KUALITAS ATC (ALKALI TREATED COTTONI) MENGGUNAKAN LARUTAN ALKALI BEKAS EKSTRAKSI SEBELUMNYA

Lucyades Lazuardi, Titiek Indhira Agustin, Wahyu Sulistyowati

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh larutan alkali bekas terhadap kualitas ATC yang dihasilkan dan perbandingan biaya produksi antar larutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dengan enam perlakuan yaitu, perlakuan A (larutan alkali awal), perlakuan B (alkali bekas A), perlakuan C (alkali bekas B), perlakuan KA (perebusan dalam larutan KCl awal sebelum perebusan alkali), perlakuan KB (perebusan dalam larutan KCl bekas KA sebelum perebusan alkali) dan perlakuan (KC) perebusan dalam larutan KCl bekas KB sebelum perebusan alkali. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan parameter yang diamati adalah renedemen ATC, kadar air ATC, kadar abu ATC, rendemen karaginan, viskositas, titik leleh, titik didih dan karakteristik karaginan yang dihasilkan.  Hasil penelitian menunjukan rendemen ATC dan karaginan, viskositas, titik leleh dan titik didih memenuhi standar yang ada kecuali hasil dari kadar air dan abu. Perlakuan terbaik rendemen ATC didapatkan oleh perlakuan C, rendemen karaginan perlakuan (KC), untuk viskositas didapatkan oleh (KC), titik leleh didapatkan oleh perlakuan A, sedangkan titik beku didapatkan oleh perlakuan A. Karakteristik hasil akhir karaginan dari perbandingan perlakuan larutan awal memiliki hasil putih bersih, bekas cenderung kekuningan, menggunakan rendaman KCl memiliki hasil akhir seperti kulit jeruk dan susah untuk di sobek. Menurut hasil perbandingan biaya yang dikeluarkan menyatakan bahwa menggunakan larutan bekas lebih efisien dari segi biaya dan memiliki kualitas yang tidak berbeda jauh dengan perlakuan larutan awal

Keywords


ATC (Alkali Treated Cottonii), Karaginan, Eucheuma cottoni, KCl, larutan alkali bekas

Full Text:

PDF

References


Alpis. 2002. Mempelajari pembuatan kloro karaginan dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii dengan penambahan kombinasi beberapa konsentrasi KOH dan KCL (skripsi). Bogor. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Doyle, M.P. & Mungall, W.S., 1980. Experimental of Organic Chemistry, John Wiley and Sons, New York, pp. 24-33, 86-92.

FAO. 1990. Training Manual on Gracilaria Culture and Seaweed Processing in China. Rome. p 37-42.

Jaramaya, R. 2016. Petani Keluhkan Serapan Rumput Laut Di dalam Negeri Rendah.republika.co.id.NidiaZuraya.http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/16/02/17/o2or2b383-petani-keluhkan-serapan-rumputlaut-di-dalam negeri rendah. Diakses 17 Februari 2016.

Noor Z, Zantika A, Istini S, Ghofar A, Sujatmiko W, Wisman IA. 1990. Worshop On Seaweed Industries, Jakarta: BPP teknologi. 13-24 februari 1989. Perikanan Budidaya. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.