BIOLOGI INDUK BANDENG (Chanos-Chanos forskall) HASIL SELEKSI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUDIDAYA DI TAMBAK

Tony Setia Dharma, Gigih Setia Wibawa, Alit Alit

Abstract


Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan  (BBRBLPP), Gondol-Bali. Hewan uji yang digunakan adalah induk bandeng hasil  seleksi individu dari benih alam asal Aceh, Gorontalo dan Bali. Menghasilkan calon induk dengan karakter yang tumbuh cepat. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui teknologi budidaya ikan bandeng tumbuh cepat serta memperoleh data biologi induk bandeng hasil seleksi G-1. Penelitian dilakukan dengan cara diskriptif, yaitu meilakukan pengamatan secara fenotipik meliputi pertumbuhan setiap 2 bulan sekali. Parameter yang diamati adalah beberapa aspek biologi bandeng hasil seleksi antara lain kualitas telur, sintasan, pertumbuhan, pengujian warna, kualitas daging, toleransi terhadap lingkungan, dan ketahanan terhadap penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induk G1 memijah dan menghasilkan telur. Performansi daya tetas telur berkisar 80-90,30%, dan memiliki ketahanan larva (SAI) mencapai 4,0-4,6 hari setelah menetas. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih G-2 pada pembenihan umur 14-16  hari (SR) mencapai 60-85%, panjang total (TL) 1,68-1,72 cm, pendederan 1 umur 30 hari (SR) mencapai 55-80% dan panjang total (TL) 4-6 cm, pendederan 2 umur 55 hari (SR) mencapai 60-80% dan panjang total (TL) 8-12 cm. Hal ini terlihat bahwa bandeng G-2 memiliki pertumbuhan yang baik dan lebih cepat dari hasil pembesaran dengan menggunakan benih terseleksi sekitar 20-25%. Warna  induk bandeng dan ukuran konsumsi dengan menggunakan adalah hijau pada nomer TC.4408 dan perak TC.5501. Kualitas bandeng G2 lebih baik yaitu memiliki nilai 8 dan asal Lamongan dan Sidoardjo memiliki nilai 7. Kadar histamine untuk semua lokasi budidaya ND (non detections). Toleransi benih terhadap lingkungan, ikan bandeng memiliki ketahanan terhadap salinitas 0-45 ppt, suhu 20-40°C, pH 6-9  dan oksigen > 2ppm, kemudian memiliki ketahanan terhadap penyakit.

Keywords


induk bandeng; biologi; budidaya; hasil seleksi

Full Text:

PDF

References


Anonym, 2016. Dokumen rilis ikan bandeng (Chanos Chanos Forskall) . BBRBLPP. Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 48 hlm.

Ahmad, Taufik, Erna Ratnawati dan Jamil R. Yakob. 1999. Budidaya Bandeng Secara Intensif. Penebar Swadaya. Yogyakarta.

Boyd, C.E. 1990. Water Quality in Ponds for Aquaculture. Birmingham Publishing Co. Alabama : Auburn University.P : 482.P: 482.

Dewi, E.S. 2006. Pengaruh Salinitas 0, 3, 6, 9, dan 12 Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurame (Osprhonemus gouramy) Ukuran 3-6 cm. Skripsi, Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Imsland, A.K, Gústavsson. A, Gunnarsson. S, Foss. A, Árnason. J, Arnarson. I, Jónsson. A.F, Smáradóttir. H, and Thorarensen. H. 2008. Effects Of Reduced Salinities On Growth, Feed Conversion Efficiency And Blood Physiology Of Juvenile Atlantic Halibut (Hippoglossus hippoglossus L.). Aquaculture, Vol. 274, pp. 254-259.

Praseno, Ongko., H. Krettiawan., S. Asih., A. Sudrajdat. 2010. Uji Ketahanan Salinitas Beberapa Strain Ikan Mas Yang Dipelihara Di Akuarium. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur.

Priyono.A, T.Aslianti,T. Setiadharma dan I.N.A. Giri. 2011. Petunjuk Teknis Perbenihan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. ISBN: 978-979-17440-6-5. 45hlm.

Sumawidjaja, K., Yusdiana, T., Effendi, E., dan Dharmadi. 2002. Pembesaran Ikan Bandeng, Chanos chanos, Dalam Karamba Jaring Apung di Laut Pada Berbagai Padat Penebaran. Journal Akuakultur Indonesia, 1(2): 53-55.

Sudradjat A. 2011. Panen Bandeng 50 Hari. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sudradjat, A., Wedjatmiko, dan Tony S. 2011. Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan. ISBN: 978-979-786-038-7. 45 halaman.

Setiadharma T., A.A. K. Alit., Priyono A., dan Wibawa G S. (2012). Performa Benih Ikan Bandeng (Chanos-Chanos Forsskall ) Pada Pembesaran Di Bak Dan Hafa Di Tambak Dengan Perbedaan Kepadatan. BBPPBL. Laporan Hasil Penelitian. 10 hlm.

Setiadharma,T, Setiadi, I dan Wibawa, S.W. 2014. Pengelolaan induk bandeng, chanos chanos forskall hasil seleksi. Laporan teknis akhir kegiatan. Balai besar penelitian dan pengembangan budidaya laut. Badan penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan. Kementerian kelautan dan perikanan.15 Hlm. Indonesia. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.