PRODUKSI TELUR BANDENG, CHANOS-CHANOS Forskall DENGAN KEPADATAN INDUK BANDENG YANG BERBEDA DI HATCHERY SWASTA

Anak Agung Alit

Abstract


Usaha produksi  telur  ikan bandeng  sudah berjalan lebih dari 20 tahun  dan berkembangnya dari tahun ketahun sangat cepat, hal ini disebabkan oleh permintaan benih ikan bandeng atau nener untuk diekspor maupun kebutuhan untuk lokal semakin hari semakin meningkat. Sehingga mendorong untuk  memacu usaha  produksi  telur ikan bandeng (hatchery lengkap),  diharapkan dapat  memenuhi  kebutuhan backyard hatchery skala rumah tangga (HSRT).  Oleh karena itu, usaha produksi telur bandeng dengan kepadatan induk bandeng  yang berbeda perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatan data kepadatan yang tepat dan efisien  pada usaha produksi telur bandeng.  Dua perlakuan  digunakan yaitu: perlakuan A:  Kepadatan  induk bandeng = 50 ekor/100 m³, dan perlakuan B:  kepadatan induk bandeng = 75 ekor/m³ dengan  mengunakan bak beton,  masing-masing perlakuan menggunakan 2 buah  bak beton  dengan  2 kali ulangan. Induk ikan bandeng dipelihara di bak beton dengan masing-masing volume 100 m³. Parameter yang diamati meliputi : Sampling pertumbuhan panjang tubuh dilakukan 1 kali awal penelitian dan akhir penelitian ,  produksi telur setiap bulan, peubah kualitas air meliputi : Salinitas, suhu, Ph, oksigen terlarut,  diukur setiap 2 minggu sekali, dan menghitung keuntungan pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi telur . pada perlakuan A ; Kepadatan 50 ekor/100m³,   telur = 62.400.000 butir/tahun, dan  perlakuan B: kepadatan induk bandeng 75 ekor/100 m³,  telur = 51.600.000 butir/tahun. Perlakuan A atau kepadatan induk  50 ekor/100 m³  produksi telur dan  mendapatkan  keuntungan  lebih baik  dibanding dengan perlakuan kepadatan 75 ekor/100m³ atau perlakuan B.

Keywords


Produksi telur; bak induk; induk ikan bandeng; dan keuntungan

Full Text:

PDF

References


Effendie M.I. 1979. Metode biologi Perikanan. Cetakan Yayasan Dewi Sri Bogor. 112 pp.

Suwirya, K. 1994. Kecernaan beberapa sumber lemak pakan pada udang windu, Penaeus monodon. Balai Penelitian Perikanan Pantai 10 (1) : 43 -48 hal.

Sapto, A.P., dan Mayunar. 2001. Kelayakan Usaha Budidaya Bandeng Umpan Semi intensif dengan Sistem Moduler. Teknologi Budidaya Laut dan Pengembangan Sea Farming di Indonesia Departemen Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (52): 443-448.

Sutarmat. T. S. Ismi, A. Hanafi dan S. Kawahara 2003. Petunjuk teknis budidaya kerapu bebek (Chromileptes altivelis) di KJA. Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol, Pusat Riset Perikanan Budidaya. Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan Perikanan dan Japan International Cooperation Agency. 56 p.

Sugama, K.,E. Danakusumah.P. Sunyoto, and H. Eda 1986. Effect of feeding frequency on the growth of young estuary grouper. Ephinephelus tauvina (Forskal) cultured in floating net cage. Scientific Report of Mariculture Reseach and Development Project ATA-192 in Indonesia. Sub Balai Penelitian Budidaya Pantai Bojonegara-Serang. P.242-250.

Stickney. R. R. dan R.T. Lovell, 1977. Nutition and Feeding of Chanel Catfish. Dept of Research Information of Aubun University. Alabama. USA. 55 pp.

Prijono., A., Z.I. Azwar, G. Sumiarsa, S.N. Irianti dan T. Aslianti. 1992. Pembenihan bandeng skala rumah tangga. Hal 125 -16 Dalam : Prosiding temu karya ilmiah potensi sumber daya kekerangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Watampone, 17-18 Februari 1992.

Prijono, A. 1993. Peran induk bandeng, Chanos chanos Forsskal dalam menunjang pembenihan bandeng skala rumah tangga. Prosiding Simposium Perikanan Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency Himpunan Mahasiswa.

Ismi S., T. Sutarmat, NA Giri, M.A. Rimmer, R.M.J. Knuckey, A.C. Berding dan ngK. Sugama. 2013. Pengelolaan pendederan ikan kerapu: suatu panduan praktik terbaik. Monograf ACIAR No. 150a. Australian Centra for International Agriculture Research: Canberra. 44hlm.

Wheatherley, A.H. 1972. Growth and cology of fish population. Academic Press, London, New York. 260 p.

Zonneveld, N., E.A. Huisman, and J.H. Boon. 1991. Prinsip-prinsip budidaya ikan. Pustaka Utama Gramedia Jakarta. 318 Hlm.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.