SEAWEED JELLY HANDSANITIZER SEBAGAI USAHA PRODUKTIF INOVATIF DALAM MENINGKATKAN HIGIENITAS TANGAN

Qonitah Syamlan, Indana Ulfa, Jhon Frans, Aniek Sulestiani

Abstract


Salah satu upaya pencegahan dalam kebersihan tangan untuk menghindari penyakit saluran pencernaan untuk yang dilakukan yaitu dengan adanya handsanitizer. Handsanitizer merupakan produk yang tidak asing lagi, bahan utama yang digunakanpun berfariasi, dalam produk ini kami menggunakan bahan utama Rumput Laut jenis cottonii dengan nama Seaweed Jelly Handsanitizer. Produk ini memiliki banyak keunggulan dibanding produk handsanitizer lainnya, salah satunya aman dengan penggunaan bahan baku alami sehingga tidak berbahaya saat terkonsumsi dan memiliki harga yang cukup ekonomis dibanding produk lainnya. Lingkungan masyarakat yang semakin konsumtif dapat mempermudah dalam memasarkan produk ini karena pada era saat ini banyak konsumen yang lebih menginginkan produk instant dan tetap aman. Keunikan produk ini dapat menarik minat masyarakat karena nilai fungsional nya yang beragam, yaitu mampu sebagai handsanitizer dan juga jelly. Pembuatan handsanitizer yang menggunakan bahan baku rumput laut jenis Eucheuma cottoni dengan bahan tambahan Sereh dan Kemangi. Produk ini terdapat aroma original, jeruk dan juga mint. Target penjualan tiap bulannya adalah 150 buah seaweed jelly handsanitizer dengan peningkatan produk 50 unit tiap bulannya seharga Rp 15.000.

Keywords


Seaweed Jelly Handsanitizer; aman; ekonomis; unik

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan RI, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 7, 8, 889.

Ginanjar, E. F., Retnaningrum, E., Septriani, N. I., Octaviani, A., Wiyati, D. A. T. M., & Rosrinda, E., 2010, Handy Gel Carrota Hasil Fermentasi Daun Wortel Sebagai Antibakteri Penyebab Penyakit Kulit, Seminar Nasional Biologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1169.

Joshi, B., S. Lekhak, and A. Sharma. 2009. Antibacterial Property of Different Medical Plants: Ocimum sanctum, Cinnamomum zeylanicum, Xanthoxylum armatum, and Origanum majorana. Kathmandu University J. Sci, Eng, and Tech., 5(1): 143-150.

Miller, Michael A. 2006. Does the clinical use of ethanol-based hand sanitizer elevate blood alcohol levels? A prospective study. The American Journal of Emergency Medicine, 24(7): 815–817.

Myers, Ronnie. 2008. Hand Hygiene Among General Practice Dentists A Survey of Knowledge, Attitudes and Practices. The Journal of the American Dental Association, 139: 948-957.

Parag, S., N. Vijyayshree, B. Ranu, and B. R. Patil. 2010. Antibacterial Activity of Ocimum sanctum Linn. and its Application in Water Purification. Res. J. Chem. Environ., 14(3): 46-50.

Simic, A., Sokovic, M.D. & Ristic, M. 2004. The chemical composition of some Lauraceae essential oils and their antifungal activities. Phytother Res 2004;18:713-7.

SNI 2897. 2008. Sisni. Bsn .go. id / index. php / SNI_main / SNI / detail_SNI / 7779

Pelczar, dan Chan, E.C.S. 1988. Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid II. Diterjemahkan oleh Ratna Siri Hadioetomo, Teja Imas, Sutarmi, Tjitrosomo, Sri Lestari A. Jakarta : UI Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.