PERENCANAAN LAHAN PESISIR UNTUK TANAMAN KAKAO RAKYAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN DI LABUAN KABUPATEN BUTON UTARA

Hasbullah Syaf, Laode Muhammad Harjoni Kilowasid, Jufri Karim

Abstract


Kabupaten Buton Utara merupakan wilayah kepulauan dengan karakteristik kepesisiran. Sebagian besar daerahnya berada di wilayah pesisir karena wilayah daratannya didominasi oleh hutan lindung (47% dari luas wilayah). Kondisi ini menyebabkan masyarakat lebih dominan bekerja sebagai nelayan. Di sisi lain, lahan yang tersedia cukup luas untuk dikembangkan berbagai tanaman yang menguntungkan bagi nelayan di Labuan. Tanaman kakao menjadi pilihan masyarakat dalam menopang pekerjaan pokok sebagai nelayan. Lahan yang tersedia disiapkan melalui perencanaan lahan dengan menggunakan evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman kakao rakyat. Penelitian dilakukan sejak tahun 2014 hingga 2018 di Labuan (1.057 Ha) menggunakan metode survei. Kegiatan diawali dengan pembuatan peta kerja menghasilkan 10 unit lahan. Selanjutnya setiap unit lahan diamati dan dianalisis karakteristik fisik dan kimia tanah. Pengambilan sampel dilakukan pada setiap unit lahan sehingga diperoleh sampel tanah sebanyak 10 sampel untuk keperluan analisis laboratorium. Evaluasi kesesuaian lahan dilaksanakan dengan menggunakan metode pencocokan (matching) antara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman kakao. Syarat tumbuh tanaman kakao menggunakan Syaf (2018) dari hasil modifikasi dari PPTA (1993), Departemen Pertanian (1993 dan 2003), dan PPKKI (2008) khusus di Sulawesi Tenggara. Analisis pendapatan nelayan menggunakan data hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang pesisir Labuan diperoleh lahan 14% dari luas lahan sangat sesuai (S1), 37% sesuai (S2) dan 26% sesuai terbatas (S3) dan 23% tidak sesuai (N) untuk pengembangan tanaman kakao rakyat. Pendapatan nelayan meningkat 17% selama adanya kegiatan tambahan dari penggunaan lahan untuk kakao rakyat.

Keywords


Kakao; lahan pesisir; perencanaan; pendapatan

Full Text:

PDF

References


Arsyad, S., 2000. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Ashraf, S., dan B. Normohammadan, 2011. Qualitative Evaluation of Land Suitability for Wheat in Northheast-Iran Using FAO Methods. Indian Journal of Science and Technology, 4(6):703-707.

Djaenudin, D., H. Marwan, H. Subagyo, dan A. Hidayat, 2003. Petunjuk Teknis Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Pertanian. Balai Penelitian Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Jayanti, D.S., S. Goenadi dan P. Hadi., 2013. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Optimalisasi Penggunaan Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Kakao (Theobrema cocoa L) (Studi Kasus di Kecamatan Batee dan Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie Provinsi Aceh). Jurnal Agritech. Vol. 33 Nomor: 2, Mei 2013.

Laode Safuan, A.M. Kandari dan M. Natsir. Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kakao (Theobrema cocoa L.) Berdasarkan Analisis Data Iklim Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis. Jurnal Agroteknos Vol. 3 No.2 Hal.80-85. ISSN: 2087-7706.

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (PPKI). 2008. Panduan Budidaya Kakao. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. 1993. Petunjuk Teknis Evaluasi lahan. Bogor.

Rayes, M. L., 2007. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Ruf Francois, S. Götz and D. Kone. Climate change, Cocoa Migrations and Deforestation in West Africa: What does the ast tell us about the future?. Sustainable Science; Dordrecht Vol. 10, Iss. 1, (Jan 2015): 101-111.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.