STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Sunadji Sunadji, Ratoe Oedjoe, Felix Rebhung

Abstract


Rumput laut merupakan salah satu komoditas strategis dalam program revitalisasi perikanan di samping udang dan tuna. Rumput laut  menjadi komoditas utama dalam program revitalisasi perikanan di samping udang dan tuna, karena beberapa keunggulannya, antara lain: peluang ekspor terbuka luas, harga relatif stabil, belum ada quota perdagangan bagi rumput laut; teknologi pembudidayaannya sederhana, sehingga mudah dikuasai; siklus pembudidayaannya relatif singkat, sehingga cepat memberikan keuntungan; kebutuhan modal relatif kecil; merupakan komoditas yang tak tergantikan, karena  tidak   ada  produk sintetisnya; usaha pembudidayaan rumput laut tergolong usaha yang padat karya, sehingga mampu menyerap tenaga kerja. Kegunaan rumput laut sangat luas, dan dekat sekali dengan kehidupan manusia.  Kabupaten Kupang mempunyai potensi lahan untuk budidaya rumput laut sebesar 8.890,5 Ha dan baru dimanfaatkan 13,68 % tahun 2016. Usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Kupang dilakukan oleh rumahtangga, Kebijakan pemerintah Kabupaten Kupang dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang yang telah dilakukan masih bersifat parsial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan adalah survey, populasi pembudidaya rumput laut, sedangkan analisis data digunakan metode SWOT. Dari hasil penelitian didapatkan posisi relatif  pengembangan budidaya rumput laut berdasarkan analisis SWOT berada pada kuadran pertama yang berarti strategi yang digunakan adalah strategi Progresif atau Agresif, sedangkan strategi Pengembangan usaha budidaya rumput laut secara Progresif bisa dilakukan dengan jalan: peningkatan produksi sesuai permintaan pasar, peningkatan kualitas dan kontinuitas rumput laut, pengembangan tenaga kerja, pengembangan pemanfaatan lahan, peningkatan permodalan, peningkatan peran pemerintah, dan pengembangan kelembagaan. Dari hasil penelitian disarankan agar pembudidaya meningkatkan produksi sesuai permintaan pasar, menjaga kualitas dan kontinuitas produk, sedangkan pemerintah bisa meningkatkan perannya dalam hal pendapingan pada pembudidaya, bantuan modal serta meningkatkan kelembagaan

Keywords


Strategi, rumput laut, budidaya, usaha, pengembangan

Full Text:

PDF

References


Afrianto Eddy dan Evi Liviani, 1989. Budidaya Rumput Laut dan Cara Pengolahannya. Bharata; Jakarta.

Aslan, L.M, 1991. Budidaya Rumput Laut. Kanisius ; Yogyakarta

Aysit Tansel, 2001, Economic Development and Female Labour Force Participation in Turkey: Time Series Evidence and Cross-Provinces Estimate: http://depot.gdnet.org/newkb/fulltext/tansel_female_labour.pdf (3-6-2010; 20.32)

Anwar Hidayat, 2001, Ruang Lingkup Agribisnis, Depdiknas, Jakarta

Badan Pusat Statistik Prov. NTT, 2016, Prov NTT Dalam Angka, Badan Pusat statistik Provinsi NTT, Kupang

Bamum H.W. and Squire I., 1978, An Econometric Application of the Teory of the Farm-Household, Journal of Development Economic, Nort Holland Publishing Company, Holland.

Becker G.S., 1965, The Economic Approach to Human Behavior, The University of Chicago Press, Chicago.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kupang 2016. Laporan pengembangan Budidaya Rumput Laut. Dinas Perikanan Kabupaten Kupang, Kupang

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2017. Laporan Tahunan tahun 2016. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT , Kupang

Ditjend Perikanan Budidaya, 2010, Profile Rumput Laut Indonesia. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Ellis F., 1989, Peasant Economic, Farm Household and Agrarian Development, Cambridge University Press.

Freddy Numberi, 2008, DKP Dorong Rumput Laut sebagai Sumber Pangan dan Energi, Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta

FISIP UNILA, 2009, Analisa SWOT Suatu Pengantar, http://blog.unila.ac .id/redha /2009/02/23/analisis-swot-pengertian-swot-pengantar-swot/ 26 februari jam 4.46

Gudon Esje, 1998, Indonesia Baru Adalah yang Berbasis Agribisnis:

J., 1982 Rural Development Theories of Peasant Economic and Agrarian Change, Hatchinson & Co Ltd, London.

Heilbomer, R, 1982, Terbentuknya Masyarakat Ekonomi, Galia Indonesia, Jakarta.

Herry Darwanto, 2005, Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan Berbasiskan Masyarakat Terpencil, BAPPENAS, Jakarta

Koutsoyiannis A., 1977, Theory of Econometrics, Macmillan Publishing Company, Great Britain.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, 2007, Analisis SWOT, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM), Universitas Indonesia, Jakarta.

Mark Aguiar, Erik Hurst, 2006, Measuring Trends in Leisure: The Allocation of Time over Five Decades: http://www.bos.frb.org/economic /wp/wp2006/ wp0602.pdf (1-6-2010; 13.12)

Murdwiono, 2001. Usaha Tani Dan Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Budidaya Rumput Laut Dalam Rangka Pemberdayaan Petani Rumput Laut Di Kepulauan Seribu, Jakarta (Studi Kasus Di Pulau Pari), Tesis Program Pascasarjana IPB, Bogor.

M. Nazir, 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.

M. Troell ; P. Rönnbäck ; C. Halling ; N.Kautsky, 1999, Ecological engineering in aquaculture: use of seaweeds for removing nutrients from intensive mariculture, Journal of Applied Phycology 11: 89–97, 1999, Kluwer Academic Publishers. Printed in Belgium.

Poesproprodjo, 2007. Logika Scientifika. Pustaka Grafika, Bandung.

Pudji P., 2008, Simulasi Kebijakan Pengembangan Ekonomi dan Ketahanan pangan Rumahtangga Nelayan Skala Kecil di Jawa Timur, Disertasi Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang.

an C.A, dan M. Syukur, 1989, Kontribusi Sektor Pertanian Menuju Struktur Pendapatan Berimbang di Pedesaan, Pusat penelitian Agro Ekonomi, Badan Litbang Pertanian, Bogor.

Sadhori, S. Naryo. 1992. Budidaya Rumput Laut. Balai Pustaka ; Jakarta.

Sahri M., Irfan I., Eko Ganis S., 2006, Fishermen-Household’s accessibilities to Solving Problems of their poverty: A case study in the East Java Coastal Villages, The International Journal of Acocounting and Business Society Vol 14 No 1, Postgraduate Program-Brawijaya University, Malang.

Singh.I.,.Squire L., and Strauss J., 1986, Agricultural Household Model Extention, application and Policy, The John Hopkins University Press, Baltimore.

Sunadji, Crisca B.E, Diana J., 2012, Curahan Tenaga Kerja dan Pendapatan pada Usaha Rumput Laut di Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Kupang, Kupang

Syaifuddin, 2008, Hubungan Karakteristik dengan Kompetensi Pembudidaya Rumput Laut (Eucheuma spp) di Tiga Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Disertasi Program pascasarjana IPB, Bogor.

Ridwan Phb., 2010, Teori Kebijakan, http://tesisdisertasi.blogspot.com/2010/03/teori-kebijakan-sosial.html

Timothy Pickering (2006), Advances in seaweed aquaculture among Pacific Island countries, Journal of Applied Phycology (2006) 18: 227–234 Kluwer Academic Publishers. Printed in Belgium.

Wikipedia, 2011, Teori Keputusan, http://id.Wikipedia.org/wiki/teori_keputusan 25-06-2011, 4.17

Yusuf Kamlasi, 2008, Kajian Ekologis dan Biologi Untuk Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma cottoni) di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT, Tesis Sekolah Pascasarjana, IPB, Bogor


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.