DESAIN FORMULASI TEPUNG BUAH MANGROVE Sonneratia caseolaris SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR (DISINTEGRAN) PADA FORMULASI TABLET PARASETAMOL

Indira Afandi, Inggrid Ivana Siagian, Ramadhanti Cahyani Putri, Giftania Wardani Sudjarwo

Abstract


Sampai saat ini, jumlah bahan baku obat sebesar 95-96% diimpor dari China dan India. Angka ini menunjukan ketergantungan impor bahan aktif obat (Active Pharmaceutical Ingridients/API) maupun bahan tambahan (eksipien) masih tinggi. Apabila keadaan ini dibiarkan terus menerus maka akan memberi dampak pada penggunaan anggaran negara Indonesia yang dikeluarkan untuk biaya impor bahan baku sediaan farmasi semakin meningkat. Dari latar belakang permasalahan inilah kami melakukan eksplorasi sumber daya laut untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan (eksipien) tablet, sehingga diharapkan dapat menurunkan presentase angka impor bahan baku sediaan farmasi di Indonesia. Bahan tambahan (eksipien) yang akan dibuat adalah bahan penghancur (disintegran) yang berfungsi untuk memudahkan hancurnya tablet  ketika kontak dengan saluran cerna, bahan penghancur (disintegran) yang akan di formulasikan berbahan dasar pati buah mangrove Sonneratia caseolaris. Pada penelitian ini dilakukan formulasi dengan menggunakan metode granulasi basah. Dalam pembuatan tablet parasetamol ini dibagi menjadi beberapa formulasi dengan konsentrasi disintegran yang berbeda antara tepung buah mangrove Sonneratia caseolaris dengan primogel. Formulasi yang dibuat untuk bahan penghancur (disintegran) tepung buah mangrove Sonneratia caseolaris dengan konsentrasi FI 5%; FII 10%; FIII 15% dan bahan penghancur (disintegran) dengan primogel yaitu dengan konsentrasi FI 5%; FII 10%; FIII 15%. Berdasarkan hasil penelitian, dari perbandingan formulasi disintegran antara tepung buah mangrove Sonneratia caseolaris dan primogel di dapatkan hasil evaluasi granul dengan metode granulasi basah sebagai berikut: pengolahan buah mangrove Sonneratia caseolaris dengan penambahan Na-metabisulfit didapatkan hasil tepung buah mangrove Sonneratia caseolaris yang dapat digunakan sebagai disintegran pada formulasi parasetamol; uji evaluasi granul kecepatan alir dan sudut istirahat, bobot jenis benar, dan Moisture Content (MC).

Keywords


disintegran, eksipien, mangrove, Sonneratia caseolaris, parasetamol

Full Text:

PDF

References


Haley, S., 2009, Propylparaben, In : Rowe, R.C., Sheckey, P. J., & Quinn, M. E. (eds.), Handbook of Pharmaceutical Excipients, Sixth Edition, Pharmaceutical Press and American Pharmacists Association, London.

INFARKES (Informasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan). 2016. Upaya Kemandirian Produksi Bahan Baku Obat Indonesia. Buletin Infarkes Edisi III-April 2016 Hal. 04.

Kurnializa, Era.2013. Potensi Amilum Limbah batang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sebagai Bahan Penghancur pada Formulasi Tablet Paracetamol. Pontianak: FK- Universitass Tanjungpura.

Niazi, Sarfaraz K,. 2009. Handbook Of Pharmaceutical Manufacturing Formulations. Second Edition Volume One: Compressed Solid Products. New York: Informa Health Care.

Ohaus, 2001, Instruction Manual MB45 Moisture Analyzer, Ohaus Corporation 19A Chapin Road, Pine Brook, NJ 07058-9878,USA

Wells, J.I., 1988, Pharmaceutical Preformulation : The Physicochemical Properties of Drug Substances, Ellis Horwood Ltd., England, p. 211-214


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.