ANALISIS LOGAM BERAT PB, CD, DAN CO PADA BAHAN BAKU GARAM DI TAMBAK GARAM DESA SEDAYU LAWAS LAMONGAN

Giman Giman, Mahmiah Mahmiah

Abstract


Garam yang mempunyai mutu baik (sesuai dengan standar baku mutu) dihasilkan dari proses yang baik. Artinya garam harus diproduksi dari bahan baku yang betul-betul baik, bebas dari pencemar baik logam berat maupun pengotor lain. Industri garam rakyat yang tersebar di desa Sedayu Lawas mempunyai peranan penting dalam mendukung kebutuhan garam nasional, hingga memunculkan berbagai prestasi yang baik, antara lain penghasil garam yang besar, dan pencetus teknik pembuatan garam dengan cara  prisma. Hal ini tentu harus diimbangi dengan bahan baku garam yang baik yang bebas dari pencemaran logam berat, seperti Pb,Cd,dan Co, hingga menghasilkan garam yang memenuhi standar nasional indonesia. Adapun metode yang digunakan untuk analisa logam berat tersebut dalam penelitian ini menggunakan metode ICP-OES ( Inductive Couple Plasma-Optical Emmisien Spectroscopy).Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan sekitar pembuatan garam masim belum tercemar dan garamnya aman untuk dikomsumsi.

Keywords


Pb; Cd; Co; ICP-OES

Full Text:

PDF

References


Alfian, Z. 2006. Merkuri: Antara Manfaat dan Efek Penggunaannya bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan. Medan: USU E-Repository.

Alim, D. H. 2014. Konsentrasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Air, Sedimen, dan Rumpult Laut Sargassum polycystum di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Assadad L., Utomo B.S.B., 2011. Pemanfaatan Garam Dalam Industri Pengolahan Produk Perikanan. Squalen 6(1):1-2

Badan Standarisasi Nasional, 2010. Garam Beryodium. SNI 3556-2010

Darmono. 1995. Logam Dalam Sistem Biologi Makhluk hidup. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Derelanko, M.J., Hollinger, M.A. 2002. Handbook of Toxicology 2nd. Florida: CRC Press LLC. Hal: 51.

Effendi, H. 2003.Telaah Kualitas Air Bagi Pengelola Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius. 258 hal.

Fardiaz, S.2006. Polusi Air dan Udara. Yogyakarta: Kanisius.

Giman dan Mahmiah. 2014. Petunjuk Pratikum Oseanografi Kimia. Surabaya:Universitas Hang Tuah.

Giman, Mahmiah. 2013. Analisis Kandungan pengotor fisik dan kemikal pada air laut sebagai bahan baku garam di Industri garam Sunan Drajat Lamongan. Laporan penelitian. Surabaya: Universitas Hang Tuah.

Hutagalung, H.P.1984. Logam Berat dalam Lingkungan Laut. Oseana, 9(1):6-9

Kab Lamongan: https://lamongankab.go.id. (Diakses tanggal 13 September 2017, 15.45 WIB)

Marganof. 2003. Potensi Limbah Udang Sebagai Penyerap Logam Berat (Timbal, Kadmium, Dan Tembaga) Di Perairan. Bogor:Institut Pertanian Bogor.

Saeni. 1989. Kimia Lingkungan. Bogor: Institut Pertanian Bogor

Sanusi, H. S. 2006. Kimia Laut, Proses Fisik Kimia dan Interaksinya Dengan Lingkungan. Bogor: Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. 188 hal.

Sari, S.H., Kirana, J.F.A., Guntur. 2017. Analisis Kandungan Logam Berat Hg dan Cu Terlarut di Peraiaran Pesisir Wonorejo, Pantai Timur Surabaya. Jurnal Pendidikan Geografi. 22 (1): 1-9

Nontji,Anugerah.(2007). Laut Nusantara. Jakarta: Penerbit Djambatan

Sugiyanto, R. A. N., Defri Y., dan Rarasrum D. K. 2016. Analisis Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Lamun Enhalus acoroides Sebagai Agen Fitoremediasi di Pantai Paciran, Lamongan. Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI (IK-13). Malang:Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.