ANALISIS TOTAL BAHAN ORGANIK PADA AIR PROSES BUDIDAYA IKAN MAS (Cyprinus carpio) DI UPBAT PUNTEN, KOTA BATU, JAWA TIMUR

Diana Arfiati, Deo Rizky Pramudyo, Asthervina Widyastami Puspitasari

Abstract


Kegiatan budidaya ikan berpotensi meningkatkan kandungan bahan organik yang ada di perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika total bahan organik perairan pada aktivitas budidaya ikan mas (Cyprinus carpio) di UPBAT Punten, Kota Batu. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2018 dengan metode survei di lima stasiun. Saluran inlet sebagai stasiun pertama, stasiun dua terletak di kolam pengendapan, stasiun tiga berada di saluran setelah kolam pengendapan, stasiun empat pada kolam pembesaran ikan mas dan stasiun kelima berada di saluran outlet. Pengambilan sampel dilakukan setiap 3 hari selama 3 minggu setelah ikan diberi pakan. Pengujian total bahan organik menggunakan KMnO4 sebagai oksidator. Total bahan organik tertinggi terdapat di stasiun 5 (outlet) sebesar 87,47±4,8 mg/L dan total bahan organik terendah terdapat di stasiun 1 (inlet) sebesar 24,96±3,9 mg/L. Peningkatan bahan organik dari inlet ke outlet mencapai 350%. Hasil korelasi menunjukkan bahwa total bahan organik berkorelasi kuat dengan amoniak dan suhu, dan berkorelasi cukup kuat dengan pH dan oksigen terlarut (OD). Kenaikan total bahan organik tersebut diduga karena adanya kontribusi dari sisa pakan dan feses ikan mas. Dengan demikian, air limbah budidaya ikan mas perlu diolah agar tidak mencemari sungai

Keywords


Ikan Mas, Total Bahan Organik, UPBAT Punten

Full Text:

PDF

References


Afriansyah, I. Dewiyanti dan I. Hasri. 2016. Keragaan Nitrogen dan T-Phosfat pada Pemanfaatan Limbah Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) oleh Ikan Peres (Osteochilus kappeni) dengan Sistem Resirkulasi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsiyah. 1(2): 252-261.

Bachtiar, Y. 2002. Pembesaran Ikan Mas di Kolam Pekarangan. AgroMedia : Jakarta Selatan. Hlm 3- 4.

Cahyono, B. 2000. Budi Daya Ikan Air Tawar. Kanisius: Yogyakarta. Hlm 38.

Craigh, S. and L.A. Helfrich. 2002. Understanding Fish Nutrition, Feeds, and Feeding. Virginia Cooperative Extension Service Publication. 420-256:1-4

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta. Hlm 117-118.

Febrianto,J., M. Y. J. Purwanto dan R. Santoso. 2016. Pengolahan Air Limbah Perikanan Melalui Proses Anaerob Menggunakan Bantuan Material Bambu. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan. 1(2): 83-90.

Ghufran, M dan Kordi K. 2004. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. Penerbit Bina Adiaksa dan Rineka Cipta. Jakarta. Hal 190.

Iswandi, F., S. A. El-Rahimi dan I. Hasri. 2016. Pemanfaatan Limbah Budidaya IkanLele (Clarias gariepinus) Sebagai Pakan Alami Ikan Peres (Osteochillus sp.) Pada Sistem Resirkulasi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah. Vol 1(3) : 307-317.

Jaja, A. S. dan K. Sumantadinata. 2013. Usaha Pembesaran dan Pemasaran Ikan Lele Serta Strategi Pengembangan di UD Sumber Rezeki Parung, Jawa Barat. Manajemen IKM. 8(1): 45-56.

Kurniawan, R. dan B. Yuniarto. 2016. Analisis Regresi: Dasar dan Penerapannya dengan R. Kencana:Jakarta. Hlm 19-22.

Manengkey, Hermanto W.K. 2010. Kandungan Bahan Organik pada Sedimen Di Perairan Teluk Buyat dan Sekitarnya. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. Vol. VI(3).

Peraturan pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Putri, T. D., D. P. Priadi dan Sariati. 2014. Dampak Usaha Perikanan Budidaya Terhadap Kondisi Lingkungan dan Sosial Ekonomi Masyarakat pada Lahan Pasang Surut Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatra Selatan. Jurnal Akuakultur Rawa Inonesia. 2(1): 43-54.

Rachmansyah. 2004. Analisis Daya Dukung Lingkungan Perairan Teluk Awarange Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan Bagi Pengembangan Budidaya Bandeng dalam Keramba Jaring Apung. Disertasi. Institut Pertanian Bogor. Hlm 4.

Tarunamulia, Kamariah dan A. Mustafa. 2016. Keterkaitan Spasial Kualitas Lingkungan dan Keberadaan Fitoplankton Berpotensi HABs pada Tambak Ekstensif di Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Jurnal Riset Akuakultur. 11(2): 181-195.

Triyatmo, B. 2002. Kualitas dan Kesuburan Air Budidaya Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan Volume Pergantian Air Berbeda. Jurnal Perikanan UGM. 4(2): 15-21.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.