APLIKASI VAKSIN BIVALEN (VAKSIN REKOMBINAN PROTEIN VNN DAN GSDIV) PADA JUVENIL KERAPU SUNU, Plectropomus leopardus UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI VIRUS DAN BAKTERI

Ketut Mahardika, Indah Mastuti

Abstract


Pembenihan dan pembesaran ikan kerapu di Indonesia masih dihadapkan pada kendala infeksi penyakit terutama infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme virus, bakteri dan parasit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari vaksin bivalen (vaksin rekombinan protein VNN dan GSDIV) dalam pencegahan infeksi virus dan bakteri pada ikan kerapu sunu, Plectropomus leopardus. Masing-masing 300 ekor juvenil ikan uji dengan berat awal 3,5±0,645 g dipelihara dalam bak fiber 4 cm3 yang dilengkapi dengan aerasi dan air mengalir. Vaksin bivalen (perbandingan 1:1 v/v) diberikan melalui pakan pellet komersial dengan perbandingan 30 mL vaksin dalam 1 kg pakan. Sedangkan pakan kontrol diberi campuran PBS (phosphate buffer saline) dengan perbandingan yang sama. Pakan diberikan setiap hari (sekali dalam sehari sampai kenyang) selama 4 bulan. Pada akhir penelitian dilakukan uji tantang virus VNN dan GSDIV serta bakteri Vibrio sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang dan berat ikan antara kelompok vaksin dan kontrol tidak berbeda, sedangkan imunitas ikan yang diberi vaksin lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil uji tantang dengan virus VNN dan GSDIV serta bakteri Vibrio sp. pada ikan yang diberi vaksin menunjukkan nilai RPS (percent survival ratio) sebesar 71,5%, 70,% dan 58,18% dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa vaksin bivalen efektif mampu meningkatkan imunitas ikan kerapu sunu dan dapat mencegah infeksi virus dan bakteri

Keywords


juvenil kerapu sunu, vaksin bivalen, imunitas, uji tantang

Full Text:

PDF

References


Caipang CMA, Hirono I and Aoki T. 2006. Immunogenicity, retention and protective effects of the protein derivatives of formalin-inactivated red seabream iridovirus (RSIV) vaccine in red seabream, Pagrus major. Fish & Shellfish Immunology, Vol. 20, Pages 597-609. doi:10.1016/j.fsi.2005.08.002

Fandina NS, Suprapto H dan Kismiyati. 2012. Vaksinasi mikrokapsul polivalen Vibrio alginolyticus dan Vibrio parahaemolyticus pada benih ikan kerapu tikus (Cromileptes altivelis). Journal of Aquaculture and Fish Health, Vol. 1, No. 2, Pages 1-8, Juni. ISSN 2301-7309. www.http//reseptory.unair.ac.id.

Grisez L. and Tan Z. 2005. Vaccine development for Asian Aquaculture. In Walker P, Lester R and Bondad-Reantaso MG (eds). Disease In Asian Aquaculture V, Fish Health Section, Asian Fisheries Society, Manila, Pages 483-439.

Huang S-M, Cheng J-H, Tu C, Chen T-I, Lin C-T and Chang S-K. 2017. A bivalent inactivated vaccine of viral nervous necrosis virus and grouper iridovirus applied to grouper broodfish (Epinephelus coioides) reduces the risk of vertical transmission. Taiwan Veterinary Journal, Vol. 43, No. 3, Pages 171–176. DOI: 10.1142/S1682648517500032

Husgaro S, Grotmol S, Hjeltnes BK, Rodseth OM and Biering E. 2001. Immune response to a recombinant capsid protein of striped jack nervous necrosis virus (SJNNV) in turbot Scophthalmus maximus and Atlantic halibut Hippoglossus hippoglossus, and evaluation of a vaccine against SJNNV. Dis. Aquat. Org., Vol. 45, Pages 33-44. e-ISSN 1616-1580.

Johnny F, Roza D, Mahardika K, Zafran dan Prijono A. 2005. Penggunaan imunostimulan untuk meningkatkan kekebalan non-spesifik benih ikan kerapu Lumpur, Epinephelus coioides terhadap infeksi virus irido. J. Pen. Perik. Indonesia, Vol. 11, No. 5, Pages 75-83.

Mahardika K, Zafran, Yamamoto A. and Miyazaki T. 2004. Susceptibility of juvenile humpback grouper Cromileptes altivelis to grouper sleepy disease iridovirus (GSDIV). Dis. Aquat. Org., Vol. 59, Pages 1-9. e-ISSN 1616-1580.

Mahardika K., Haryanti, Muzaki A and Miyazaki T. 2008. Histopathological and ultrastructural features of enlarged cells of humpback grouper Cromileptes altivelis challenged with Megalocytivirus (Family Iridoviridae) after vaccination. Dis. Aquat.Org., Vol. 79, Pages 163-168. e-ISSN 1616-1580.

Mahardika K and Mastuti I. 2015. The effects of crude recombinant viral protein vaccines against grouper sleepy disease iridovirus (GSDIV) on humpback grouper (Cromileptes altivelis). Indonesian Aquaculture Journal, Vol. 10, No. 2, Pages 163-172. e-ISSN 2502-6577.

Mahardika K, Mastuti I dan Ismi S. 2016a. Pengaruh Suhu dan Waktu Inkubasi Inokulum Virus terhadap Patogenitasnya pada Ikan Kerapu Hibrid Cantik. Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan VI, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Malang, Pages 112-118.

Mahardika K, Mastuti I, Muzaki A dan Sudewi. 2016b. Addition of adjuvants in recombinant subunit vaccines for the prevention of grouper sleepy disease iridovirus (GSDIV) infection in humpback grouper, Cromileptes altivelis. Indonesian Aquaculture Journal, Vol. 11, No. 2, Pages 87-95. e-ISSN 2502-6577.

Mahardika K, Mastuti I dan Zafran. 2017. Pencegahan infeksi viral nervous necrosis (VNN) penyebab black body disease pada kerapu hibrid dengan vaksin sederhana. Prosiding Seminar Nasional Kelautan XII. Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah, Pages D-72-79.

Mahardika K, Mastuti I, Sudewi, Asih YN, Muzaki A dan Giri INA. 2018. Aplikasi vaksin bivalen (VNN dan GSDIV) dalam pembenihan ikan kerapu sunu, Plectropomus leopardus. Jurnal Riset Aquacultura. Inpress. e-ISSN 2502-6534.

Nitimulyo KH, Isnansetyo A, Triyanto, Murdjani M dan Sholichah L. 2005. Efektivitas vaksin polivalen untuk pengendalian vibriosis pada kerapu tikus (Cromileptes altivelis). Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci.), Vol. VII, No. 2, Pages 95-100. ISSN: 0853-6384.

Shimmoto H, Kawai K, Ikawa T and Oshima S-I. 2010. Protection of red sea bream Pagrus major against red sea bream iridovirus infection by vaccination with a recombinant viral protein. Microbiol. Immunol., Vol. 54, No. 3, Pages 135-142. doi: 10.1111/j.1348-0421.2010.00204x

Suwirya K, Prijono A, Marzuqi M, Giri NA dan Andamari R. 2005. Pemijahan dan pemeliharaan larva kerapu sunu halus (Plectropomus leopardus). Warta Penelitian Perikanan Indonesia, Vol. 11, No. 3, Pages 7-10.

Thiery R, Cozien J, Cabon J, Lamour F, Baud M and Schneemann A. 2006. Induction of a protective immune response against viral nervous necrosis in the European sea bass Dicentrarchus labrax by using betanodavirus virus-like particles. Journal of Virology, Vol. 80, No. 20, Pages 10201–10207. doi:10.1128/JVI.01098-06.

Zafran, Roza D, Koesharyani I, Johnny F and Yuasa K. 1998. Manual for fish diseases diagnosis: Marine fish and crustacean diseases in Indonesia. Gondol Research Station for Coastal Fisheries and Japan International Cooperation Agency, 44 pp.

Zafran, Roza D dan Johnny F. 2012. Uji aplikasi vaksin bakteri vibrio polivalen pada benih kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) di keramba jarring apung. Prosiding Indoaqua - Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, Pages 741-746.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.