ANALISIS BIOSORPSI Fe3+ DENGAN MENGGUNAKAN BIOFILM STREAMER

Desy Tamalasari, Lutfi Ni'matus Salamah, Andi Kurniawan

Abstract


Salah satu logam berat yang sering menjadi pencemar di perairan adalah Fe3+ yang keberadaannya dalam jumlah tertentu dibutuhkan organisme akan tetapi dalam jumlah berlebih dapat menimbulkan efek racun. Untuk mengatasi pencemaran Fe3+ di ekosistem perairan, beberapa metode telah digunakan dimana salah satunya adalah biosorpsi. Salah satu alternatif biosorben yang digunakan dalam metode biosorpsi ini adalah biofilm. Biofilm dipilih menjadi biosorben karena mempunyai kapasitas yang tinggi dan ramah lingkungan. Biofilm streamer merupakan biofilm yang tumbuh pada perairan mengalir. Studi pemanfaatan biofilm streamer yang terbentuk di lingkungan alami untuk biosorpsi jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik adsorpsi Fe3+ oleh biofilm streamer melalui analisis kinetik adsorpsi dan adsorpsi isotherm. Percobaan kinetik adsorpsi dilakukan dengan menggunakan perbedaan waktu kontak (5 - 60 menit), sedangkan percobaan adsorpsi isotherm menggunakan konsentrasi 5 - 1000 mg/l. Analisis data dilakukan dengan menggunakan persamaan Adsorpsi Isotherm Langmuir. Hasil yang didapatkan dari analisis kinetik adsorpsi menunjukkan bahwa proses adsorpsi berlangsung sangat cepat dimana dalam waktu 5 menit adsorpsi sudah mencapai titik keseimbangan yang mencirikan mekanisme fisika kimia. Sedangkan hasil analisis adsorpsi isotherm menunjukkan bahwa proses adsorpsi sesuai dengan pola Adsorpsi Isotherm Langmuir yang mengindikasikan adsorpsi terjadi dalam bentuk monolayer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan biofilm streamer yang tumbuh alami di alam dapat digunakan sebagai biosorben dalam biosorpsi logam berat.


Keywords


biosorpsi, Fe3+, biofilm, kinetik adsorpsi, adsorpsi isotherm

Full Text:

PDF

References


Asriani, W. O., Emiyanti dan E. Ishak. 2013. Studi kualitas lingkungan di sekitar pelabuhan bongkar muat nikel (Ni) dan hubungannya dengan struktur komunitas makrozoobentos di Perairan Desa Motui Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Mina Laut Indonesia. 3(12): 22-35.

Carolin, C. F., P. S. Kumar, A. Saravanan, G. J. Joshiba and M. Naushad. 2017. Efficient techniques for the removal of toxic heavy metals from aquatic environment: a review. Journal of Environmental Chemical Engineering. 17: 2213-3437.

D’Acunto, B., L, Frunzo and M. R. Mattei. 2018. On a free boundary problem for biosorption in biofilms. Nonlinear Analysis: Real World Applications. 39: 120-141.

Firmansyaf, D., B. Yulianto dan S. Sedjati. 2013. Studi kandungan logam berat besi (Fe) dalam air, sedimen dan jaringan lunak kerang darah (Anadara granosa Linn) di Sungai Morosari dan Sungai Gonjol Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Journal Of Marine Research. 2(2): 45-54.

Hamdi, A. S dan E. Bahruddin. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan. Deepublish. Yogyakarta. 171 hlm.

Kurniawan, A., T. Yamamoto, T. Y. Tsuchiya and H. Morisaki. 2012. Analysis of the ion adsorption–desorption characteristics of biofilm matrices. Microbes Environ. 27(4): 399-406.

and T. Yamamoto. 2013. Biofilm polymer for biosorption of pollutant ions. Procedia Environmental Sciences. 17: 179-187.

and T. Yamamoto. 2015. Biosorption of lithium using biofilm matrix of natural microbial consortium. Microbiology Indonesia. 9(3): 106-112.

., Guntur, A. Hiraki, Y. Fukuda and T. Yamamoto. 2015. Nutrient ions during biofilm forming process. Procedia Environmental Sciences. 28: 252-257.

., Y. Tsuchiya, S. Eda and H. Morisaki. 2015. Characterization of the internal ion environment of biofilms based oncharge density and shape of ion. Colloids and Surfaces B: Biointerfaces. 136: 22-26.

and Y. Fukuda. 2016. Electric charge characteristics of biofilms formed on various surfaces. J. Pure App. Chem. Res.5(2): 95-100.

Moore, J.W. 1991. Inorganic Contaminant of Surface Water Springer Verlag, New York.

Rusconi, R., S. Lecuyer, L. Guglielmini and H. A. Stone. 2010. Laminar flow around corners triggers the formation of biofilm streamers. Journal of The Royal Society Interface. 7: 1293–1299.

Supriyantini, E dan H. Endrawati, 2015. Kandungan logam berat besi (Fe) pada air, sedimen, dan kerang hijau (Perna Viridis) di perairan Tanjung Emas Semarang. Jurnal Kelautan Tropis. 18(1): 38-45.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.