ADAPTASI TIADA HENTI: SIASAT AKSES SUMBERDAYA PERIKANAN DAN RESPONS RUMAH TANGGA NELAYAN TRADISIONAL Studi Kasus di Desa Pesisir, Kabupaten Situbondo

Kusnadi Kusnadi

Abstract


Sebagian besar penduduk Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo bermatapencaharian nelayan. Bagi nelayan tradisional upaya mengelola potensi sumberdaya perikanan  secara berkelanjutan dan adil merupakan cara yang tepat mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Kendalanya cukup kompleks. Mereka harus berhadapan dengan nelayan sleret (purse seine)  dan nelayan cantrang yang rakus sumberdaya perikanan. Dalam perebutan  akses sumberdaya tentu saja nelayan tradisional kalah dari mereka. Ketiadaan organisasi sosial yang kuat, terbatasnya  akses politik lokal, dan penegakan hukum yang lemah terhadap pelanggaran aturan yang berlaku telah mempersulit nelayan tradisional mengatasi persoalan persaingan akses sumberdaya perikanan. Aspirasi nelayan sering diabaikan oleh berbagai pihak. Meskipun demikian, nelayan tradisional tetap berupaya mengakses sumberdaya yang semakin tinggi ketidakpastiannya dengan  menangkap ikan di kawasan perairan yang ditebari sarang ikan (onjhum) oleh nelayan sleret, memasok informasi kepada nelayan sleret tentang potensi sumberdaya perikanan ada, melawan secara kolektif operasi nelayan cantrang ketika ditemui di tengah laut, diversifikasi alat tangkap, memperketat keputusan melaut, atau menangkap ikan  pada jarak yang semakin jauh dari perairan pantai dengan risiko membengkaknya biaya operasional. Proses kreatif nelayan tradisional mempertahankan akses terhadap sumberdaya paling tidak berkontribusi menjaga kelangsungan   hidupnya. Persaingan ketat dan eksploitatif di antara pengguna sumberdaya dan pengingkaran norma penangkapan tradisional (local wisdom) telah mempersulit menjaga potensi lestari sumberdaya perikanan.  Pihak yang paling terdampak dari kondisi demikian adalah nelayan tradisional yang ditandai dengan perolehan pendapatan yang berkurang dan tidak pasti serta penurunan kualitas kesejahteraan. Kondisi demikian memaksa rumah tangga nelayan melakukan respons struktural dan perubahan gaya hidup secara terus-menerus

Keywords


nelayan tradisional, sumberdaya perikanan, respons struktural, kesejahteraan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.