasarkan analisis regresi linier sederhana dan one way anova menunjukkan bahwa masing – masing ekstrak tersebut memiliki nilai IC50 yang berbeda yaitu konsentrasi sebesar 442, 405 dan 947 ppm. Berdasarkan nilai IC50 tersebut maka ekstrak S duplicatum dan S polycystum pelarut etil asetat tergolong dalam antioksidan sangat kuat. Sedangkan S echinocarpum pelarut etil asetat tergolong dalam antioksidan kuat. Berdasarkan analisis two way anova menunjukkan bahwa jenis sargassum dengan aktivitas antioksidan terbaik adalah S polycystum. Sedangkan pelarut terbaik adalah etil asetat.

Keywords


sargassum, antioksidan, ekstraksi, radikal, DPPH

Full Text:

PDF

References


Andayani, R., Lisawati, Y., danMaimunah. 2008. Penentuan aktivitas antioksidan, kadar fenolat total dan likopen pada buah tomat (Solanum lycopersicum L). Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi. 13(1): 1-9.

Atmadja W.S; Kadi,A; Sulistijo; Rachmaniar. 1996. Pengenalan Jenis-Jenis Rumput Laut Indonesia. Puslitbang Oseanologi-LIPI. Jakarta

Fajarningsih, N. D., M. Nursid, T. Wikanta dan E. Marraskuranto. 2008. Bioaktivitas Ekstrak Turbinaria decurrens sebagai Antitumor (HeLadan T47D) serta Efeknya terhadap Proliferasi Limfosit. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 3 (1) : 21-27.

Gill, A. M., R.A. Bradstock, J.E. Williams. 2002. Fire Regimes And Biodiversity: Legacy And Vision. In: Flammable Australia: The Fire Regimes and Biodiversity of a Continent (eds. R. Bradstock, J.E. Williams, A. Malcolm Gill): 429-446.

Ismail, J., Runtuwene M. R. J.,&Fatimah, F. 2002. Penentuan Total Fenolik Dan UjiAktivitasAntioksidanPadaBiji Dan KulitBuah Pinang Yaki (Areca Vestiaria Giseke).Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sam Ratulangi. Manado.

K Manivannan, G devi Karthikai, P Anantharaman, T Balasubramanin, 2011. Antimicobial potential of selected brown seaweeds from Vedalai coastal waters, Gulf of Mannar. Asian Pasific Journal of Tropical Biomedicine, 114-120.

Kanjana Kulwadee, Radtanatip Tawut, Asuvapongpatana Somluk, Withyachumnarnkul Boonsirm, Kanokpan Wongprasert. 2011. Solvent extracts of the red seaweed Gracilaria fisheri prevent Vibrio Harveyi infections the black tiger shrimp Panaeus monodon. Fish & Shellfish Immunology 30 (2011) 389-396


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.