PENGARUH PENGELASAN BERULANG TERHADAP LAJU KOROSI PELAT BADAN KAPAL

Teddy Fristiansyah, Tri Agung Kristiyono

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengarus pengelasan berulang pada pelat badan kapal. Analisa dilakukan terhadap tiga spesiemen yang mempunyai variasi jumlah pengelasan berulang yang berbedah. Pengelasn menggunakan FCAW (Flux Core Arc Welding) dengan sambungan Butt Joint. Dengan posisi pengelasan 3G sebagai variasi pengelasan, selanjjutnya dilakukan pengujian dengan metode salt spray test pada pelat yang telah mengalami pengelasan berulang dengan mengacu pada standar ASTM B11-7, data pengujian akan dianalisa untuk mendapatkan pengaruh pengelasan berulang terhadap laju korosi. Diadapat kesimpulan bahwa semakin banyaknya repair pengelasan pada pelat badan kapal akan menghasilkan laju korosi yang tinggi.

Keywords


laju korosi; Pengelasan ulang; FCAW; seminar; nasional

Full Text:

PDF

References


Afandi, Y.A., Arief, I.S, dan Amiadji (2015), Analisa Laju Korosi Plat Baja Karbon dengan Variasi Ketebalan Coating, Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Al-Maqassary, A. (2013), Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Korosi, http://www.e-jurnal.com/2013/12/faktor-faktor-penyebab-terjadinya-korosi.html(diakses tanggal 4 Fabruari 2018).

Athanasius, P., Bayuseno (2009). Analisa Laju Korosi Pada Baja Untuk Material Kapal Dengan Dan Tanpa Perlindungan Cat. Semarang: Universitas Diponegoro.

Chandler, Kenneth A., (1985), Marine And Offshore Corrosion, Butterworth, London

Kristiyono T.A., Dan Nugroho N.Y., (2010). Laju Korosi Plat Baja Lunak Grade A Yang Telah Mengalami Deformasi Plastis Pada Media Air Laut.Surabaya: Universitas Hangtuah

Suradi, I.K., dan Suarsana I.K. (2007), Prediksi Laju Korosi Dengan Perubahan Besar Derajat Deformasi Plastis Dan Media Pengkorosi Pada Material Baja Karbon, Bali : Universitas Udayana

Trethewey, K. R. & Chamberlain, J. (1991). Korosi Untuk Mahasiswa dan Rekayasawan, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Utomo, B. (2009), Jenis Korosi Dan Penanggulangannya, Program Diploma III Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro,https://ejournal.undip.ac.id/index.php/kapal/article/view/2731,(diakses pada tanggal 4 Fabruari 2018)

Wahyu, Nandito. (2015),Artikel Rangkuman Tentang Korosi atau Pengkaratan. http://nandito047mercubuana.blogspot.com/2015/10/korosi-atau-pengkaratan.html, (diakses pada tanggal 19 Juni 2018)

Agus, Setiawan. 2008. Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LRFD. Jakarta : Penerbit Erlangga.

Amanto, H dan Daryanto. 1999. Ilmu Bahan. Bumi Aksara. Jakarta. Hal 63-87

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan programSPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro,Semarang.

Harsono,danThoshie.2000.ProsesPengelasLogam.

Id, wikipedia 2016. DIN (Deutche Industrie Nomen). Diakses februari 2016,from wikipedia:http://www.wikipedia.com/Las

Salmon, Charles G, John E.Johnson. 1992. Struktur Baja: Desain dan Perilaku Jilid 1. Jakarta : Erlangga

Sri Widharto. 2007. Petunjuk Kerja Las, Cetakan-5. Jakarta. PradnyaParamita.

Sunyoto, dkk. Teknik Mesin Industri jilid 1. (2008).

Suratman,Maman.2001.TeknikMengelasAsetilen,BrazingdanBusurListrik.Pustaka Grafika,Bandung.

Wiryosumarto, Harsono, 1991. “Teknik pengelasan logam,” Pradnya Paramita. Jakarta.

Wiryosumarto,Harsono.Okumura,Toshie.2000.TeknologiPengelasanLogam.Jakarta:PT.Pradya Paramita

Zarzycki, J., Glasses and the Vitreous State, Cambridge Solid State Science Series, Eds. Clarke, D.R., et al. (1991).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.