EVALUASI STATUS DAN KONSERVASI PADANG LAMUN DI PESISIR KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT

Ida Munfarida

Abstract


Wilayah Pesisir dan Laut di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat mempunyai fungsi sebagai daerah pelabuhan, rekreasi dan konservasi. Oleh karena itu, daerah pesisir Kabupaten Garut selalu bersentuhan dengan aktivitas manusia. Akibat kegiatan manusia tersebut, potensi kerusakan alam salah satunya padang lamun dapat terjadi sebagai hasil kegiatan manusia di daerah pesisir. Secara ekologis padang lamun memiliki fungsi penting yaitu merupakan ekosistem yang memiliki produktifitas organik yang tinggi, dengan keanekaragaman biota yang cukup tinggi dan merupakan sumber makanan penting bagi banyak organisme laut. Konservasi padang lamun memiliki peran penting untuk keberlanjutan sumber daya laut. Di Kabupaten Garut terdapat padang lamun di 3 kecamatan Pesisir yaitu Kec. Cibalong, Kec. Pameungpek dan Kec. Cikelet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi status padang lamun dan merekomendasikan upaya konservasi padang lamun di Pesisir Kabupaten Garut.  Metode penelitian adalah kuantitatif dengan Analisis Status melalui sampling di lapangan.  Pengukuran padang lamun dilakukan di 3 (tiga) Kecamatan pesisir Kab. Garut. Padang lamun diamati ketika laut sedang surut, yakni pukul 06.00-08.00 WIB.  Metode pengukuran padang lamun berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 200 Tahun 2004 Tentang Kriteria Baku Kerusakan dan Pedoman Penentuan Status Padang Lamun. Jenis lamun yang ditemukan di 3 (tiga) Kecamatan pesisir pantai Kab. Garut yaitu Halodule sp dan Thalassia sp dengan status miskin/kurang kaya/kurang sehat. Rekomendasi upaya konservasi padang lamun di pesisir Kabupaten Garut meliputi : inventarisasi potensi sumber daya pesisir secara menyeluruh, penanganan kerusakan padang lamun melalui pengembangan kebijakan, pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Garut, dan rehabilitasi kerusakan dan pengelolaan padang lamun

Keywords


Kabupaten Garut, Pesisir, Padang Lamun, Konservasi

Full Text:

PDF

References


Ali, S., Darsana, J., Singh, A. & Wilson, M. 2018. Sustainable coastal ecosystem management – An evolving paradigm and its application to Caribbean SIDS. . Ocean and Coastal Management Volume 163. Pages 173-184. June. ISSN: 0964-5691.

Azkab, M.H. 1999. Pedoman Inventarisasi Lamun. Oseana Volume XXIV Nomor 1 Halaman 1- 16. ISSN 0216-1877.

Badan Pusat Statistik. 2017. Kabupaten Garut Dalam Angka 2017. Kabupaten Garut: BPS.

Burkholder, J.M., David, A.T. & Touchette, B.W.2007. Seagrasses and Eutrophication. Journal of Experimental Marine Biology and Ecology Volume 350. Pages 46–72. June. ISSN: 0964-5691.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut. 2013. Status Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Garut 2012. Kabupaten Garut: DLH.

Hessing-Lewis, M.L., Sally. D.H., Bruce, A.M., McConville, S. & Henderson, J. 2015. Are large macroalgal blooms necessarily bad? nutrient impacts on seagrass in upwelling‐influenced estuaries. Ecological Applications Volume 24 Issue 5. Pages 1330-1347. July.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 200 Tahun 2004 Tentang Kriteria Baku Kerusakan dan Pedoman Penentuan Status Padang Lamun.

Peraturan Presiden Nomor 121 Tahun 2012 tentang Rehabilitasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Pigawati, Bitta. 2005. Identifikasi Potensi dan Pemetaan Sumberdaya Pesisir Pulau - Pulau Kecil dan Laut Kabupaten Natuna - Provinsi Kepulauan Riau. Ilmu Kelautan Volume 10 Edisi 4. Halaman 229 -236. Desember. ISSN 0853 – 7291.

Purvaja, R., Robin, R.S., Ganguly, D., Hariharan, G., Singh, G., Raghuraman, R., Ramesh & R. 2017. Seagrass Meadows As Proxy For Assessment of Ecosystem Health. Ocean and Coastal Management. Pages 1-12. May. ISSN: 0964-5691.

Rochmady. 2010. Rehabilitasi Ekosistem Padang Lamun. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin. Makassar.

Tangke, Umar. 2010. Ekosistem padang lamun (Manfaat, Fungsi dan Rehabilitasi). Agrikan: Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Volume 3 Edisi 1 Halaman 9-27, Mei. ISSN (p): 1979-6072 ISSN (e) : 2621-0193.

Tuya,F., Haroun, R. & Espino, F. 2014. Economic assessment of ecosystem services: Monetary value of seagrass meadows for coastal fisheries. Ocean and Coastal Management Volume 96. Pages 1-7. April. ISSN: 0964-5691.

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.