STUDI TENTANG PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICE (GMP) DAN SANITATION STANDART OPERATING PROCEDURE (SSOP) PADA MINIPLANT RAJUNGAN DI KABUPATEN TUBAN

Jumiati Jumiati, Muhammad Zainuddin

Abstract


Rajungan termasuk hasil perikanan yang bersifat perishable food (mudah rusak/busuk). Pembusukan segera terjadi setelah hewan tersebut mati jika tidak dilakukan penanganan pasca panen yang baik. Penurunan mutu pada daging rajungan terutama disebabkan oleh aktivitas enzim dan bakteri. Mutu daging rajungan sebagai bahan baku produk kalengan sangat menentukan daya beli konsumen terhadap produk tersebut.  Tujuan penelitian ini adalah  mengkaji penerapan GMP (Good Manufacturing Practice) dan SSOP (Sanitation Standart Operating Procedure) pada miniplant pengupasan rajungan. Penelitian deskriptif dengan  menggunakan metode survei melalui observasi, dan wawancara, Subyek penelitian adalah 7 miniplant pengupasan rajungan yang terdapat di Kabupaten Tuban. Analisa data  dengan membandingkan kondisi hasil survey dengan pedoman GMP dan SSOP. Hasil penelitian penerapan GMP menunjukkan kesesuaian ≥ 70% pada alur proses pengupasan rajungan yaitu penerimaan bahan baku, sortasi, perebusan, dan penyimpanan, sedangkan pada alur proses pengupasan, pengecekan akhir, pengemasan, dan penyetoran ke pabrik pengalengan menunjukkan hasil kurang sesuai yaitu ≤ 70%. Hasil penelitian penerapan SSOP menunjukkan : a) pada sanitasi bangunan terdapat penyimpangan Minor sebesar 37% (12 aspek penilaian). b) pada sanitasi peralatan terdapat penyimpangan Mayor sebesar 35,9% (5 aspek penilaian). c) pada sanitasi produk terdapat penyimpangan Minor sebesar 64,3% (5 aspek penilaian). d) pada sanitasi karyawan terdapat penyimpangan Minor sebesar 36,7% (7 aspek penilaian). e) pada sanitasi lainnya meliputi bahan kimia, pest control, limbah padat dan cair, terdapat penyimpangan Minor sebesar 45,3% (3 aspek penilaian).

Keywords


Miniplant Pengupasan Rajungan, GMP, SSOP

Full Text:

PDF

References


Annonim. 2007. Pedoman Penilaian Kelayakan Dasar Unit Pengolahan Ikan . Jakarta. Departemen Kelautan dan Perikanan.

Annonim .2015. Laporan Tahunan. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tuban. Tuban.

Priyanti. 2007. Pengamatan Proses Pengolahan Daging Rajungan (Portunus pelagicus Linn) Kaleng Di PT Mina Global Mandiri. Laporan Praktek Integrasi. Jakarta. Jurusan Tehnologi Pengolahan Hasil Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan.

Purwaningsih,S., Josephine W, dan Diana Sri Lestari. 2005. Pengaruh Lama Penyimpanan Daging Rajungan (Portunus pelagicus) Rebus Pada Suhu Kamar. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. Volume VIII Nomor 1. Bogor. Departemen Teknologi Hasil Perairan FPIK-IPB.

Satumalay, 2012. Manajemen Mutu Pengolahan Kepiting Rajungan (Portunus Pelagicus) Pada Beberapa Mini Plant Di Kabupaten Maros. Thesis. Makasar. Universitas Hassanudin.

Sugeng, Sapto P.R., Subiyanto, dan Hadi P., 2003., Budidaya Rajungan (Portunus pelagicus) di Tambak. Jepara. BBPBAP Jepara.

Sunarto. 2011. Karakteristik Bioekologi Rajungan (Portunus pelagicus) di Perairan Laut Kabupaten Brebes. Disertasi. Bogor. Sekolah Pascasarjana – Institut Pertanian Bogor.

Widhiastuti. 2010. Analisis Rantai Pasokan Rajungan, Stusi Kasus PT Windika Utama Semarang Jawa Tengah. Skripsi. Bogor. Departemen Tehnologi Hasil Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.