KEJADIAN ABRASI DAN AKRESI DI PESISIR KABUPATEN PATI

Hermain Teguh Prayitno

Abstract


Kabupaten Pati merupakan wilayah pesisir yang berada di bagian utara Pulau Jawa dengan panjang pantai 60 km yang berlumpur. Aktivitas masyarakat pesisir di Kabupaten Pati sebagai pertambak dan nelayan harus didukung oleh lingkungan laut dan pantai yang baik. Pembuatan tambak baru dan abrasi pantai menjadi penyebab kerusakan lingkungan laut dan pantai karena menghambat pertumbuhan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah (1) menggambarkan terjadinya perubahan garis pantai (abrasi dan akresi) di Kabupaten Pati dan (2) menggambarkan manfaat keberadaan mangrove untuk pertambakan. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian mulai dari Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti sampai Desa Pecangaan Kecamatan Batangan. Waktu penelitian dari bulan Februari sampai Maret 2018.  Sumber data berasal dari data raster Google Earth berupa image satelit Landsat 8 dan data pengukuran lapangan. Analisis data dengan pengukuran image satelit tahun 2011, 2013, 2015 dan 2017. Jumlah sampel yaitu 95 tanggul tambak. Image satelit dilakukan digitasi untuk melihat perubahan luasan lahan pada lokasi penelitian. Verifikasi hasil dilakukan dengan cara membandingkan data pengukuran lapangan dengan hasil pengukuran image satelit. Hasil penelitian adalah (1) persentase abrasi sebesar 24%, persentase akresi sebesar 40% dan persentase area tidak terjadi perubahan 36%. (2) Manfaat keberadaan mangrove adalah mampu memberikan pertahanan lahan dari daya rusak air laut, area pertambakan yang terdapat mangrove mengalami abrasi dengan nilai sangat kecil dibandingkan dengan area pertambakan tanpa mangrove.

Keywords


Abrasi, Akresi, image satelit, Pesisir Kabupaten Pati

Full Text:

PDF

References


Damayanti, H. O. 2012. Eksistensi Hutan Mangrove di Pesisir Kabupaten Pati. Jurnal Litbang. Vol. VIII No. 1. Hal 19-26.

Donnell, et. all. 2003. Users Guide for RMA2 Version 4.5 US Army Engineer Research and Development Center. Waterways Experiment Station. Coastal and Hydraulics Laboratory. New York.

Halim, Halili dan L. O. Alirman Afu. 2016. Studi Perubahan Garis Pantai dengan Pendekatan Penginderaan Jauh di Wilayah Pesisir Kecamatan Soropia. Jurnal Sapa Laut. Vol. 1 No. 1. Hal 24-31.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.

Novianty, R., S. Sastrawibawa dan D. Juliantri P. 2012. Identifikasi Kerusakan dan Upaya Rehabilitasi Ekosistem Mangrove di Pantai Utara Kabupaten Subang. Jurnal Perikanan dan Kelautan. Vol. 3 No. 1. Hal 41-47.

Parman, S. 2010. Deteksi Perubahan Garis Pantai Melalui Citra Penginderaan Jauh di Pantai Utara Semarang Demak. Jurnal Geografi. Vol. 7 No. 1. Hal 30-38.

Peraturan Daerah Kab. Pati. No 4 Tahun 2003 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut.

Shuhendry. 2004. Abrasi Pantai di Wilayah Pesisir Kota Bengkulu (Analisis Faktor Penyebab dan Konsep Penanggulangannya). Tesis. Semarang : Universitas Diponegoro.

Tejakusuma, I. G. 2011. Pengkajian Kerentanan Fisik Untuk Pengembangan Pesisir Wilayah Kota Makassar. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. Vol. 13 No. 2. Hal 82-87.

Wardhani, M. K. 2011. Kawasan Konservasi Mangrove : Suatu Potensi Ekowisata. Jurnal Kelautan. Vol. 4 No. 1. Hal 60-76.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Prosiding Seminakel

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
Prosiding SEMINAKEL UHT by Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://prosidingseminakel.hangtuah.ac.id/index.php/ps/index.