KARAKTERISTIK PERAIRAN PANTAI JEPARA TERHADAP DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN RUMPUT LAUT COKLAT SARGASSUM POLYCYSTUM

Muhammad Zainuddin, Wilis Ari Setyati, Rini pramesti

Abstract


Jepara merupakan salah satu kota pesisir utara jawa yang memiliki potensi keanekaragaman sumber daya alam yang tinggi. Salah satu potensi tersebut adalah sumber daya rumput laut coklat sargassum polycystum. Rumput laut sargassum memiliki kandungan fitokimia dan senyawa bioaktif sebagai antibakteri, antioksidan dan immunostimulan. Sumber daya sargassum polycystum sangat berpotensi untuk dilakukan eksplorasi dan pemanfatan di bidang farmasi. Pemanfaatan sargassum tersebut harus berkelanjutan dan tidak merusak alam. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan studi tentang karaketeristik parameter lingkungan perairan terhadap distribusi dan kelimpahan rumput laut coklat S polycytum di pantai jepara. Penelitian dilaksanakan pada januari-februari 2018 menggunakan metode deskriptif. Sampling S polycystum dilakukan di empat lokasi yaitu perairan pantai telukawur, pulau panjang, ujung piring dan bondo. Masing – masing stasiun dilakukan 3 kali pengulangan titik stasiun. Penelitian melakukan pengukuran data secara insitu yang meliputi kedalaman, kecerahan, DO, pH, suhu, salinitas, kecepatan arus dan kelimpahan. Selain itu juga pengukuran data eksitu yang meliputi phosfat, nitrat, klorofil a dan TSS. Berdasarkan analisis regresi berganda antara kualitas air terhadap kelimpahan S polycystum menunjukkan bahwa stasiun stasiun pulau panjang dan ujung piring memiliki kesamaan komponen utama yaitu pH (-0,752; -0,618) dan TSS (0,99; -0,622) dengan kelimpahan 377 dan 291 ind/200m2. Stasiun telukawur memiliki komponen dalam regresi berganda berupa kecerahan (-0,264) dan TSS (1,00), dengan kelimpahan 504 ind/200m2. Sedangkan stasiun bondo adalah phosfat (-0,285) dan TSS (-0,891) dengan kelimpahan 81 ind/200m2. Berdasarkan analisis PCA dan AFK menunjukkan bahwa stasiun telukawur, pulau panjang, ujung piring dan bondo memiliki komponen utama perairan yang berbeda, secara berurutan yaitu phosfat, arus, nitrat dan suhu.

Keywords


sargassum, insitu, eksitu, kelimpahan

Full Text:

PDF

References


Ajizah A, Thihana, Mirhanuddin. 2007. Potensi Ekstrak Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri T et B) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara Invitro. Jurnal Bioscientiae 4(1): 37-42.

Fardiaz S. 1989. Biological Activity of The Essential Oil of Piper betle L. Oil Research 4, 6: 601-606.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara. 2012. Buku Saku Sektor Perikanan dan Kelauatan Kabupaten Jepara 2012. Pemerintah Kabupaten Jepara.

Juliantina, F. Dewa A.C. Bunga, N. Titis, N. Endrawati, T,B. 2010. Manfaat Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Agen Antibakterial terhadap Bakteri gram Posistif dan Gram Negatif. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, I (7) : 10-25.

Kanjana, K., Radtanatip, T., Asuvapongpatana, S., Withyachumnarnkul, B., Kanokpan, W. 2011. Solvent Extracts of The Red Seaweed Gracilaria Fisheri Prevent Vibrio Harveyi Infections The Black Tiger Shrimp Panaeus Monodon. Fish & Shellfish Immunology 30 : 389-396.

Kaswandi MA, Lian HH, Nurzakiah S, Ridzwan BH, Ujang S, Samsudin S, Jasnizat S, Ali AM. 2000. Crystal Saponin from Three Sea Cucumber Genus and Their Potential as Antibacterial Agents. 9th Scientific Conference Electron Microscopic society. 12-14 November 2000. Kota Bharu, Kelantan. 273-276.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.