SIFAT FISIK DAN MEKANIK SAMBUNGAN LAS ALUMINIUM DENGAN VARIASI PROSES CLEANING ACTION

Wachid Riky Miftachul Ilmi, Nur Yanu Nugroho

Abstract


Aluminium mempunyai panas jenis dan daya hantar yang tinggi, mudah teroksidasi dan membentuk oksida aluminium Al2O3 yang mempunyai titik cair yang tinggi sehingga mengakibatkan peleburan antara logam induk dan logam las menjadi terhalang. Karena itu dilakukan upaya yaitu perlakuan cleaning action sebelum pengelasan aluminium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik dari proses cleaning action pada sambungan las aluminium, dengan membandingkan hasil pengujian tarik, tekuk, kekerasan dan struktur makro pada variasi cleaning action menggunakan alkohol, aseton dan gerinda. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah aluminium 5083, preparasi spesimen dilakukan sesuai standar AWS, dan pengolahan data hasil pengujian menggunakan analysis of varience (ANOVA). Hasil pengujian tarik dengan kekuatan tarik maksimal terdapat pada spesimen dengan perlakuan cleaning action menggunakan aseton dengan nilai 243,31 Mpa. Pengujian tekuk yang tidak mengalami open defect dan crack adalah spesimen dengan perlakuan cleaning action menggunakan alkohol dan spesimen dengan perlakuan cleaning action menggunakan aseton. Uji kekerasan dengan nilai kekerasan terendah pada area base metal terdapat pada spesimen dengan perlakuan cleaning action menggunakan alkohol dengan nilai 70,93 HVN, sedangkan untuk area HAZ dan weld metal terdapat pada spesimen dengan perlakuan cleaning action menggunakan aseton dengan nilai 72,49 HVN dan 68,84 HVN. Hasil pengujiaan Analisys of Variance (ANOVA) bahwa setiap pengujian baik itu uji tarik dan uji kekerasan yang dihasilkan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap hasil dari proses cleaning action sebelum pengelasan.

Keywords


Aluminium; Pengelasan; Cleaning Action; Sifat Fisik; Sifat Mekanik

Full Text:

PDF

References


Amanto, H. Dan Daryanto, 2006. Ilmu Bahan. Jakarta: Bumi Aksara.

Ambriz, R.R. dan Mayagoitia, V. 2011. Welding of Aluminium Alloys, Meksiko: Intituto Politécnico Nacional CIITEC-IPN.

American Society of Mechanical Engineers. 2015. ASME sec. II MATERIALS Part B Nonferrous Material Specifications. Two Park Avenue, New York, NY 10016-5990: The American Society of Mechanical Engineers. 2015. ASME section II part C. New York: ASME international.

American Welding Society. 2001. Welding Handboook Ninth Edition Volume 1, Miami: American Welding Society.

American Welding Society. 2014. Structural Welding Code – Aluminium Sixth edition, Miami: American Welding Society.

.Davis, J.R. 2001. "Aluminum and Aluminum Alloys." In Alloying: Understanding the Basics, 352-416. ASM International.

Nafi’, Anas Fathinun. 2018, Sifat Fisik dan Mekanik Multiple Repair Welding Pada Pengelasan Aluminium 5083. Surabaya:Universitas Hang Tuah.

Okumura dan Wiryosumarto, 1996. Teknologi Pengelasan Logam. Jakarta: Prandya Paramita.

Steel, R and Torrie, J 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometrik (Terjemahan : Bambang Sumantri). Jakarta: PT. Gramedia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.