ANALISIS DNA BAKTERI HETEROTROFIK LAUT YANG BERSIFAT ANTAGONIS TERHADAP BAKTERI PATOGEN PADA IKAN

Jarod Setiaji

Abstract


Bakteri heterotrofik mampu menghasilkan mineral-mineral sebagai nutrien, seperti pada siklus nitrat dan fosfat. Bakteri heterotrofik sangat berperan dalam sistem perairan karena kemampuan aktivitas metabolismenya dan bakteri heterotrofik memegang peranan penting dalam menjaga kelangsungan siklus hidup biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis bakteri heterotrofik laut yang bersifat antagonis terhadap bakteri patogen pada ikan (Vibrio alginolyticus, Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas sp). Metode yang digunakan adalah metode survei, uji biokimia, uji antagonis dengan bakteri patogen menggunakan metode difusi agar dan identifikasi bakteri heterotrofik secara genetik dengan metode 16S rDNA. Hasil uji antagonis terhadap bakteri patogen diperoleh delapan isolat bakteri yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticus, Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas sp. yaitu: isolat JS4, JS6, JS8, JS10, JS11, JS19, JS22 dan JS25 dengan rentang zona hambat berkisar antara 0,5-6,5 mm. Hasil identifikasi bakteri heterotrofik dengan metode 16S rDNA dan penelusuran analisis BLAST delapan jenis bakteri heterotrofik tersebut ialah; 3 spesies Bacillus sp. dengan tingkat homologi 97-99%, 3 spesies Bacillus cereus dengan tingkat homologi 91-98%, spesies Bacillus toyonensis tingkat homologi 96% dan Pseudoalteromonas sp. tingkat homologi 99%

Keywords


Bakteri, Heterotrofik, 16S rDNA, Patogen

Full Text:

PDF

References


Adithya, D. S. 2017. Penggunaan Bakteri Heterotrofik sebagai Anti Bakteri terhadap Bakteri Patogen (Vibrio algynolyticus, Aeromona hydrophila dan Pseudomonas sp.) yang diisolasi dari Perairan Laut Kawasan Industri dan Perairan Estuari Bersalinitas Rendah Kota Dumai, Provinsi Riau. JOOM, Universitas Riau.

Bouvy, M., Y. Bettarel,. C. Bouvier. 2011. Trophic interactions betweenviruses, bacteria and anoflagellates under various nutrientconditions and simulated climate change. Environ Microbiol2011;7: 1842–57.

Drider D, G. Fimland, Y. Hechard, M. McMullen, H. Prevost. 2006. The continuing story of class IIa bacteriocins. Microbiol Mol Biol Rev. 70(2): 564-582.

Elifah. E. 2010. Uji Antibakteri Fraksi Aktif Ekstrak Metanol Daun Senggani (Melastoma candidum, D. Don) Terhadap Escherichia coli dan Bacilus subtilis Serta Profil Kromatografi Lapis Tipisnya. JOOM, Surakarta: UNS.

Feliatra, F. T.Nogroho, T. Silalahi, S. Y. Octavia. 2011. Skrining Bakteri Vibrio Sp Asli Indonesia sebagai Penyebab Penyakit Udang Berbasis Tehnik 16s Ribosomal Dna. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautam Tropis. 3(2): 85-99.

Feliatra, Y. Fitria dan Nursyirwani. 2012. Antagonis Bakteri Probiotik Yang Diisolasi Dari Usus Dan Lambung Ikan Kerapu Bebek (Cromileptes Altivelis) Terhadap Bakteri Patogen. Jurnal Perikanan dan Kelautan 17,1 :16-25

Feliatra, D. Yoswaty, I. Lukistyowati and W. Hasyimi. 2014. The Potential of the isolated probiotics bacterial from giant prawns’ digestive tract (Macrobrachium rosenbergii, De Man) with 16S rDNA sequencing technique. Aquacultura Indonesiana, An International Journal of Indonesian Aquaculture Society. 15 (2): 57-63.

Feliatra, I. Lukistyowati, D. Yoswaty, H. Rerian, D. Melina, W. Hasyim, T. T. Nugroho, A.R. Fauzi and R. Yolanda. 2016. Phylogenetic analysis to compare populations of acid tolerant bacteria isolated from the gastrointestinal tract of two different prawn species Macrobrachium rosenbergii and Penaeus monodon. AACL Bioflux. Vol. 9 (2): 360-368.

Janda, J. M. and S.M. Abbott. 2007. 16s rRNA Gene Sequencing for Bacterial Identification In the Diagnostic Laboratory: Pulses, Perils, and Pitfalls. J.Clin Microbial. 30(1): 3217-3219.

Kong, X. P and S. H. Ye. The impact of water temperature on water quality indexes in north of Liaodong Bay. Mar Pollut Bull 2014;80:245–49.

Kunarso, D. H. dan T.I. Agustin. 2012. Kajian bakteri heterotrofik di Perairan laut Halmahera. Ilmu Kelautan. Vol. 17(2). 63-73.

Lestari, N. W. Budiharjo and A. Pangastuti. 2016. Bakteri Heterotrof Aerobik Asal Saluran Pencernaan Ikan Sidat (Anguilla Bicolor Bicolor) Dan Potensinya Sebagai Probiotik. Bioteknologi . Vol 13 (1): 9-17.

Luo, Y. W., M. A. M. Friedrichs, S. C. Doney, M. J. Church and H.W. Ducklow. (2010). Oceanic heterotrophic bacterial nutrition by semilabile DOM as revealed by data assimilative modeling. Aquatic Microbiology Ecology, 273-287.

Mitbavkar, S., K.M. Rajaneesh and A. C. Anil. 2012. Picophytoplankton community in a tropical estuary: detection of prochlorococcus-like populations. Estuar Coast Shelf Sci 2012;107:159–64.

Nishijima, T., K. Toyota and M. Mochizuki. 2005. Predominant culturable Bacillus species in Japanese arable soils and their potential as biocontrol agents. Microbes and Environments. 20(1): 61-68.

Nuraini, R. 2013. Efektivitas Bakteri Heterotrofik Dalam Mendegradasi Limbah Organik Penyebab Pencemaran Perairan Tawar. Universitas Pakuan.

Pananjung, A. M. S. Ulfa, E. U. Senjarini, K. Arimurti, S. 2015. Karakterisasi Isolat Bakteri Fibrinolitik Wu 021055 Asal Perairan Pantai Papuma, Jember. J. Bioteknologi dan Biosains Indonesia. 2 (1): 1-8

Palimirmo, F. S., A. Damar dan H. Effendi. 2016. dinamika sebaran bakteri heterotrofik di Teluk Jakarta. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. Vol. 21(91): 26-34.

Pringgenies, D., R. Azizah dan E. Windarto. 2011. Potensi Bakteri Simbion/Gastropoda Pseudoalteromonas sp. dan Vibrio sp. sebagai Bahan Antiseptik. In: Refleksi Pengembangan Budidaya Kekerangan Di Indonesia. Undip. 177-183.

Romanengko, L.A., T. Naoto, U. Masataka, I.K. Natalia and V.M Valery. 2008. Diversity and antagonistic activity of sea ice bacteria isolated from the sea of Japan. Microbiol Environ. 2(3): 209-214

Roslin, D.I., Herman, R. Elvyra, N. Sofiyanti dan E. Chahyadi. 2017. Prosedur laboatorium dan analisis bioinformatika. UR press, Pekanbaru.

Santos, L. M. P., A. L. Santos and F. J. R. Coelho. 2013. Heterotrophic activities of neustonic and planktonic bacterial communities in an estuarine environment (Ria de Aveiro) J. Plankton Res. (2014) 36(1): 230–242

Sari, Y. N., S. Sumyarti dan Jamsari. 2013. Isolasi, Karakterisasi dan Identifikasi DNA Bakteri Asam Laktat ( BAL) yang Berpotensi Sebagai Antimikroba dari Fermentasi Markisa Kuning (Passiflora edulis var.flavicarfa). Jurnal Kimia Unand (ISSN No. 2303-3401), Volume 2 Nomor 2.

Souhoka, J dan S. I. Patty. 2013. Pemantauan Kondisi Hodrologi dalam Kaitannya dengan Kondisi Terumbu Karang Di Perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara. J. Ilmiah Platax. (1)3: 138-147.

Suhandono, S.A., Apriyanto, A. Pradita dan R. Anryansyah. 2011. Buku Panduan Praktikum BiosistematikaMikroba (Ver. Bahasa) - Unpublished . Rev.2

Susana, M. 2017. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Heterotrofik pada Perairan Laut Kawasan Pemukiman dan Perairan Bersalinitas Rendah Di Kelurahan Purnama Dumai Provinsi Riau. JOOM, Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Riau.

Umoro, A. 2016. Isolasi Bacillus Sp. Penghasil Bakteriosin dan Peningkatan Aktivitasnya sebagai Penghambat Vibrio harveyi. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor

Verscheure. L., G. Rombaut, B. Sorgeloos dan W. Vestraete. 2000. Probiotik Bacteria As Biological Control Agents In Aquaculture. Microbial and mol. Biol. rev.Vol.64: 655-671.

Wiguna, A.S., L. Kusmita dan O.K. Radjasa. 2016. Uji Aktivitas Antibakteri Pigmen Karotenoid Dari Bakteri Simbion Karang Lunak Sarcophyton Sp. Terhadap Pertumbuhan Bakteri Patogen Staphylococcus aureus Atcc 25923. IJPST. Vol, 3 (3); 92-98.

Wijayanto, N. Feliatra and S. Nedi. 2014. Antagonism Test Of Probiotics Bacteria Isolated From Black Tiger Shrimp (Penaeus Monodon) Against Pathogens (Aeromonas hydrophila, Pseudomonas sp and Vibrio alginolyticus). JOOM. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau.

Wolf, C.E. and W. R. Gibbons. 1996. Improved method for qualification of bacteriocins nicin. Appl Bacteriol. 80: 453.

Xiu, P., R. Liu, D. Zhang and C. Sun. 2017. Pumilacidin like lipopeptides derived from marine Bacterium Bacillus sp. Strain 176 suppress The motility of Vibrio alginolyticus. Appl Environ Microbiol. Vol. 83 (12): 1-14.

Zidour, M., M. Chevalier, Y. Belguesmia, B. Cudennec, T. Grard, D. Drider, S. Souissi and C. Flahaut. 2017. Isolation and characterization of bacteria colonizing acartia tonsa copepod eggs and displaying antagonist effects against Vibrio anguillarum, Vibrio alginolyticus and other pathogenic strains. Front Microbiol. 6(8): 1919. doi: 10.3389/ fmicb.2017.01919.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.